Nasional

Pengemudi Ojol Bersyukur Dapat BHR: Untuk Beli Susu hingga Baju Lebaran

Channel9.id – Jakarta. Kebijakan pemerintah yang menetapkan Bonus Hari Raya (BHR) bagi pengemudi ojek online (ojol) membawa dampak bagi para mitra pengemudi menjelang Lebaran 2026. Program yang sudah berjalan dua tahun berturut-turut ini dimanfaatkan pengemudi untuk memenuhi berbagai kebutuhan keluarga.

Salah satu pengemudi ojol, Sujianto (38), mengatakan BHR yang diterimanya tahun ini akan digunakan untuk membeli kebutuhan anaknya. Ia mengaku baru pertama kali mendapatkan BHR sejak bekerja sebagai pengemudi ojol pada 2015.

“Alhamdulillah lumayan dapat (BHR) Rp 200 ribu. Baru sekarang dapat BHR, sebelumnya tidak pernah dapat. Bisa buat beli susu untuk anak,” kata Sujianto saat ditemui di Lapangan Banteng, Jakarta, dikutip pada Selasa (10/3/2026).

Sujianto berharap kebijakan BHR dapat terus berlanjut untuk membantu kesejahteraan para mitra pengemudi. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas kebijakan tersebut.

“Terima kasih untuk Bapak Presiden Prabowo sudah menetapkan kebijakan BHR untuk ojol. Terima kasih banyak,” ucapnya.

Pengemudi ojol lainnya, Indra Pradana, juga menyebut BHR membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Menurutnya, tambahan dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk keperluan anak.

“BHR sangat membantu mitra pengemudi. Alhamdulillah saya senang, bisa buat keperluan anak,” ujarnya.

Pengemudi lain, Wuru Apriyanto (40), mengatakan dana BHR yang diterimanya akan digunakan untuk kebutuhan menjelang Lebaran. Ia menyebut bantuan tersebut membantu membeli perlengkapan seperti baju koko dan sarung.

“Tahun ini senang banget dapat BHR, tahun lalu enggak dapat. Lumayan, Rp 200 ribu. Bisa untuk keperluan Lebaran seperti baju koko, sarung, dan lain-lain. Semoga kebijakan BHR dipertahankan terus,” ujarnya.

Pemerintah memastikan BHR untuk pengemudi ojol dan kurir diberikan pada Lebaran 2026 dengan besaran 25 persen dari rata-rata pendapatan bersih selama 12 bulan terakhir. Pembayaran dilakukan paling lambat H-7 Lebaran dengan total penerima mencapai sekitar 850 ribu mitra pengemudi.

Total BHR yang disalurkan aplikator juga meningkat dari Rp110 miliar pada 2025 menjadi Rp220 miliar pada tahun ini. Pemerintah meminta perusahaan aplikasi transparan dalam perhitungan besaran BHR bagi para mitra pengemudi.

HT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

81  +    =  86