Connect with us

Nasional

Pengendalian Covid-19, Pemkab Madiun Ajak Masyarakat Membaca Yasin

Published

on

Channel9.id-Madiun. Pemkab Madiun beserta Forkopimda akan menggelar acara pembacaan surat yasin Bersama serentak di tiga lokasi berbeda di antaranya Pendopo Muda Graha Pemkab Madiun, Kodim 0803/Madiun dan Polres Madiun sore ini Kamis (18/2/21) . Pembacaan Surat Yasin ini guna mendukung gerakan pembacaan Surat Yasin Sejuta kali.

Acara yang akan disiarkan secara live streaming melalui kanal youtube Pemkab Madiun ini adalah sebagai upaya dari pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19 di Kabupaten Madiun,

Pemerintah Kabupaten Madiun mengajak seluruh masyarakat, khususnya pemeluk Agama Islam untuk membaca Surat Yasin sebanyak-banyaknya.

Menurut Bupati Madiun, H. Ahmad Dawami, gerakan membaca Surat Yasin sejuta kali, bersama pemerintah Kabupaten Madiun dari rumah masing masing ini untuk bermunajat memohon kepada Allah SWT agar Covid-19 segera berlalu.

“Buat masyarakat Kabupaten Madiun mari berperan serta dalam pembacaan Surat Yasin sejuta kali di Kabupaten Madiun pada hari Kamis, 18 Februari 2021 ini. Mudah-mudahan dengan upaya ikhtiar batin tersebut Covid-19 segera berlalu dari Kabupaten Madiun,” ajak Bupati Madiun, H. Ahmad Dawami.

Menurutnya, gerakan membaca Surat Yasin sejuta kali ini, sebagai wujud ikhtiar Pemkab Madiun dalam upaya dengan doa dan tawakal kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar Covid-19 segera berlalu. Selain itu, upaya mencegah penularan Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan juga harus tetap diterapkan dalam kehidupan sehari – hari.

“Mari kita gemakan Satu Juta Surat Yasin bersama-sama sekaligus bermunajat agar pandemi segera berlalu, selain itu jangan lupa juga terapkan 5 M, yaitu Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, dan Membatasi mobilitas dan interaksi,” pungkasnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Setahun Pandemi,  Perkembangan Grafik Menjadi Refleksi Kualitas Penanganan

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Indonesia telah berlangsung genap setahun, sejak kasus pertama dilaporkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020 lalu. Masa awal pandemi, grafik perkembangan kasus aktif dan kematian di Indonesia menunjukkan peningkatan tajam.

Upaya percepatan penanganan oleh pemerintah, berupaya melandaikan grafiknya, hingga kini berangsur menurun. Sebaliknya, pada sisi kesembuhan grafiknya perlahan terus mengalami peningkatan. Dan dibandingkan dunia, rata-rata perkembangan Covid-19 di Indonesia lebih baik.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyampaikan perbandingan dengan melihat secara angka persentase. Metode persentase kasus untuk melihat perbandingan antara satu lingkup dengan lingkup lainnya, dalam hal ini Indonesia dengan tingkat dunia. Penggunaan persentase ini lebih baik, dikarenakan jika menggunakan angka absolut, tidak akan mendapatkan hasil yang diharapkan, mengingat ruang lingkupnya pun berbeda.

“Sebagai contoh, jumlah kasus di dunia tentunya akan selalu lebih tinggi dibandingkan Indonesia. Karena kasus dunia terdiri dari berbagai kasus di seluruh negara-negara yang terdampak Covid-19, sedangkan kasus di Indonesia terdiri dari satu negara saja,” ia memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Selasa (2/3/2021) yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Secara rincian pada perkembangan kasus aktif di Indonesia, awalnya meningkat tajam, namun terus menunjukkan penurunan yang konsisten, bahkan cukup drastis hingga Oktober 2020. Dan sejak November 2020 hingga saat ini, trennya terlihat fluktuatif dan cenderung melandai, serta tidak setajam dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Dibandingkan kasus aktif dunia, pada Maret 2020 naik tajam, kemudian trennya melandai hingga awal Oktober 2020. Tren ini menunjukkan peningkatan selama Oktober dan cenderung kembali melandai hingga saat ini.

“Data per 1 Maret 2021, perbandingan kasus aktif di Indonesia sebesar 11,41% dan dunia 19,05%,” imbuhnya.

Sedikit berbeda dengan kasus aktif, kasus kematian di Indonesia cenderung fluktuatif meningkat sejak awal April 2020. Bulan-bulan selanjutnya, persentase kematian cenderung melandai. Pada kasus kematian dunia, juga meningkat tajam pada Maret – April 2020. Kemudian sejalan dengan Indonesia, trennya melandai hingga saat ini. Dan per 1 Maret 2021, persentase Indonesia sebesar 2,71%, dan dunia 2,22% dengan selisih 0,5%.

Lalu, pada kesembuhan di Indonesia, persentasenya menunjukkan kenaikan yang tajam hingga Agustus 2020, kemudian cenderung melandai meskipun terus menunjukkan peningkatan hingga saat ini. Sedangkan kesembuhan dunia sempat mengalami penurunan drastis selama Maret 2020, dan kemudian terus meningkat hingga saat ini. Per 1 Maret 2021, persentase kesembuhan di Indonesia sebesar 85,88%. Sedangkan di dunia sebesar 78,74%.

Melihat perkembangan ini menunjukkan, bahwa Indonesia memiliki persentase kasus aktif yang lebih rendah dari dunia, dan persentase kesembuhan yang lebih tinggi dari dunia.

“Ini adalah hal yang perlu terus dipertahankan, dan tentunya tidak hanya berpatokan pada persentase saja, namun bagaimana memastikan bahwa kasus aktif dapat ditekan hingga 0 kasus, dan tidak ada sama sekali,” lanjutnya.

Selain itu angka kematian di Indonesia yang lebih tinggi dari dunia, juga menjadi hal yang harus segera diperbaiki. Tidak hanya persentasenya saja, namun jumlah kematian di Indonesia yang telah mencapai lebih dari 36 ribu orang, adalah hal yang tidak bisa ditoleransi.

Karena angka tersebut melambangkan nyawa yang penambahannya harus ditekan semaksimal mungkin hingga tidak ada kematian sama sekali. Untuk itu, kualitas penanganan adalah kunci menekan kasus aktif dan kematian, serta meningkatkan kesembuhan.

“Untuk itu, saya mohon kepada seluruh kepala daerah, mulai desa dan kelurahan, kabupaten/kota, hingga provinsi untuk melakukan refleksi dari grafik ini dan terus meningkatkan koordinasi dan kolaborasi seluruh lapisan masyarakat agar tercapai kualitas penananganan Covid-19 yang sebaik mungkin untuk menekan penularan,” pungkas Wiku.

 

Continue Reading

Nasional

IPW Minta Jokowi Tegur Kapolri Izinkan Piala Menpora Digelar

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta.  Ketua Presidium Ind Police Watch (IPW) Neta S Pane meminta Menpora dan Kapolri bersiap-siap bertanggungjawab, jika di even Piala Menpora muncul klaster baru Covid-19 yang menyebabkan korban menderita sakit dan meninggal dunia.

“Tanggungjawabnya, jika korban meninggal dunia, istri dan anak korban menjadi tanggungjawab Menpora dan Kapolri, termasuk pendidikannya. Selain itu, jika ada klub yang tidak mampu membayar gaji dan officialnya selama even, Menpora dan Kapolri harus bertanggungjawab membayar gaji mereka,” ujar Neta dalam keterangan tertulis yang diterima Channel9.id, Rabu 3 Maret 2021.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sudah mengecam keras Piala Menpora digelar karena khawatir menjadi klaster baru Covid 19.

Untuk itu, IPW mendesak Presiden Jokowi segera menegur Kapolri yang memberi izin Piala Menpora. Selain itu Pemda yang wilayahnya dijadikan lokasi Piala Menpora harus menolak pertandingan Piala Menpora digelar karena dikhawatirkan menjadi klaster baru Covid 19.

“Sebab itu Presiden Jokowi harus menegur Kapolri Listyo Sigit Prabowo dalam pemberian izin Piala Menpora yang akan digelar 20 Maret sampai 25 April 2021 di empat kota, Malang, Solo, Bandung dan Sleman,” ujarnya.

Bagaimana pun even ini jelas-jelas akan menciptakan kerumunan kendati pertandingannya sendiri tidak ada penonton.

“Padahal, Presiden Jokowi secara tegas di akun twitternya tertanggal 16 Nopember 2020 menyebutkan aparat harus berani mengambil tindakan terhadap para pelanggar. Karena, keselamatan rakyat di tengah pandemi merupakan hukum yang tertinggi,” tandas Neta.

Menurut Neta, jika Kapolri benar-benar memberikan izin terhadap penyelenggaraan Piala Menpora, maka itu merupakan pembangkangan secara nyata terhadap Presiden Jokowi yang nyata-nyata berpedoman bahwa keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi.

“Jangan sampai perjuangan dan pengorbanan yang dilakukan pemerintah dalam setahun untuk mengendalikan pandemi Covid 19 ini sia-sia. Mencegah kerumunan massa yang berpotensi menjadi klaster baru Covid-19, harus menjadi perhatian Kapolri, yang menjadi ujung tombak pemberian izin keramaian,” katanya.

Sebab setiap tim sepakbola di Piala Menpora minimal membawa 30 orang untuk menetap di kota penyelenggara dan akan bersinggungan dengan masyarakat setempat seperti karyawan hotel, panitia lokal dan juga pendukung klub. Sehingga, ada sekurang-kurangnya 50 orang yang saling bersinggungan.

“Padahal, kerumunan pada masa pandemi sangat beresiko untuk menularkan Covid-19. Sebab itu jika Piala Menpora tetap digelar, jika terjadi klaster baru Covid 19, Menpora dan Kapolri harus bertanggungjawab membiayai hidup keluarga korban yang tewas dan harus mundur dari jabatannya,” pungkas Neta.

HY

Continue Reading

Nasional

Mendagri: Indonesia Kaya Sumber Daya Energi Terbarukan

Published

on

By

Mendagri: Indonesia Punya Banyak Potensi Sumber Energi Terbarukan

Channel9.id-Jakarta. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan, Indonesia memiliki banyak potensi sumber energi terbarukan. Terlebih Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki energi matahari atau solar energi yang tidak pernah habis.

“Kemudian kita juga memiliki energi air, baik laut maupun sungai yang sangat banyak, ini juga energi,” kata Mendagri saat memberi sambutan sekaligus mengukuhkan kepengurusan Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) Periode 2020-2025, melalui video conference, Selasa (2/3/2021).

Baca juga : Pandemi Covid-19, Mendagri: Petugas Damkar Harus Beradaptasi

Di samping itu, Indonesia juga memiliki potensi bioenergi yang cukup besar dengan beragam tanaman yang dapat dimanfaatkan, seperti sawit dan jagung. “Kemudian juga kita memiliki potensi yang sangat besar untuk jenis energi yang lain dengan adanya nikel misalnya,” tandas Mendagri.

Menurut Mendagri, perkembangan dunia saat ini menuju pada energi terbarukan, karena energi fosil kian lama bakal makin hilang. Berbagai penemuan teknologi pun banyak memunculkan energi-energi terbarukan.

“Kita akan menuju kepada energi terbarukan, berbagai invensi penemuan teknologi dan kita sudah melihat bahwa banyak sekali energi-energi terbarukan yang muncul, dan Indonesia memiliki potensi yang sangat luar biasa,” papar Mendagri.

Sementara itu, kata Mendagri, kebutuhan energi diperkirakan terus mengalami peningkatan sebagai dampak pertumbuhan ekonomi dan pertambahan jumlah penduduk. Apalagi Indonesia sendiri akan mengalami bonus demografi.

“Makin banyak orang makin banyak kebutuhannya, kemudian makin banyak interaksi semakin banyak juga kebutuhannya. Dan ini memerlukan energi sebagai bagian modal penting dalam kegiatan tersebut,” imbuh Mendagri.

Dalam kesempatan tersebut, Mendagri menyambut baik perubahan nama asosiasi dengan menambahkan kata “energi terbarukan” di belakang namanya sehingga menjadi ADPMET. Sebelumnya asosiasi ini bernama ADPM (Asosiasi Daerah Penghasil Migas).

Continue Reading

HOT TOPIC