Connect with us

Lifestyle & Sport

Percepatan Laju Metabolisme Bantu Turunkan Berat Badan

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Apakah Kamu pernah mendengar bahwa laju metabolisme mempengaruhi berat badanmu?

Banyak yang percaya bahwa semakin lancar, semakin besar kemungkinan tubuh untuk menurunkan berat badan. Sebaliknya, semakin lamban, tubuh butuh usaha lebih untuk berat badan.

Untuk diketahui, metabolisme ialah proses kimia dalam tubuh di mana makanan diubah menjadi energi. Adapun energi ini kemudian dibutuhkan untuk beraktivitas sehari-hari, dari bernapas hingga berjalan kaki.

Sejatinya proses tersebut memang secara tak langsung berkaitan dengan berat badan. Namun, perlu diingat, laju metabolisme bukanlah satu-satunya faktor yang menyebabkan naik turunnya berat badan. Pasalnya, ada hal lain yang menjadi penyebabnya, seperti kondisi lingkungan, masalah pada hormon, atau gangguan tubuh lainnya.

Nah, jika Kamu merasa laju metabolisme lambat dan menghambat progam penurunan berat badanmu, tak ada salahnya untuk memperbaiki laju metabolismemu. Berikut ini sejumlah kiat yang bisa Kamu lakukan untuk mempercepat laju metabolisme.

1. Konsumsi makanan protein tinggi
Mengonsumsi makanan tinggi protein bisa meningkatkan metabolisme tubuhmu, lho. Pasalnya, tubuh membutuhkan lebih banyak energi saat mencerna protein. Artinya, tubuh harus membakar lebih banyak kalori untuk menghasilkan energi baru ketika mencerna protein.

Tak heran bila sedang diet, Kamu disarankan untuk mengonsumsi protein. Selain mengatasi rasa berlebih, protein juga bisa mencegah hilangnya massa otot. Nah, Kamu bisa bisa menemukan protein pada telur, daging, ikan, kacang almond, dan lain-lain.

2. Konsumsi makanan pedas
Senyawa capsaicin pada cabai dan lada bisa meningkatkan metabolisme tubuh dan mempertahankan berat badan yang sehat. Memang efeknya kecil, namun mengonsumsi makanan pedas ini bisa membakar 10 kalori lebih banyak.

3. Minum kopi
Menurut penelitian, kafein pada kopi bisa meningkatkan metabolisme hingga 3-11% dan manfaat ini efektif untuk orang kurus. Studi lainnya menyebutkan bahwa kopi meningkatkan pembakaran lemak hingga 29% untuk wanita kurus, namun hanya 10% untuk wanita gemuk.

Kamu disarankan untuk minum kopi. Namun, Kamu harus ingat untuk membatasi konsumsinya. Paling tidak 400 miligram atau empat cangkir kopi per hari.

4. Minum teh hijau
Teh hijau terbukti bisa meningkatkan metabolisme hingga 4-5%. Hal ini karena senyawa naktif catechin yang dimilikinya. Sebuah penelitian mengatakan, jika Kamu meminum lima cangkir teh hijau per hari, pembakaran energi tubuhmu bisa meningkat hingga 90 kalori per hari.

Selain itu, teh hijau bisa meningkatkan pembakaran lemak sebesar dan rendah kalori, sehingga dipercaya bisa membantumu dalam proses menurunkan berat badan dan perawatan berat badan. Meski begitu, efek ini hanya berlaku untuk beberapa orang.

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle & Sport

Hati-hati, Berlebihan Olahraga Bisa Bikin Berat Badan Naik

Published

on

By

Berlebihan Olahraga Bisa Bikin Berat Badan Naik

Channel9.id-Jakarta. Apakah olahraga masuk ke dalam agenda harianmu? Jika ya, apa tujuanmu untuk berolahraga? Jika Kamu berolahraga untuk mendapat berat badan yang ideal, ada satu hal yang mesti ditanam di pikiranmu: olahraga berlebihan bisa menaikkan berat badanmu.

Lho, kok bisa?

Perlu Kamu ketahui, setiap aktivitas fisik bisa berpengaruh terhadap beragam fungsi dan proses yang terjadi dalam tubuh. Namun, pengaruh ini berbeda-beda bagi tiap orang. Salah satu penyebab perbedaan ini ialah adanya perbedaan kadar hormon, yang memengaruhi laju metabolisme.

Baca juga : Tanamkan Hal Ini Untuk Terhindar dari Rasa Malas Berolahraga

Adapun metabolisme merupakan proses bagaimana kalori pada makanan atau minuman yang dikonsumsi diubah menjadi energi, agar tubuh bisa menjalankan peran dan fungsinya. Istilah familiarnya ialah proses membakar lemak.

Nah, karena itulah hasil pembakaran lemak bagi setiap orang berbeda-beda, meski melakukan jenis dan waktu olahraga yang sama.

Kendati begitu, ada sejumlah hal lain yang membikin berat badan naik jika berlebihan berolahraga, yaitu berikut ini.

1. Makan banyak setelah olahraga
Kamu biasanya akan merasa lapar setelah olahraga. Pasalnya, energimu telah terkuras selama berolahraga.

Nah, kondisi tersebut membikin Kamu ingin makan dengan porsi yang lebih banyak. Belum lagi pilihan makanmu yang bisa saja salah, seperti makanan tinggi lemak, gula, dan karbohidrat. Jika sudah demikian, jangan harap berat badanmu jadi ideal. Justru kemungkinan besar akan bertambah.

Maka dari itu, Kamu disarankan untuk menyeimbangkan porsi latihan dan jumlah asupan kalori.

2. Massa otot bertambah
Penambahan berat badan setelah olahraga bukan berarti karena Kamu menggemuk. Sebab bisa jadi massa ototmu bertambah. Bahkan, bisa saja massa ototmu lebih berat daripada lemak.

3. Stres
Olahraga juga bisa juga membuat tubuhmu stres, lho. Jika Kamu berolahraga secara berlebihan, keseimbangan tubuh akan hilang. Sehingga memicu munculnya masalah termasuk menaikkan berat badan.

Hal itu terjadi karena pelepasan hormon kortisol—penyebab stres, tak terkendali. Dampaknya, bisa meningkatkan pengumpulan lemak di sekitar perut sehingga berat badanmu jadi naik.

Oleh karenanya, lakukanlah olahraga secara benar dengan dukungan nutrisi yang baik, istirahat cukup, dan lakukanlah pemulihan dengan tepat.

4. Tak teratur olahraga
Kamu mungkin sudah lama berolahraga dengan intensitas tinggi. Namun, Kamu tak melakukannya secara rutin. Hal ini justru membikin usahamu sia-sia karena tubuhmu kurang tertantang dalam membentuk otot dan membakar kalori. Hal ini membuat lemak di dalam tubuhmu tetap saja menumpuk dan pada akhirnya berat badan malah menaik.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Apakah Lansia Aman Divaksin Covid-19?

Published

on

By

berita tentang 29 kasus kematian lansia di Norwegia setelah disuntik vaksin Covid-19 buatan Pfizer dan BioNTech membikin masyarakat dunia khawatir.

Channel9.id-Jakarta. Beberapa hari belakangan, berita tentang 29 kasus kematian lansia di Norwegia setelah disuntik vaksin Covid-19 buatan Pfizer dan BioNTech membikin masyarakat dunia khawatir. Berangkat dari kasus ini, muncullah pertanyaan terkait apakah aman bila lansia divaksin Covid-19.

Siti Setiati, seorang profesor geriatri, ilmu yang mempelajari kesehatan lansia, dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) turut menanggapi hal tersebut.

Ia menjelaskan, keamanan vaksin sejatinya sudah terjamin. Pasalnya, vaksin-vaksin yang ada sudah melewati berbagai tahapan uji klinis.

“Dari segi safety cukup safe sebetulnya. Problemnya vaksin Sinovac yang masuk ke Indonesia belum dilakukan (uji klinis) pada lansia,” terang dia saat diskusi daring, belum lama ini.

Baca juga : Jubir Satgas: Vaksinasi Dilakukan 4 Tahap

Prof Siti menyebut ada sejumlah pandangan terkait belum adanya uji klinis terhadap lansia. Ada ahli yang menyebut nilai keamanan pada lansia bisa diekstrapolasi dari data uji klinis yang ada, namun ada pula yang memilih menunggu hasil uji klinis vaksin Covid-19 yang memang dilakukan pada lansia.

Lebih lanjut, Prof Siti sendiri menilai uji klinis yang sudah dilakukan pada sejumlah jenis vaksin tak menunjukkan efek samping yang serius. Adapun keluhan yang ditemui merupakan kategori ringan-sedang, seperti nyeri dan bengkak setelah penyuntikan.

Ia pun mengatakan bahwa yang terpenting adalah penerima faksin tidak ‘frail’ atau lemah dan rentan. “Pertama, nggak ada manfaatnya karena tubuh tak merespons dengan baik. Kedua, dari keamanan juga mungkin tak terlalu aman,” jelasnya.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Tak Disangka, Hal Ini Pengaruhi Kadar Vitamin D di Tubuhmu

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Salah satu cara mencegah penyakit Covid-19, yang saat ini masih menjadi pandemi, ialah dengan menjaga daya tahan tubuh. Nah, untuk menjaga daya tahan tubuh memang ada banyak jalan. Satu di antaranya yaitu dengan memenuhi kebutuhan vitamin D.

Untuk memenuhi kebutuhan vitamin ini, Kamu bisa sering-sering berjemur di bawah matahari pagi. Pasalnya, paparan sinar matahari merupakan sumber utama vitamin D. Sekadar informasi, sejatinya vitamin D bisa didapat dari makanan atau suplemen, namun jumlahnya tak sebanyak jika dibandingkan dari paparan sinar matahari.

Namun, banyak orang di dunia yang kekurangan vitamin D. Padahal kondisi ini bisa memicu masalah serius, lho, seperti membikin daya tahan tubuh rendah, memperlambat proses regenerasi kulit saat terluka, mengganggu pertumbuhan tulang, hingga membuat cepat lelah. Maka dari itu, Kamu sangat disarankan untuk memenuhi kebutuhan vitamin D guna mencegah masalah tersebut.

Baca juga : Ciri-ciri Kekurangan Vitamin D

Namun, mula-mula Kamu harus memahami bahwa proses penyerapan vitamin D sangat dipengaruhi oleh gaya hidup dan faktor lainnya. Pemahaman ini dibutuhkan agar Kamu tahu apa yang harus Kamu lakukan untuk memenuhi kebutuhan vitamin D. Lantas, hal apa saja yang memengaruhi penyerapan vitamin D di tubuh?

1. Warna kulit
Zat pewarna kulit atau melanin “bersaing” dengan zat di kulit selama proses penyerapan sinar UVB. Dengan demikian, semakin banyak melanin (atau semakin gelap warna kulit), semakin besar kemungkinan kekurangan vitamin D.

Jadi, orang yang kulitnya lebih gelap membutuhkan lebih banyak waktu di bawah sinar matahari. Atau, bisa mengonsumsi suplemen vitamin D dengan kadar yang lebih tinggi.

2. Berat badan
Lemak tubuh merupakan pusat penyimpanan nutrisi dan akan menyerap lebih banyak vitamin D. Sebagai catatan, ini bukan berarti kelebihan lemak tubuh adalah hal baik. Hal ini dibuktikan oleh penelitian yang juga menunjukkan bahwa obesitas berhubungan dengan rendahnya kadar vitamin D.

3. Penggunaan tabir surya
Tabir surya bekerja dengan menghalangi sinar UVB, yang bisa mengaktifkan produksi vitamin D. Kendati demikian, penggunaannya memang disarankan medis guna mencegah sengatan matahari, kanker kulit, dan penuaan kulit. Namun, jika salah menggunakannya, risiko terkena kanker bisa meningkat karena memblokir vitamin D.

4. Usia
Tubuh orang tua kurang efisien memproduksi vitamin D, jika dibandingkan dengan orang muda. Ini berkaitan dengan menurunnya fungsi organ-organ yang berperan dalam mengolah vitamin D, khususnya hati, ginjal, dan usus.

Kendati begitu, hal itu bisa diatasi dengan mengonsumsi suplemen. Sebelum itu, berkonsultasilah dengan dokter untuk memeriksa apakah memang betul membutuhkan suplemen atau seberapa banyak kadar yang dibutuhkan—menimbang kebutuhan setiap orang berbeda-beda.

5. Polusi udara
Partikel organik dari hasil pembakaran kayu, bahan bakar fosil, dan bahan polutan lain yang bertebaran di udara terbuka bisa menyerap UVB.

6. Musim dan lokasi
Jumlah sinar UVB yang mencapai permukaan bumi akan menurun selama musim dingin. Ini terjadi karena rendahnya sudut matahari. Terlebih jika Kamu semakin jauh dari garis khatulistiwa.

(LH)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC