Channel9.id – Jakarta. Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta (IKA UNJ) Sugeng Suparwoto menegaskan pentingnya menempatkan pendidikan sebagai pilar utama dalam konsolidasi kebangsaan. Ia menyebut pendidikan perlu menjadi fondasi utama dalam memperkuat persatuan dan daya saing nasional.
Hal itu disampaikan Sugeng dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap 2 Mei. Sugeng menilai pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk bangsa yang tangguh dan adaptif terhadap perubahan.
“Pendidikan adalah sebagai pilar konsolidasi kebangsaan. Untuk itu, kami menegaskan bahwa pendidikan harus menjadi bagian integral dalam konsolidasi kebangsaan demi membentuk bangsa yang tangguh dan adaptif dalam menghadapi tantangan global yang multidimensi,” kata Sugeng dalam pernyataannya yang diunggah akun Instagram resmi IKA UNJ, Sabtu (2/5/2026).
Ia menekankan bahwa kebijakan negara harus menjadikan pendidikan sebagai orientasi utama dalam setiap perencanaan dan pelaksanaan program. Menurutnya, arah pembangunan nasional perlu berpijak pada penguatan sektor pendidikan.
“Dan kami juga mendorong agar pendidikan menjadi pusat dan orientasi utama untuk seluruh kebijakan kenegaraan beserta turunannya sesuai dengan amanat konstitusi,” ucapnya.
Selain itu, Sugeng memandang penguatan pendidikan tidak hanya berdampak pada kualitas sumber daya manusia, tetapi juga pada ketahanan nasional secara menyeluruh. Ia menilai integrasi pendidikan dalam kebijakan publik akan membantu menghadapi berbagai tantangan multidimensi.
IKA UNJ, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendorong peran pendidikan sebagai instrumen strategis dalam menjaga persatuan bangsa. Ia berharap upaya tersebut dapat memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi dinamika global yang terus berkembang.
“Kami merefleksikan tentang tanggung jawab moral, bahwa menghadapi tantangan teknologi dan kemanusiaan di tahun 2026 ini IKA UNJ berkomitmen menjadi kompas kebijakan pendidikan yang berpihak kepada keadilan,” jelas Sugeng.
Dalam momentum Hardiknas ini, IKA UNJ mendesak adanya evaluasi skema bantuan biaya kuliah agar lebih tepat sasaran bagi masyarakat mampu.
“Kami juga mendorong agar terjadi optimalisasi dana pendidikan atau dana abadi pendidikan untuk menurunkan beban operasional bagi mahasiswa-mahasiswa kita,” tuturnya.
IKA UNJ, kata Sugeng, juga menekankan pentingnya hilirisasi riset agar memberikan solusi nyata pada sektor pangan, ekonomi, koperasi, dan juga energi. Ia menegaskan, organisasinya akan mendorong kolaborasi riset antara kepakaran alumni dengan kebutuhan industri.
Selain itu, IKA UNJ juga mendorong untuk mengatasi pengangguran terdidik dengan menutup kesenjangan antara kurikulum dan dinamika dunia kerja.
“Untuk itu, kita harus melibatkan alumni sebagai mentor untuk mencetak lulusan yang siap bekerja maupun menciptakan lapangan kerja yang sering kita sebut sebagai wirausaha sosial,” ujar Sugeng.
Untuk mendorong lingkungan pendidikan yang aman dan bermartabat, IKA UNJ mendorong untuk menghapus perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi di institusi pendidikan. Sugeng menyatakan, organisasinya mendukung sanksi tegas bagi pelaku serta perlindungan maksimal bagi korban melalui sistem pencegahan dini yang inklusif.
“Menyangkut visi intelektual yang melayani. Kami semua mengajak seluruh alumni untuk memastikan bahwa pendidikan tetap berkualitas, terjangkau, dan menjadi alat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa tanpa meninggalkan kelompok yang lemah,” pungkasnya.
Baca juga: (video) Taklimat Hardiknas 2026 yang Disampaikan oleh Ketua IKA UNJ Sugeng Suparwoto
HT





