Nasional

Perjalanan Tak Biasa Muktamirin Menuju Muktamar NU ke-35 di Tambakberas

Channel9.id – Jombang. Banyak cerita menarik pada perhelatan Muktamar NU ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum  Tambakberas, Jombang kali ni. Bukan hanya soal isu dan gosip terkait calon-calon Ketua Umum dan calon Rois ‘Aam yang semakin santer menjadi gosip panas di kalangan muktamirin. Cerita manariknya, tentu saja banyaknya masyarakat mahdliyin dengan berbagai cara berangkat ke Tambakberas untuk sekedar menghadiri muktamar NU yang diselenggarakan yang berlangsung dari Kamis (27/8/2026) hinggg 30 Agustus 2026.

Berbagai ragam cara para muktamirin berangkat dari tempat asal menuju lokasi Muktamar NU ke-35 di Tambakberas Jombang. Ada muktamirin yang berangkat rombongan dengan menggunakan bus. Bukan hanya satu atau dua bus. Tetapi mereka menggunakan puluhan pus. Bahkan menurut keterangan muktamin yang tidak mau disebutkan namanya, rombongan dari Tasikmalaya mengerahkan 25 bus untuk mengantarkan muktamirin ke Muktamar NU kali ini..

“Majelengka hanya 6 bus, tapi Tasikmalaya sampai 25 bus,” kata Cecep salah seorang muktamirn yang ditemui di Tambakberas, Jombang, Kamis (27/8/2026).

Yang lebih menarik lagi, seorang laki-laki anggota Banser bernama Maskhun Arif Hidayat. Dia berangkat dari Palembang mengayuh sepeda. Dia menggenjot sepeda sendiri menyusuri jalan sepanjang Jawa menuju arena Muktamar NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas Jombang.

Perjalanan Maskhun sangat jauh dan sedikit nekat menuju tempat Muktamar NU. Dia menempuh perjalan dengan mengayuh sepeda  dari Sumatera Selatan. Di mengayuh sepeda sendirian menuju Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, lokasi penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU.

Aksi Maskhun sempat menarik perhatian masyarakat di sepanjang jalan yang dia telusuri. Sahabat-sahabatnya sesama anggota Banser menyambut dia dengan antusias. Aksi “nekat” Maksum itu dinyakatannya sebagai bentuk kecintaannya kepada NU.

“Perjalanan tersebut bukan sekadar menempuh ribuan kilometer, melainkan menjadi simbol pengabdian, kecintaan, dan loyalitas kepada jam’iyah Nahdlatul Ulama,” kata Maksum dalam ungahan WhatsApp Channel Gerakan Pemuda Ansor.

Perjalanan menuju Muktamar tidak biasa juga ditempuh 70 orang pemotor NU Malang Raya. Mereka berangkat ke Muktamar ke-35 NU di Jombang dengan sepeda motor. Bahkan keberangkatan mereka dilepas secara resmi oleh Wali KotaWahyu Hidayat bersama Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi Sukarno di area kampus Universitas Islam Malang (Unisma), Kamis (27/8/2026).

Bagi muktamirin yang jauh menenpuh perjalanan ke Muktamar, punya harapan besar dengan gelaran “lebaran” Muktamar NU. Seperti dikatakan Junef pemimpin rombongan sepeda motor asal Kota Malang berharap Muktmar NU ini menjadi harapan bagi Indonesia.

Dia berharap Muktamar NU ke-35 ini dapat membuat keputusan strategis bagi kemajuan bangsa. “Kita berharap biar Indonesia damai, terus bisa menjadikan ke depannya pahlawan-pahlawan kita, generasi kita lebih maju,” kata Junef.

Lain lagi pengalaman seorang muktamirin dari Kabupaten Papua Pegunngan mengaku bernama Malek. Ditemui di lokasi Muktamar, Jumat (28/8/2026), Malek mengaku berangkat bersama 40 orang muktamirin asal Papua Pegunungan menggunakan pesawat ke Muktamar NU-35 di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

“Kami sudah sampai di Tambakberas 25 Agustus lalu” kata Malek sambil senyum.

Ketika ditanya berapa Malek mesti mengeluarkan uang dari koceknya untuk beli tiket pesat, dia hanya tersenyum.

“Pastinya besar ya,” kata dia senyum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

52  +    =  62