Hot Topic

Perkuat Kontribusi Pemikiran Kampus, Ketua MWA UNJ Dorong Lahirnya Rawamangun School of Thought

Channel9.id – Jakarta. Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Prof. Nizam mendorong lahirnya Rawamangun School of Thought dengan UNJ sebagai motor intelektual dalam menghasilkan gagasan untuk menjawab berbagai persoalan masyarakat, bangsa, dan negara. Menurutnya, inisiatif tersebut dapat diperkuat melalui dukungan dana abadi yang dihimpun bersama alumni.

Hal itu disampaikan Prof. Nizam saat menjadi panelis dalam Diskusi yang diselenggarakan Ikatan Alumni (IKA) UNJ bersama Kampus UNJ bertema “Peran UNJ sebagai Kampus Berdampak dan Bereputasi Global dalam Pembangunan Jakarta” yang digelar di Aula Latief Hendraningrat, Kampus A UNJ, Jakarta Timur, Jumat (10/7/2026).

Dalam pemaparannya, Prof. Nizam mengatakan perguruan tinggi tidak hanya berperan menghasilkan lulusan, tetapi juga mengembangkan pemikiran yang dapat memberikan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, UNJ memiliki peluang untuk memperkuat peran tersebut melalui pengembangan pusat pemikiran yang didukung oleh kolaborasi alumni.

“Saya sangat senang berdiskusi dengan Pak Ketua IKA dan Pak Rektor untuk melahirkan Rawamangun School of Thought, dengan UNJ sebagai motor intelektualnya, untuk mengembangkan pemikiran-pemikiran yang bernas dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Prof. Nizam.

Ia menjelaskan, pengembangan gagasan tersebut dapat didukung melalui dana abadi yang berasal dari kontribusi para alumni. Menurutnya, alumni yang telah berhasil dapat berperan sebagai funding donor untuk mendukung pengembangan bidang ilmu tertentu maupun berbagai inisiatif akademik di UNJ.

“Kemudian akan sangat baik apabila alumni yang sudah berhasil menjadi semacam funding donor. Misalnya ada dana abadi untuk Pendidikan Sejarah, dana abadi untuk pengembangan ilmu dasar, atau dana abadi untuk pengembangan pemikiran Salemba,” jelasnya.

Prof. Nizam menilai dana abadi menjadi instrumen penting untuk mendukung berbagai kegiatan akademik yang memerlukan pembiayaan berkelanjutan. Selain riset, hasil pengelolaan dana tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk pengembangan dosen dan peningkatan kapasitas institusi.

“Kalau kita ingin melakukan riset-riset yang menjadi terobosan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di Jakarta misalnya, itu semua membutuhkan sumber daya dan membutuhkan pendanaan. Di situlah kita bisa menggunakan hasil pengelolaan dana abadi tadi,” jelasnya.

Menurutnya, keberhasilan pengembangan dana abadi tidak terlepas dari keterlibatan alumni sebagai pihak yang memiliki kedekatan dengan almamater. Karena itu, ia mengajak IKA UNJ untuk menjadi pelopor dalam menggalang dukungan bagi keberlanjutan pengembangan kampus.

“Nah, inilah yang perlu kita jalankan. Di sini saya sangat mengharapkan dan sangat mengajak seluruh alumni IKA UNJ agar menjadi yang terdepan, memimpin gerakan ini. Karena alumni adalah pihak yang paling memiliki akar terhadap almamaternya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Prof. Nizam menyatakan optimistis UNJ bersama IKA UNJ dapat membangun fondasi yang kuat untuk mendukung kemajuan kampus melalui penghimpunan dana abadi. Ia berharap kolaborasi tersebut juga menjadi langkah awal dalam melahirkan berbagai pemikiran yang memberikan kontribusi bagi pembangunan.

“Semoga IKA UNJ dan UNJ semakin kompak, semakin solid, dan pemikiran-pemikiran Salemba dapat terus kita lahirkan dari UNJ,” pungkasnya.

Baca juga: Ketua MWA UNJ Ajak Alumni Bangun Dana Abadi untuk Keberlanjutan Kampus

HT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

20  +    =  27