Channel9.id-Jakarta. Peneliti Ukraina temukan bangkai delapan unit Hawker Hurricane yang merupakan pesawat tempur Inggris pada era perang dunia dua. Penemuan tersebut terjadi di wilayah Kyiv oleh sekelompok relawan yang bertujuan untuk menjinakan bom sisa perang yang belum meledak. Upaya penggalian ini dipimpin oleh Oleks Shtan yang merupakan mantan pilot penerbangan komersil.
Pesawat Hawker Hurricane yang merupakan produk Inggris ini merupakan bagian dari pinjaman perang (land-lease) untuk Uni-Soviet. Kebijakan tersebut mensyaratkan pengembalian unit pesawat yang utuh seusai perang. Namun otoritas Uni-Soviet menolak pengembalian tersebut dan memilih untuk mengubur pesawat tempur tersebut.
Pada perang dunia dua, pesawat tempur ini memainkan peran penting dalam memastikan kemenangan sekutu. Kendati disebut lebih tertinggal dibanding saudara nya, pesawat Spitfire, Hawker Hurricanes juga tidak kalah penting. Dilansir dari Livesciences, Hurricane ini memainkan peran penting dalam pertahanan pertempuran di Inggris pada 1940. Pada waktu itu, pesawat Hurricane lah yang memangkas penerbang musuh sampai setengahnya.
Hawker Hurricane sendiri adalah pesawat kursi tunggal yang di design oleh Sydny Camm dan dikembangkan oleh Hawker Aircraft pada awal tahun 1930an. Pesawat ini terbang perdana pada awal 1936 oleh pilot angkatan udara Inggris, Sammy Wroath. Menurut pilot tersebut, pesawat ini muda sangat simple dan mudah dikendalikan tanpa masalah. Raja Edward VIII bahkan yang memberi nama Hawker Hurricane pada Juli di tahun yang sama.
Pada pertempuran Inggris, 1.715 Hawker Hurricane mengudara dalam pertempuran Inggris pada 1940. Seperti yang disebutkan diatas, kinerjanya dianggap sangat memuaskan. Hurricane Hawker juga memiliki utilitas lain melalui konversi ke model kapal induk, Hawker Sea Hurricane Mk.1A. Dengan begitu, kapal ini dapat beroperasi lepas pantai.
Kepala penelitian museum penerbangan Ukraina, Valerii Romanenko, menyebut bahwa Hurricanes adalah simbol bantuan Inggris semasa perang dunia dua. Ia juga sempat menyampaikan apresiasi kepada negara tersebut karena menjadi salah satu negara yang memberi bantuan peralatan tempur dalam pertempuran ini.
(FB)