Connect with us

Hukum

Polisi Sebut Kebun Ganja Hidroponik di Brebes Untuk Konsumsi Pelaku Sendiri

Published

on

Channel9.id – Jakarta. Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat menggerebek kebun ganja hidroponik di sebuah rumah daerah Brebes, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan empat pelaku yakni pengguna ganja berinisial TM (39), HF (30) selaku kurir, SY (36) pemilik kebun ganja hidroponik, dan UH (39) produsen atau yang pemberi perintah untuk menanam.

Penggerebekan itu berdasarkan pengembangan penyidikan yang dilakukan terhadap tersangka inisial HF, yang ditangkap Polres Jakarta Barat.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo menyampaikan, kelompok ini tidak memanfaatkan ganja untuk motif ekonomi. Pelaku menggunakan ganja untuk konsumsi pribadi.

Baca juga: Polisi Gerebek Kebun Ganja Hidroponik di Brebes

“Yang unik dalam pengungkapan kebun ganja hidroponik tersebut pelaku tidak memiliki motif ekonomi, artinya pelaku menanam hanya untuk konsumsi pribadi,” kata Ady, Rabu 9 Juni 2021.

Ady menjelaskan, sebelum menanam ganja di daerah Brebes, pelaku sempat mencoba menanam di Majalengka. Namun, upaya itu tidak berhasil.

Dalam pengungkapan tersebut polisi menemukan 300 pot tanaman ganja namun yang berhasil tumbuh hanya 200 pot.

“Satu pot ganja menghasilkan 200 gram. Jadi total 40 kilogram dari 200 pot tanaman ganja,” kata Ady.

Atas perbuatannya, tersangka TM dijerat pasal penyalahgunaan narkoba yakni Pasal 127 UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman di atas 5 tahun penjara.

Sedangkan terhadap HF, SY, dan UH dikenakan pasal 114 ayat 2 sub 111 ayat 2 juncto pasal 132 ayat 1 UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun penjara.

HY

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum

Remaja 16 Tahun Diperkosa Oknum Polisi di Polsek Jailolo

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Seorang remaja usia 16 tahun diduga diperkosa oknum polisi Biptu II di kantor Polsek Jailolo Selatan, Halmahera Barat, Maluku Utara.

Kabid Humas Polda Maluku Utara Kombes Adip Rojikan menyampaikan, oknum itu sudah menjadi tersangka.

“Sesaat setelah kejadian itu langsung ditersangkakan,” kata Adip, Rabu 23 Juni 2021.

Adip menjelaskan, kasus bermula saat korban dan temannya hendak pergi ke Kota Ternate. Karena sudah terlalu malam, keduanya memutuskan untuk bermalam di sebuah penginapan di Sidangoli, wilayah Kecamatan Jailolo Selatan, Halmahera Barat, Minggu 13 Juni 2021.

Kemudian pada pukul 01.00 Wita, korban tiba-tiba didatangi polisi dan diamankan ke Polsek Jailolo Selatan. Korban dibawa tanpa alasan yang jelas.

Di sana, korban dan temannya diinterogasi di ruangan berbeda. Korban diinterogasi oleh oknum polisi Briptu II. Di saat itu, korban menjadi korban pemerkosaan.

Saat ini kasus sedang ditangani Ditreskrimum Polda Maluku Utara.

Sementara korban telah didampingi unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Ditreskrimum Polda Maluku Utara.

HY

Continue Reading

Hukum

Polri Bakal Tindak Tegas Jika Massa Rizieq Timbulkan Kerumunan

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Petugas Kepolisian menegaskan bakal membubarkan massa simpatisan atau pendukung mantan Imam Besar FPI, M. Rizieq Shihab jika menimbulkan kerumunan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Diketahui, mantan pentolan FPI itu bakal menjalani sidang pembacaan vonis terkait perkara penyebaran kabar bohong (hoaks) hasil tes virus corona (Covid-19) di Rumah Sakit Ummi, Bogor, Jawa Barat, Kamis, 24 Juni 2021.

“Yang datang bila melanggar ketentuan prokes dan berkerumun akan kami bubarkan,” kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Erwin Kurniawan, Rabu, 22 Juni 2021.

Tak hanya itu, kata Erwin, jika kedapatan menimbulkan kerumunan di sekitar lokasi sidang, pihaknya juga bakal meminta pertanggungjawaban dari koordinator massa.

Disampaikan Erwin, hal ini dilakukan lantaran pandemi Covid-19 masih terjadi di Jakarta. Apalagi, peningkatan kasus terkonfirmasi positif tercatat juga masih terus meningkat.

“Dan meminta pertanggungjawabannya dari para koordinatornya, mengingat Jakarta sekarang sedang tinggi-tingginya penyebaran covid-nya,” ucap Erwin.

Terkait berapa jumlah personel yang akan diterjunkan untuk pengamanan, Erwin belum mengungkapkannya.

“Kepolisian selalu berkomitmen mengamankan persidangan dari awal agar berjalan dengan aman tertib dan lancar,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jendral PA 212, Novel Bamukmin mengklaim pihaknya tak memiliki wewenang untuk menghentikan massa yang hendak hadir di PN Jaktim saat pembacaan vonis.

“Kami tentunya tidak mampu dan tidak punya wewenang untuk menghentikan antusias pencinta Habib Rizieq [ke PN Jaktim],” kata Novel, Selasa, 22 Juni 2021.

Novel hanya menegaskan bahwa PA 212 akan terus mengawal sidang Rizieq sampai tuntas. Ia juga mengklaim berjanji akan menaati protokol kesehatan dan prosedur yang dibuat oleh pemerintah selama ini.

IG

Continue Reading

Hukum

Habib Bahar bin Smith Divonis 3 Bulan Penjara

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Majelis Hakim pada Pengadilan Negeri Bandung memvonis Habib Bahar bin Smith dengan pidana penjara selama 3 bulan. Habib Bahar dinilai hakim terbukti bersalah melakukan penganiayaan terhadap sopir taksi online, Andriansyah.

Vonis dibacakan majelis hakim yang dipimpin Surachmat dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bandung pada Selasa, 22 Juni 2021. Bahar dinyatakan bersalah sesuai Pasal 351 KUHPidana.

“Mengadili, menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa habib Bahar selama 3 bulan,” ujar Surachmat saat membacakan amar putusannya.

Dalam putusannya, hakim menilai Habib Bahar bersalah. Dia menyebut Bahar untuk tetap ditahan. Bahar sendiri saat ini tengah menjalani hukuman atas kasus sebelumnya yaitu penganiayaan dua remaja.

“Bersalah sesuai dakwaan lebih subsider Pasal 351,” kata Hakim.

Putusan hakim lebih rendah ketimbang tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Jabar. Dalam tuntutannya, Bahar dituntut 5 bulan penjara.

Baca juga: Habib Bahar Menjadi Tersangka Penganiayaan

Seperti diketahui, Habib Bahar diadili atas kasus pemukulan terhadap sopir taksi online bernama Andriansyah. Pemukulan itu dilakukan usai Andriansyah mengantar istri Bahar pada tahun 2018 lalu.

Dalam sidang tuntutan, jaksa menuntut Bahar dengan hukuman 5 bulan penjara. Bahar dinilai terbukti melakukan penganiayaan sesuai Pasal 351 KUHP Jo Pasal 55.

“Menjatuhkan pidana dengan pidana penjara selama lima bulan. Dengan tetap ditahan,” ujar jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat saat membacakan amar tuntutan.

IG

Continue Reading

HOT TOPIC