Connect with us

Hukum

Polisi Selidiki Kekerasan Terhadap Anak di Cileunyi

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bandung turun tangan mengusut kasus tindak kekerasan terhadap anak kecil berusia sekitar lima tahun di Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Penyidik telah meminta keterangan saksi dan pelaku. Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan mengatakan, telah mendapat laporan terkait video aksi tak terpuji pria dewasa menendang anak kecil yang viral di media sosial Instagram pada Jumat, 6 November 2020.

Setelah mendapakatan informasi tersebut, kata Kapolresta Bandung, jajaran reserse (satreskrim Polresta Bandung) melakukan pengecekan untuk memastikan kebenaran video tersebut.

Baca juga: Polisi RIngkus Kelompok Begal Perwira Marinir

“Dari pengecekan diketahui penganiayaan terhadap anak yang viral di medsos itu terjadi pada Jumat 23 Oktober 2020,” kata Kapolresta Bandung, Sabtu (07/11/2020).

Bandung Kombes Pol Hendra mengemukakan, penganiayaan itu terjadi di Jalan Galumpit, Desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Pria dewasa yang menganiaya bayi berusia di bawah lima tahun (balita) bernama Faris Rahman.

“Pelaku melakukan penganiayaan dengan menendang korban ke arah bagian paha belakang sebelah kanan. Akibatnya, korban terjatuh ke lantai dengan posisi tengkurap. Setelah itu korban di bantu berdiri oleh istri pelaku, Naimah Nurul Ulum,” ujar Kombes Pol Hendra.

Korban penganiayaan, tutur Kapolresta Bandung, berinisial N, berusia kurang dari lima tahun. Antara pelaku dengan korban masih ada ikatan keluarga. Pelaku merupakan paman korban. Belum diketahui apa penyebab pelaku melakukan penganiayaan tersebut. Namun berdasarkan keterangan keluarga, permasalahan ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan. “Kami masih dalami kasus ini. Kami tindak lanjuti,” tutur Kapolresta Bandung.

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Hari Ini Diperiksa, Polisi: Rizieq Shihab Jangan Bawa Massa

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Polda Metro Jaya akan memeriksa Rizieq Shihab sebagai saksi pada hari ini Selasa, 1 Desember 2020. Rizieq diperiksa sebagai saksi atas kerumunan pada pernikahan anaknya di Petamburan beberapa waktu lalu. Terkait hal itu, pihak kepolisian meminta Rizieq Shihab tidak membawa massa pendukungnya saat pemeriksaan, namun cukup datang didampingi pengacara.

“Intinya kita mengharapkan dia (Rizieq) datang dengan situasi begini, pandemi Covid-19 jangan lagi membuat kerumunan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Selasa (1/12).

Yusri menegaskan bakal membubarkan massa Persaudaraan Alumni 212 jika mendampingi petinggi FPI Rizieq Shihab menjalani pemeriksaan pada hari ini, Selasa (1/12). Langkah tegas diambil guna mencegah pelanggaran protokol kesehatan.

“Kalau tetap memaksa, massa yang banyak yang bisa menimbulkan (pelanggaran) protokol kesehatan, Polda Metro Jaya akan mengambil langkah tegas dengan cara membubarkan,” katanya.

Baca juga: Politikus PDI Perjuangan Prediksi Rizieq Shihab jadi Tersangka dan Ditahan 

Yusri mengingatkan bahwa kerumunan massa dilarang di tengah situasi pandemi Covid-19. Dia berharap tidak ada massa yang mendampingi Rizieq ke Polda Metro Jaya.

Ada empat orang yang rencananya akan diperiksa sebagai saksi oleh Polda Metro Jaya terkait kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat.

Mereka adalah Rizieq Shihab, menantu Rizieq yakni HA, biro hukum FPI dan ketua panitia acara yakni Haris Ubadidillah. Kasus sudah dinaikkan ke tingkat penyidikan.

Berkenaan dengan pemeriksaan Rizieq, Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin mengatakan pihaknya bakal mengerahkan massa untuk memberikan pendampingan.

“Kalau memang HRS (Habib Rizieq Shihab) memenuhi panggilan ke Polda Metro Haya maka bisa terjadi umat akan tumpah ruah turun ke jalan mengawal pemeriksaan,” kata Novel, Senin (30/11) dikutip CNNIndonesia.

Sebelumnya, kepolisian juga telah memeriksa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria.

IG

Continue Reading

Hot Topic

Polisi Pastikan Perkara RS Ummi Tetap Dilanjutkan

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat Inspektur Jenderal Ahmad Dofiri mengatakan, kepolisian sudah memanggil sejumlah pihak terkait RS Ummi yang diduga menghalang-halangi upaya penanganan COVID-19.

“Sudah dilakukan pemanggilan pada beberapa pihak. Kita lihat yang Polresta Bogor telah melayangkan surat pemanggilan itu,” katanya, Senin (30/11).

Menurutnya, langkah Rumah Sakit atau RS Ummi yang diduga menghalangi Satgas Penangan Covid-19 Kota Bogor termasuk pidana murni.

“Ini bukan delik aduan tapi pidana murni. Kalau pidana murni, kewajiban negara melalui aparatnya yakni kepolisian untuk meng-handle langsung dan mengusut perkara ini,” kata Ahmad Dofiri.

Baca juga: Polisi Periksa Empat Direktur RS Ummi Hari Ini 

Satgas Covid-19 Kota Bogor melaporkan Direktur Rumah Sakit Ummi ke polisi pada Sabtu, 28 November 2020. Rumah sakit diduga menghalangi upaya tes swab oleh tim satgas COVID-19 terhadap Rizieq Shihab.

Dofiri mengatakan polisi bakal bertindak tegas terhadap siapapun yang kurang serius dalam penanganan Covid-19.

“Covid-19 adalah penyakit yang membahayakan dan penularannya sangat cepat dan meluas, oleh karena itu perlu upaya kita bersama dan dalam hal ini pihak kepolisian akan bersungguh melakukan tindakan yang lebih tegas dan terukur,” kata Dofiri.

Sebelumnya, Direktur Utama RS Ummi Andi Tata mengatakan RS Ummi didatangi Satgas Kota Bogor dan meminta tetap dilakukan uji usap kepada Rizieq. Bahkan menurut Andi, pihak Satgas menunggu hingga larut malam.

Menurut Andi, dari pertemuan dengan Satgas, pihak rumah sakit kemudian meminta Rizieq Shihab melakukan swab test.

Pada Jumat, 27 November, Rizieq kemudian melakukan tes usap. Tapi bukan pihak rumah sakit yang melakukannya, melainkan lembaga bernama Mer-C. “kami pun belum diberi tahu. Kalau sudah ada infonya, kami pasti koordinasikan dengan Pemkot,” kata Andi, Ahad, 29 November 2020.

Meski telah dilakukan swab test, Satgas Covid-19 Kota Bogor mengatakan hal tersebut tidak sesuai prosedur, sehingga akhirnya pemerintah melaporkan rumah sakit ke kepolisian. Satgas menganggap RS Ummi menghalang-halangi tugas Satgas.

“Tapi setelah melakukan klarifikasi dan kami mengakui ini kelemahan internal kami dalam koordinasi dan komunikasi, pihak Pemkot pun memahami dan mencabut laporan itu,” kata Andi.

IG

Continue Reading

Hot Topic

Lafaz Adzan Serukan Jihad, PP Muhammadiyah Minta Pihak Berwenang Bertindak

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Beredar video berupa azan yang menyelipkan lafaz ‘hayya alal jihad’ viral di media sosial. Muhammadiyah mengaku tak menemukan hadis yang menjadi dasar azan tersebut.

“Saya belum menemukan hadis yang menjadi dasar azan tersebut. Saya juga tidak tahu apa tujuan mengumandangkan azan dengan bacaan ‘hayya alal jihad’,” kata Abdul Mu’ti, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Senin (30/11/2020).

Abdul meminta aparat keamanan menelusuri sejumlah video yang beredar di masyarakat ini. Kementerian Agama juga harus meneliti hal itu.

Baca juga: Polisi Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi Seruan Jihad FPI 

“Aparatur keamanan dapat melakukan penyelidikan dan memblokir supaya video azan tersebut tidak semakin beredar dan meresahkan masyarakat. Balitbang Kementerian Agama dapat segera meneliti,” ucapnya.

Abdul mengatakan ormas Islam di Indonesia juga wajib menuntut anggotanya tetap teguh ikut ajaran yang baik.

“Ormas-ormas Islam perlu segera memberikan tuntunan kepada para anggota agar tetap teguh mengikuti ajaran agama Islam yang lurus,” ujarnya.

Seperti diketahui, Wakil Sekretaris Umum FPI Aziz Yanuar menyampaikan salah satu azan yang menyelipkan kata jihad memang ada di masjid yang berada di sekitar lingkungan Petamburan, Jakarta Pusat.

Aziz mengatakan seruan seperti itu wajar karena masyarakat menganggap ada ketidakadilan.

“Iya benar. Macam-macam itu di mana-mana ada di Petamburan, ada di Bogor,” ungkap Aziz saat dihubungi terpisah.

Ia menilai seruan azan dengan lafaz jihad wajar karena menilai ada ketidakadilan kepada ulama yang tak sepaham dengan pemerintah. Azis pun meminta ada perlakuan yang sama di sektor hukum.

“Saya rasa itu wajar karena masyarakat melihat ketidakadilan melihat kezaliman luar biasa kepada ulama dan habaib karena tidak sepaham dengan pemerintah.  Kan seharusnya tidak seperti itu, masyarakat kan diajarin pemerintah demokrasi Pancasila seperti apa menghargai pendapat, keadilan, dan kesetaraan di depan hukum,” ujar Aziz.

“Tapi pemerintah dan aparat keamanan diduga memperlihatkan hal sebaliknya. Ya wajar kalau rakyat marah makanya saya memiliki pandangan perlakukan hukum dengan baik sesuai asas-asas keadilan,” tandasnya.

IG

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC