Connect with us

Hukum

Polri Tangkap Pemilik PT Grab Toko Indonesia, Rugikan Konsumen Hingga Rp17 Miliar

Published

on

Channel9.id – Jakarta. Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap pemilik PT Grab Toko Indonesia, Yudha Manggala Putra.

Yudha ditangkap atas dugaan melakukan tindak pidana menyebarkan berita bohong dan menyesatkan hingga menyebabkan kerugian senilai Rp17 miliar.

Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo menyatakan, Yudha ditangkap pukul 20.00 WIB di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Sabtu (9/1) lalu.

“Telah melakukan penangkapan terhadap seorang laki-laki yang melakukan dugaan tindak pidana menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi eletronik, tindak pidana transfer dana atau pencucian uang,” kata Listyo kepada wartawan, Rabu 13 Januari 2021.

Listyo menjelaskan, Yudha mulanya melibatkan pihak ketiga selaku pembuat website belanja online atau daring. Mereka menggunakan modus menawarkan berbagai macam barang elektronik dengan harga murah.

“Ada 980 konsumen yang pesan barang, tapi hanya sembilan yang menerima barang,” kata Listyo.

Selain itu, Yudha juga menyewa sebuah kantor di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Dia merekrut enam pegawai yang berperan menangani konsumen yang mengeluhkan apabila barang yang dibelinya tidak kunjung datang.

Listyo menyebut enam pegawai Yudha tersebut selalu menggunakan dalih meminta waktu tambahan pengiriman terhadap konsumen yang mengeluh. Meski pada akhirnya barang tersebut tidak pernah dikirimnya.

Adapun penyidik turut mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya handphone, laptop, simcard, KTP, dan buku tabungan.

Atas perbuatannya, Yudha yang telah berstatus tersangka itu dijerat dengan Pasal 28 ayat 1 juncto Pasal 45A ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 dan/atau Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 82 dan/atau Pasal 85 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana.

“Rencana tindak lanjut membawa tersangka ke Bareskrim untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, mempersiapkan administrasi penyidikan dan melakukan pemeriksaan digital forensik terhadap barang bukti,” pungkasnya.

(HY)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum

Polda Jatim Tangkap Penyebar Hoax Kasdim Gresik Meninggal Usai Vaksin

Published

on

By

Channel9.id-Gresik. Tim Cyber Satreskrim Polres Gresik akhirnya berhasil menangkap pelaku pembuat sekaligus penyebar kabar hoaks Kasdim 0817 Gresik meninggal dunia usai divaksinasi.

Hal itu disampaikan Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi saat menggelar jumpa pers di Mapolres Gresik Rabu 20 Januari 2021. Menurutnya, pelaku berhasil ditangkap usai tim cyber Polres Gresik dan Polda Jatim melakukan patroli.Tersangka ialah Try Setyo (44) warga Kabupaten Gresik.

“Pelaku diduga telah membuat sekaligus menyebarkan konten bohong via Whatsapp group terkait kematian Kasdim 0817 Gresik, Mayor Sugeng Riyadi usai melakukan vaksinasi di rumah sakit Ibnu Sina, Gresik,” ungkapnya.

Dari penangkapan itu, polisi berhasil mengamankan hp yang digunakan pelaku.

“Untuk motifnya sampai saat ini masih didalami oleh tim penyidik,” imbuh Wakapolda.

Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudah percaya berita yang belum terbukti kebenarannya. Tak lupa, pihaknya terus mengajak masyarakat agar mau divaksin sebagai upaya menghentikan penyebaran covid-19 di Indonesia.

Continue Reading

Hukum

Warga Surabaya Digegerkan Penemuan Granat Aktif dan 3 Peluru Tajam

Published

on

By

Warga Jalan Pakis Surabaya Digegerkan Oleh Penemuan Granat Aktif dan 3 Peluru Tajam

Channel9.id-Surabaya. Warga di jalan Pakis Surabaya digegerkan oleh penemuan granat dan peluru yang diduga masih aktif oleh petugas Dinas Kebersihan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya saat membersihkan saluran air di Jalan Pakis, Kelurahan Pakis, Kecamatan Sawahan Surabaya, Rabu (20/1/21).

Kapolsek Sawahan AKP Wisnu Setyawan membenarkan adanya penemuan granat beserta peluru tersebut.

“Untuk sementara jalur Pasar Pakis arah Pakis Gunung ditutup. Ada penemuan granat dan peluru di tanah yang sedang dikeruk,” jelas AKP Wisnu Setyawan Kuncoro Kapolsek Sawahan.

Bahkan guna mengantisipasi kejadian yang tak diinginkan, petugas melakukan lokalisir wilayah penemuan granat. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi jika granat dan peluru tersebut masih aktif.
Mengetahui granat masih aktif, para petugas kebersihan lantas menjauh dari lokasi karena takut meledak.

AKP Wisnu menjelaskan sekarang petugas sedang sterilisasi lokasi dan sedang menunggu Tim Inafis Polrestabes Surabaya dan Gegana Polda Jatim.

Petugas masih mencoba mengamankan lokasi supaya masyarakat yang melihat ke lokasi tak mendekati daerah atau zona berbahaya ini. Sebab jika ada yang mendekat dan bahan peledak ini ada pemicu ledakan maka akan membahayakan warga.

Kini granat dan peluru tersebut sudah diamankan petugas dan dibawa ke Mako Brimob Polda Jatim untuk diamankan.

Continue Reading

Hukum

KPK Cecar Keluarga Mengenai Keberadaan Harun Masiku

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  mencecar saudara Harun Masiku, Daniel Tonapa Masiku, mengenai keberadaan Harun Masiku pada Selasa (19/1). KPK berupaya mendalami mengenai dugaan adanya komunikasi Daniel dan keberadaan mantan calon legislatif PDIP tersebut.

“Didalami pengetahuannya terkait dugaan adanya jalinan komunikasi saksi yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengan HAR,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Rabu (20/1).

Baca juga: Polisi Dalami Informasi Harun Masiku Meninggal 

Harun merupakan tersangka penyuap anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan. KPK menduga Harun menyuap Wahyu supaya dipilih menjadi anggota DPR lewat jalur pergantian antarwaktu. Akan tetapi saat operasi tangkap tangan, penyidik gagal menangkap Harun. Hingga sekarang Harun masih buron.

Ali mengatakan dari 2017 hingga 2020, KPK memiliki 10 orang yang berstatus buron. Tiga orang tersangka sudah ditangkap, di antaranya mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi.

Ali mengatakan KPK masih memiliki 7 orang tersangka buronan, salah satunya ialah Harun Masiku. Dia mengatakan KPK terus mencari para buronan itu. Menurut Ali, KPK telah berkoordinasi dengan polisi untuk mencari para DPO. Dia juga meminta masyarakat untuk menghubungi call center KPK di 198 bila melihat para buronan.

IG

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC