Connect with us

Hot Topic

Polri Tegaskan Akan Bubarkan FPI Baru Jika Tak Terdaftar Resmi

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Polri menyatakan tetap akan membubarkan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Front Persatuan Islam atau FPI baru, jika tidak terdaftar. Oleh karena itu jika organisasi kemasyarakatan (Ormas) ingin diakui, maka ormas tersebut harus terdaftar secara resmi.

“Semua ada aturan-aturan sebenarnya, apabila jenis apa FPI baru dan sebaiknya itu kalau dia ingin menjadi suatu ormas seharusnya mengikuti aturan-aturan yang berlaku,” tegas Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Polisi Rusdi Hartono dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (5/1).

Baca juga: FPI Jadi Front Persatuan Islam, Ini Tanggapan Polri 

Rusdi melanjutkan, merujuk aturan UU Ormas terbaru (UU Nomor 16 Tahun 2017), jika deklarasi Front Persatuan Islam (FPI) ingin sah secara hukum dan diakui eksistensinya oleh negara sebagai ormas yang terdaftar di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Sementara sejumlah pihak mendeklarasikan berdirinya Front Persatuan Islam di sejumlah daerah, setelah FPI dibubarkan pemerintah.

“Apabila dari FPI model baru apa pun itu namanya ternyata tidak mendaftarkan atau tidak mengikuti aturan-aturan yang berlaku artinya ada kewenangan dari pemerintah untuk bisa melarang dan bisa membubarkan karena tidak mendaftarkan keorganisasianya dengan undang-undang yang berlaku,” tutur Rusdi.

Diketahui, deklarasi Front Persatuan Islam tercetus di sejumlah daerah, mulai dari di Pulau Jawa, Sumatera dan Kalimatan. Di wilayah Jawa, misalnya, sejumlah umat Islam di Ciamis, Jawa Barat, mendeklarasikan terbentuknya Front Persatuan Islam (FPI). Kemudian, di Lampung, sejumlah tokoh, aktivis, dan santri perwakilan dari enam kabupaten/kota mendeklarasikan Front Persatuan Islam, tepatnya di Kabupaten Pringsewu, Sabtu (2/1).

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Positif Corona Bertambah 11.948, Jabar Penyumbang Terbanyak

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Indonesia mencatatkan penambahan kasus Covid-19 sebanyak 11.948 pada Rabu, 27 Januari 2021. Dengan penambahan tersebut, total kasus Covid-19 di tanah air berjumlah 1.024.298, sejak ditemukan kasus pertama pada 2 Maret 2020.

Tercatat penambahan 387 orang meninggal dunia setelah terinfeksi virus corona, sehingga total pasien meninggal akibat Covid-19 total berjumlah 28.855.

Baca juga: Tembus Satu Juta, Kasus Covid-19 Bertambah 13.095

Adapun pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 10.974 orang. Dengan penambahan tersebut, jumlah penderita yang sembuh mencapai 831.330 orang.

Sebanyak 11.948 kasus baru Covid-19 diketahui setelah dilakukan pemeriksaan terhadap 77.788 spesimen dalam sehari. Dalam jangka waktu yang sama, ada 46.491 orang yang diambil sampelnya untuk menjalani pemeriksaan spesimen.

Sejauh ini, pemerintah sudah melakukan pemeriksaan 8.959.395 spesimen terhadap 5.978.128 orang yang diambil sampelnya.

Provinsi Jawa Barat (Jabar) kembali menjadi  penyumbang tertinggi kasus positif Covid-19 di Indonesia. Dengan penambahan sebanyak 3.198 kasus positif, Jabar menjadi peringkat pertama sebaran kasus Covid-19. Disusul DKI Jakarta yang menambah 2.314 kasus dan Jawa Tengah dengan 1.678 kasus.

 

Continue Reading

Hot Topic

ldham Azis Resmi Serahkan Panji Tribrata Polri Kepada Kapolri Listyo Sigit

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Jenderal Idham Azis resmi menyerahkan Panji Tribrata Polri kepada Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri baru di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Rabu 27 Januari 2021. Dengan penyerahan itu, tongkat kepemimpinan Polri berpindah ke Listyo Sigit.

Penyerahan itu dilakukan dalam upacara prosesi serah terima panji Polri Tribrata yang dihadiri sejumlah pejabat utama Mabes Polri. Dalam acara itu, Idham Azis didampingi istrinya Fitri Idham Azis dan Listyo Sigit didampingi sang istri, Julianti Sigit Prabowo.

Dalam sambutannya, Idham Azis mengucapkan selamat kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit.

“Atas nama pribadi dan keluarga saya mengucapkan selamat kepada Bapak Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo beserta Ibu Juliati Sigit,” kata Idham.

Idham menyebut dirinya akan selalu berdoa untuk kemajuan Polri yang saat ini dipimpin oleh Jenderal Listyo Sigit. Idham pun meyakini program Presisi yang dibawa oleh Jenderal Listyo akan membawa kemajuan untuk institusi Polri.

“Saya yakin dan berdoa, di tangan Bapak melalui program transformasi menuju Polri yang presisi, institusi Polri akan jauh lebih baik lagi. Seperti kata orang bijak, hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini,” kata Idham.

Presiden Jokowi resmi melantik calon tunggal Kapolri Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri di Istana Negara, Rabu 27 Januari 2021 pagi.

Usai jadi Kapolri, Listyo Sigit otomatis memiliki empat bintang atau berpangkat jenderal. Jokowi pun menyematkan pangkat jenderal itu usai pengambilan sumpah.

Sebelumnya, Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo menjadi calon tunggal Kapolri yang diusulkan Presiden Jokowi ke DPR. Komisi III DPR kemudian melakukan fit and proper test kepada Listyo Sigit. Seluruh fraksi menyetujui Listyo jadi Kapolri dan disahkan pada Rapat Paripurna DPR.

Saat menjalani fit and proper test di DPR, Listyo memaparkan visinya untuk mewujudkan Polri yang Presisi (prediktif, responbilitas, transparansi dan keadilan).

Listyo Sigit Prabowo adalah perwira tinggi Polri yang lahir pada 5 Mei 1969 atau berusia 51 tahun. Berbagai jabatan strategis di Korps Bhayangkara pernah didudukinya, seperti Kabareskrim, Kadiv Propram, Kapolda Banten, Ajudan Presiden RI Joko Widodo dan Kapolresta Solo. Perwira yang malang melintang di dunia reserse ini juga merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991.

Sejumlah kasus besar yang pernah ditanganinya antara lain penangkapan buronan Maria Lumowa yang merupakan tersangka kasus pembobolan Bank BNI hingga Rp1,7 triliun. Dia juga meringkus buronan Djoko Tjandra, beserta kasus-kasus lainnya.

HY

Continue Reading

Hot Topic

Awasi Peredaran Narkoba di Lapas, Kemenkumham Akan Aktifkan Intelejen

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kawilkumham) Jakarta, Liberti Sitinjak berencana mengaktifkan intelijen Lembaga Pemasyarakatan (lapas). Hal ini dalam rangka pengendalian peredaran Narkoba masih menjadi masalah serius dalam pengelolaan Lapas di Jakarta.

Menurut dia, intelijen Lapas diaktifkan untuk memutus peredaran Narkoba dari dan ke dalam Lapas. “Cara intelijen perlu diujicoba. Tujuannya untuk mengurai masalah peredaran Narkoba terutama yang dikendalikan dari dalam Lapas,” ujar Liberti Sitinjak kepada wartawan Rabu (27/1).

Baca juga: Polri Tetapkan 48.948 Tersangka Kasus Narkoba Sepanjang Tahun 2020 

Meski begitu, kata dia, idenya mengaktifkan intelijen Lapas tentu harus diuji. Karena itu, perlu persetujuan Direktorat Jenderal Lapas. Disana, kata dia, direktorat keamanan dan intelijen. Tetapi, kata dia, strategi pencegahan peredaran Narkoba di Lapas itu merupakan salah satu cara ampuh untuk mencegah.

“Masih dalam tahap koordinasi kita. Kalau tidak seperti ini kita selalu kebobolan terus,” ucap pria yang pernah mengantarkan Jakarta sebagai Wilayah Bebas Korupsi (WBK) Kanwilkumham Tahun 2020 itu.

Liberti mengakui adanya oknum petugas Lapas yang terlibat dalam peredaran Narkoba itu. Hal itu terbukti dari adanya oknum petugas ditangkap Polisi telah dipidana di Lapas Cipinang, Lapas Salemba, dan Rutan Cipinang.

Tetapi, dia membantah ada oknum petugas Lapas yang secara terang-terangan memfasilitasi masuknya Narkoba ataupun handphone ke dalam Lapas.

“Perlu digaris bawahi tidak pernah ada anak buah kami yang bawa handphone secara terang-terangan. Bahkan ada juga anak buah saya yang saat ini sudah nadi narapidana,” tegasnya.

Liberty Sitinjak berjanji akan menindak tegas setiap pegawai yang melanggar aturan dan disiplin.

IG

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC