Connect with us

Nasional

Posko Bertambah, Satgas: Menurunkan Kasus Aktif Dan Memperbaiki Zonasi Risiko

Published

on

Channel9.id – Jakarta. Perkembangan terkini pada kasus positif Covid-19, per 28 April 2021 terjadi penambahan harian pasien terkonfirmasi positif sebanyak 5.241 kasus dengan jumlah kasus aktif ada 100.502 kasus atau persentasenya 6,1% dibandingkan rata-rata dunia 12,9%.

Jumlah kesembuhan sebanyak 1.511.417 kasus atau telah menembus angka 91,2% dibandingkan rata-rata dunia 85,1%. Pada kasus meninggal sebanyak 45.116 kasus atau 2,7% dibandingkan rata-rata dunia 2,1%.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyoroti perkembangan persentase kasus aktif, progres pembentukan posko dan perkembangan zonasi risiko pada 6 provinsi. Ia menyandingkan data perkembangan pada 6 provinsi, yakni Jawa Tengah, Aceh, Jawa Barat, Riau, Sumatera Barat dan Kalimantan Barat.

Dari keenamnya, terdapat 3 provinsi yang mengalami perkembangan baik sejalan dengan meningkatnya jumlah posko. Seperti di Jawa Tengah, menurunnya kasus aktif selama 4 minggu berturut-turut dibarengi penambahan posko 4.463 poskos hingga tanggal 25 April 2020.

Baca juga: Satgas Minta Provinsi Prioritas PPKM Mikro Serius dalam Pembentukan Posko

“Hal ini menjadikan Jawa Tengah sebagai provinsi jumlah posko terbanyak di Indonesia,” Wiku memberi keterangan pers Perkembangan Penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Kamis (29/4/2021) yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Lalu, Aceh meski sempat terjadi kenaikan pada persentase kasus aktif, kemudian menurun selama 3 minggu berikutnya. Penurunan ini juga dibarengi pembentukan posko yang meningkat cukup tajam pada minggu ketiga, dari 352 menjadi 3.211 posko di minggu keempat. Aceh menjadi provinsi kedua terbanyak memiliki posko.

Jawa Barat, kenaikan kasus aktif sempat terjadi selama 3 minggu kemudian menurun pada minggu keempat. Penurunan ini juga sejalan dengan peningkatan jumlah posko hingga mencapai 3.117 posko. Dan provinsi menjadi ketiga terbanyak memiliki posko.

“Zonasi di ketiga provinsi ini juga cukup stabil, dimana pada provinsi Jawa Tengah dan Jawa Barat, tidak ada kabupaten/kotanya yang berpindah ke zona merah pada minggu ini,” lanjut Wiku.

Hasil perkembangan yang berbeda terlihat di provinsi Riau, Sumatera Barat dan Kalimantan Barat. Terjadi peningkatan kasus aktif yang konsisten selama 4 minggu terakhir dengan 2 atau lebih kabupaten/kota berpindah ke zona merah pada minggu ini. Hingga 25 April, jumlah posko pada masing-masing provinsi tersebut kurang dari 50 poskos.

Dari perbandingan ini membuktikan bahwa posko yang berfungsi dengan baik akan menurunkan jumlah kasus. Maka dari itu,  lanjut Wiku, seluruh provinsi diminta untuk memastikan terbentuknya posko di tingkat desa dan kelurahan, dan pastikan posko berfungsi aktif. Maksimalkan fungsi posko dengan rutin melakukan monitoring, sosialisasi serta edukasi masyarakat terkait Covid-19. Sehingga efektif dalam menekan penularan.

“Diharapkan semakin banyaknya posko terbentuk kedepannya, maka semakin banyak titik-titik pusat koordinasi penanganan Covid-19 hingga tingkat terbawah. Sehingga penanganan Covid-19 dapat dilakukan dengan semaksimal mungkin,” pungkas Wiku.

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Kembangkan Statistik Hayati, Kolaborasi Dukcapil dan BPS Berlanjut

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Kolaborasi Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri dan Badan Pusat Statistik (BPS) bakal terus berlanjut demi mewujudkan soliditas pemerintah dalam menyediakan layanan satu data kependudukan Indonesia.

Setelah sukses menggelar Sensus Penduduk 2020 (SP2020) dengan menggunakan data kependudukan Dukcapil Kemendagri, tahun ini BPS kembali bergandengan tangan dengan Ditjen Dukcapil Kemendagri untuk menggelar SP2020 lanjutan yang dikemas dalam pendataan long form (LF).

Selain itu menurut Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Ateng Hartono, pihaknya juga ingin terus menginisiasi kerja sama pengembangan statistik hayati sesuai landasan Perpres Nomor 62 Tahun 2019.

“Survei dengan menggunakan kuesioner LF yang akan dilaksanakan pada September 2021. Long Form, artinya pertanyaan yang akan ditanyakan kepada responden jauh lengkap,”ujarnya.

“Tujuannya adalah mengumpulkan data-data terkait parameter demografi (kelahiran, migrasi, dan kematian), pendidikan, disabilitas, ketenagakerjaan, perumahan, dan informasi penting lainnya,”sambung Ateng, di Jakarta, Senin (10/5/2021).

Sementarabitu, Dirjen Zudan mengaku menyambut gembira kolaborasi besar dengan BPS ini melakukan Sensus Sampel (Long Form SP2020) yakni sensus penduduk lanjutan berupa pendataan.

“Dukcapil mendapatkan transfer data besar dari BPS. Hasil Sensus Sampel Long Form SP2020 ini nantinya akan menambah akurasi data kelahiran, permindahan penduduk, maupun angka kematian by name by address,” katanya.

Selain itu, sambungnya, sesuai dengan Perpres Nomor 62 Tahun 2019 tentang Strategi Nasional Percepatan Administrasi Kependudukan untuk Pengembangan Statistik Hayati, Adminduk itu sangat penting sebagai bagian dari catatan berbagai peristiwa dalam kehidupan setiap individu.

“Catatan tersebut menghadirkan dokumen kependudukan yang dibutuhkan setiap warga masyarakat untuk membangun identitas hukumnya. Dokumen ini sangat diperlukan untuk mengakses layanan penting seperti kesehatan, pendidikan dan perlindungan sosial,” jelas Zudan.n

Ia pun menambahkan, data-data penting yang didapat dari layanan adminduk juga memungkinkan tersedianya data perkiraan populasi, serta statistik demografi yang diproduksi secara tepat waktu dan akurat.

“Hal ini berkontribusi pada perencanaan yang efektif, alokasi sumber daya yang efisien, serta monitoring dan evaluasi yang akurat,”tandas Zudan.

Continue Reading

Nasional

Waspada, Sinabung Luncurkan Abu Vulkanik Setinggi 700 Meter

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, tiga kali mengalami erupsi pada Selasa (11/5). Maksimal jarak luncur abu vulkanik setinggi 700 meter ke arah barat.

Petugas PVMBG Muhammad Asrori mengatakan, erupsi pertama terjadi pukul 07.12 WIB. Kolom abu teramati setinggi 700 meter berwarna kelabu dengan intensitas tebal.

“Erupsi ini beramplitudo 5 mm dengan durasi 2 menit 14 detik,” katanya, dilansir Antara.

Erupsi kedua terpantau pukul 07.18 WIB dengan kolom abu berwarna kelabu terpantau setinggi 500 meter dengan amplitudo 6 mm berdurasi 2 menit 9 detik.

Selanjutnya, erupsi ketiga terjadi pada pukul 08.24 WIB dengan tinggi kolom abu setinggi 500 meter.

“Erupsi ketiga beramplitudo 20 mm dengan durasi 1 menit 52 detik dan arah abu condong ke barat,” katanya.

Ia mengaku, aktivitas Sinabung masih sangat tinggi dan dapat terjadi erupsi serta awan panas susulan kapan saja.

“Kami imbau warga maupun wisatawan untuk tidak mendekat atau memasuki zona bahaya Sinabung yang sudah direkomendasikan,” ucapnya.

IG

Continue Reading

Nasional

DPR Desak Komnas KIPI Usut Penyebab Kematian Pasca Vaksin

Published

on

By

Amerika Serikat Donasikan 60 Juta Vaksin AstraZeneca

Channel9.id-Jakarta. Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo merespons kasus kasus meninggalnya seorang pemuda bernama Trio Fauqi Virdaus yang meninggal dunia setelah mendapatkan suntikan vaksin covid-19 AstraZeneca. Rahmad meminta Komite Nasional Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas KIPI) bergerak cepat menginvestigasi penyebab kematian Trio.

Komnas KIPI, menurutnya, perlu bergerak cepat agar tidak ada asumsi yang menimbulkan keresahan di masyarakat terkait penyebab kematian Trio. Bila tidak ada hubungan dengan imunisasi, Komnas KIPI harus segera diumumkan ke publik, dan imunisasi ini terus jalan.

“Komnas KIPI untuk bergerak secepat cepatnya untuk mengetahui penyebab meninggalnya ini, apakah karena ada penyakit bawaan, adakah faktor lain di luar imunisasi, atau karena faktor imunisasi,” kata Rahmad, Selasa (11/5).

Dia menambahkan, jika Komnas KIPI menyimpulkan penyebab kematian karena faktor imunisasi maka harus merekomendasikan ke pemerintah  untuk mengambil langkah selanjutnya. Menurutnya, hal tersebut menjadi tanggung jawab KIPI untuk memutuskan dan merekomendasikan ke pemerintah.

“Sekali lagi KIPI harus bergerak cepat biar dapat kesimpulan dan kesimpulan ini pasti ditunggu oleh masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Komnas KIPI Hindra Irawan Satari mengatakan, saat ini Komnas KIPI masih melakukan investigasi terkait meninggalnya pemuda 22 tahun itu setelah divaksinasi AstraZeneca. Karena itu, Komnas KIPI masih belum bisa memastikan penyebab meninggalnya Trio.

“Komnas bersama Komda DKI sudah audit bersama pada Jumat yang lalu, dan internal Komnas kemarin sore menyimpulkan, belum cukup bukti untuk mengaitkan KIPI ini dengan imunisasi. Karena itu, masih perlu dilakukan investigasi lebih lanjut,” kata Hindra dalam keterangannya, Senin (10/5).

IG

Continue Reading

HOT TOPIC