Lifestyle & Sport

Raihaanun Ungkap Tantangan Perankan Korban KDRT di Film ‘Beautiful Pain’

Channel9.id-Jakarta. Membintangi sebuah film tentu ada tantangan tersendiri. Demikian dengan Raihaanun yang mengungkap tantangan dalam memerankan korban KDRT di film ‘Beautiful Pain’. Sebuah film produksi Dapur Film dengan sutradara Dmaz Brodjonegoro.

Raihaanun mengaku dirinya tidak kesulitan untuk mendalami seorang ibu yang bernama Niken karena ia juga melihat dirinya sebagai seorang ibu dari tiga anak di dunia nyata.

“Untuk riset menjadi Niken, kan Niken dia ini kan seorang ibu dan juga seorang istri. Yang mana kebetulan buat saya tuh tidak sulit untuk memerankan itu karena kan juga saya seorang ibu dari tiga anak saya,” kata Raihaanun dalam konferensi pers film ‘Beautiful Pain’ yang dihelat di Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Lebih lanjut, aktris berusia 38 tahun tersebut juga mengatakan ia banyak berdiskusi dengan sang sutradara untuk mendalami perannya yang memiliki tujuan untuk memperjuangkan identitas dirinya kembali dan haknya sebagai perempuan.

“Dan risetnya dari mana, saya lebih banyak diskusi sama Dmaz. Tujuan utamanya dia adalah untuk mendapatkan identitas dirinya kembali dan hak dia sebagai perempuan dan seorang ibu,” terangnya.

Raihaanun juga menyampaikan peran Niken yang berjuang sangat keras untuk mendapatkan apa yang menjadi haknya sebagai seorang perempuan sekaligus seorang ibu, dan baginya ia sangat pantas untuk mendapatkannya kembali.

“Dia berhak mendapatkan kebahagiaan walaupun sempat kehilangan identitas dirinya dari kehidupan hubungan rumah tangga yang toksik, tapi dia berani untuk mengambil langkah lebih maju untuk dirinya dan untuk anak-anaknya,” beber Raihaanun.

Ia juga melihat perjuangan Niken dapat menjadi inspirasi bagi para perempuan pejuang di luar sana. “Jadi, perjuangannya Niken sebagai perempuan dan sebagai seorang ibu sangat bisa menjadi inspirasi dan juga semoga bisa menjadi inspirasi semua perempuan,” paparnya.

Memiliki banyak adegan emosional, Raihaanun mengaku sampai menyiapkan energinya untuk take salah satu adegan itu. Ia juga tidak bisa berhenti menangis setelah melakukannya.

“Setelah kita take itu jam 3.00 pagi, jam 4.00 pagi. Dan untuk hari itu khusus kita take jam gitu karena satu shot. Terus setelah cut itu saya enggak bisa berhenti nangis. Paling-paling 15 menit, setengah jam saya masih kebawa sama karakternya yang dialami sama Niken,” pungkas Raihaanun.

Film ‘Beautiful Pain’ dibuka dengan seorang wanita bernama Niken Rahmawati (Raihaanun) yang berjuang untuk menghidupi keluarganya setelah berpisah dengan sang suami, Dirga (Baim Wong), setelah terkena KDRT.

Ia tinggal bersama ibunya (Jajang C. Noer) beserta kedua anaknya, Naya (Anantya Kirana) dan Dio (Evano Zyan Alparezi) di sebuah rumah sederhana yang terlihat nyaman. Rumah yang terlihat nyaman itu pun mulai menunjukkan penghuninya yang semakin hari mulai tak akur.

Sampai akhirnya Niken bertemu dengan teman lamanya, Sekar (Siti Fauziah), yang membantunya untuk mendapatkan pekerjaan di suatu tempat lokasi syuting yang awalnya sebagai pengurus catering, lalu ditawarkan untuk bermain peran yang merubah kehidupannya menjadi lebih baik.

Namun, ruang kerja yang selama ini membuatnya nyaman, malah menjadi sumber dari pelecehan seksual yang datang kepadanya. Ia pun harus mengusut masalah tersebut untuk memperjuangkan hak atas dirinya.

Akankah Niken berhasil menghidupkan kembali keluarganya dan memperjuangkan haknya sebagai perempuan?

Film ‘Beautiful Pain’ mulai tayang di bioskop Indonesia pada 22 Oktober 2026.

Kontributor: Akhmad Sekhu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  33  =  40