Channel9.id-Jakarta. Dunia entertainment melahirkan talenta hebat yang mampu berkarya solo dengan penuh semangat dan tampil percaya diri. Demikian dengan vokalis band Coldiac, Sambadha, resmi melangkah ke jalur solo dengan merilis mini album (EP) perdananya yang bertajuk ‘Ruang Ruang Sandar’’, Jumat (10/4/2026).
Karya ini menjadi medium bagi Sambadha untuk mendokumentasikan perjalanan emosionalnya dalam menemukan tempat untuk mengambil jeda di tengah hiruk-pikuk kehidupan.Perjalanan & Transportasi
EP ini lahir dari momen kontemplasi, saat Sambadha memberikan waktu bagi dirinya sendiri untuk berdiam sejenak. Melalui lima lagu yang dikemas secara intim, ia mencoba memaknai kembali arti “rumah” sebagai tempat untuk pulang dan bersandar.
“Album kecil ini aku tulis untuk pengingatku sendiri, bahwa aku punya rumah untuk pulang. Namun album kecil ini juga tidak menutup ruangnya untuk orang-orang bisa mendengar dan menggores kisah-kisahnya di dalamnya,” ungkap Sambadha, beberapa waktu yang lalu.
Menariknya, proyek solo ini dikerjakan dengan pendekatan yang sangat organik dan sederhana. Sambadha hanya membutuhkan waktu 22 hari untuk menyelesaikan seluruh proses produksi, mulai dari penulisan lirik pada akhir Desember 2025 hingga rampung di pertengahan Januari 2026.
Untuk menjaga keaslian rasa, visualizer dari setiap lagu disutradarai sendiri olehnya dan diproduksi langsung di kediamannya.
Setiap lagu dalam ‘Ruang Ruang Sandar’ membawa narasi yang berbeda namun tetap dalam satu benang merah refleksi diri, yaitu pertama, Si Bungsu: Single pembuka yang sempat viral pada Maret lalu. Lagu ini menggambarkan beban tanggung jawab seorang anak bungsu dengan balutan musik folk-country dan sentuhan elektronik.
Kedua, Hiduplah Yang Lama: Menjadi focus track, lagu ini adalah doa tulus Sambadha untuk kucing peliharaannya yang telah setia menemani selama 14 tahun.
Ketiga, Ucapan, Hiasan, Harapan: Sebuah karya personal dengan sentuhan blues dan dentuman piano yang didedikasikan untuk istri dan putrinya.
Keempat, Tumbuhlah Jadi Samudra: Mengusung nuansa lo-fi, lagu ini merefleksikan peran Sambadha sebagai ayah yang menyadari pentingnya kehadiran di tengah ambisi karier.
Kelima, Keras Ya Dunia?: Sebagai penutup, lagu ini mengambil perspektif anak dewasa yang menyadari bahwa kekuatan utamanya menghadapi dunia adalah doa dari orang tua.
Secara keseluruhan, ‘Ruang Ruang Sandar’ bukan sekadar album musik, melainkan sebuah percakapan intim tengah malam yang mengajak pendengarnya untuk merasa nyaman, terbuka, dan berani memberikan ruang bagi diri sendiri untuk terus berkembang.
Kontributor: Akhmad Sekhu





