Connect with us

Techno

Seharga Rp 4 Jutaan, Huawei Nova 3i Tawarkan Beragam Fitur Premium

Published

on

Channel9.id, Jakarta Pada pertengahan tahun ini, Samsung baru saja meluncurkan smartphone flagship terbarunya, yaitu Samsung Galaxy S9. Ponsel ini digadang-gadang menghadirkan pembaruan dari para pendahulunya, baik dalam hal spesifikasi, fitur, maupun desain.

Samsung Galaxy S9  hadir dalam empat varian warna, yaitu Midnight Black, Titanium Gray, Coral Blue, dan Lilac Purple. Layarnya mengusung tema infinity display dengan rasio 18,5:9 dan bentang layar 5,8 inch.

Dalam segi kamera, smartphone tersebut memiliki satu kamera belakang dengan resolusi 12 megapiksel dan dual aperture f/1,5 dan f/1,4. Sementara itu, kamera depannya beresolusi delapan megapiksel dengan aperture f/1,7.

Dengan memiliki banyak keunggulan dan berkelas flagship, Samsung Galaxy S9 pun dipasarkan dengan harga cukup mahal, yaitu Rp 8,7 jutaan. Ponsel ini pun agak sulit dijangkau oleh generasi milenial.

Tenang, kalau Anda ingin memiliki smartphone dengan keunggulan yang hampir sama dengan Samsung Galaxy S9 tapi harganya terjangkau, Huawei Nova 3i bisa jadi alternatif tepat. Dengan harga Rp 4 jutaan, Huawei Nova 3i memiliki spesifikasi, fitur, dan desain yang tak kalah mumpuni.

Simak ulasannya secara lebih detail, yuk!

Desain

Huawei Nova 3i bisa dibilang memiliki desain yang kekinian dan mengikuti selera anak muda. Warna iris purple-nya cukup menarik perhatian generasi milenial.

Warna tersebut membuat bagian belakang smartphone tersebut tampak berkilau dengan adanya tampilan gradasi biru dan ungu bila terkena cahaya. Namun, kalau Anda lebih suka warna yang lebih simpel, Anda bisa memilih warna hitam.

Bodi Huawei Nova 3i terbuat dari material kaca. Desain ini membuatnya terlihat kian futuristik dan mewah.

Semakin kekinian, smartphone tersebut hadir dengan layar besar, bezel tipis, dan memiliki notch atau ‘poni’. Huawei Nova 3i dilengkapi dengan tampilan FullView Display. Bentang layarnya  seukuran 2.340 x 1.080 pixel dan aspek rasionya 19,5:9.

Smartphone tersebut juga memiliki notch atau ‘poni’ di bagian atasnya. Notch ini menjadi tempat dua kamera dan earpiece. Walaupun begitu, Anda bisa menyembunyikan keberadaan notch ini apabila kurang menyukai tampilannya. Huawei Nova 3i memiliki fitur Default dan Hide Notch yang bisa dipilih kapanpun.

Untuk kelengkapan tombol dan port-nya, di sisi kanan Huawei Nova 3i terdapat tombol volume dan power. Di antara kedua tombol ini terdapat sedikit jarak, sehingga memudahkan pengguna untuk membedakan tombol tanpa perlu melihat.

Di sisi kirinya, terdapat slot untuk dual-SIM yang dua-duanya kompatibel untuk 4G. Jika pengguna hanya memiliki satu SIM Card, salah satu slot-nya bisa dipakai untuk microSD. Lebih lanjut, di sisi bawah ada jack audio, port USB tipe C, dan speaker grille.

Memori dan prosesor

Huawei Nova 3i difasilitasi dengan prosesor Kirin 710 dengan kemampuan Artificial Intelligence (AI) dan antarmuka EMUI 8.2.

Smartphone tersebut memiliki kapasitas RAM sebesar 4GB dan memori internal 128GB. Huawei Nova 3i menjadi ponsel pertama di kelasnya yang mengusung kapasitas memori internal sebesar itu dan menjadikannya smartphone dengan memori terbesar di kalangan ponsel seharga Rp 4 jutaan. Asyik banget, kan?

Asyiknya, dengan memori internal begitu besar, Anda bisa menyimpan foto dan video sebanyak-banyaknya. Sementara itu, kapasitas RAM-nya membantu performa multitasking dan mode split screen di sejumlah aplikasi berjalan dengan halus. Juga tidak ditemui lag saat membuka beberapa aplikasi sekaligus dan bermain game online.

Terlebih lagi, Huawei Nova3i juga difasilitasi fitur GPU Turbo yang berfungsi menjalankan games deengan lebih baik. Saat ini, fitur ini baru bisa mendukung game Mobile Legend dan PUBG. Dua games yang sedang ‘naik daun’ di Indonesia.

Kamera

Huawei Nova 3i juga menawarkan pengalaman fotografi yang mengagumkan. Bagaimana tidak, smartphone ini memiliki empat kamera sekaligus lho, dua di depan dan dua di belakang.

Satu kamera depannya memiliki resolusi sebesar 24 megapiksel dengan aperture f/2.0. Pengguna pun bisa memperoleh hasil selfie yang jernih, tajam, dan detail.

Sementara itu, satu kamera lagi dilengkapi dengan resolusi 2 megapiksel. Kamera ini untuk membantu pengguna mendapat foto yang terlihat jelas meski harus selfie di tempat dengan pencahayaan minim. Secara keseluruhan, Anda akan memporeleh foto selfie yang tajam dan jernih meski di tempat buram sekalipun.

Saat menggunakan kamera depan Huawei Nova 3i, Anda juga bisa mengatur beauty level-nya untuk mengatur seberapa natural foto Anda akan terlihat. Semakin rendah beauty level-nya, akan semakin natural warna foto Anda.

Huawei Nova 3i juga memiliki dua kamera belakang yang tak kalah unggul. Kamera belakangnya memiliki resolusi 16 megapiksel, aperture f/2.2, dan teknologi auto-focus PDAF. Teknologi ini memungkinkan kamera menangkap fokus dengan cepat saat memotret.

Lanjut ke kamera ke-dua, kamera ini beresolusi 2 megapiksel yang berfungsi untuk menangkap depth effect. Pengguna pun tak memerlukan kamera profesional lagi untuk menghasilkan foto dengan efek bokeh yang menakjubkan.

Menariknya, Huawei juga telah menyematkan teknologi Artificial Intelligence (AI) Master di kamera belakangnya. Teknologi ini mampu mengidentifikasi 22 objek sekaligus, lho. Dengan begitu, kamera dapat memberikan pengaturan terbaik sesuai kondisi di sekitar tempat pengambilan foto.

Contohnya, Anda memilih skenario pemotretan Blue Sky saat melakukan pemotretan di luar ruangan pada siang hari. Hasilnya, warna langit akan tampak lebih biru dan tajam, tetapi tidak berlebihan.

Belum berhenti di situ, kamera Huawei Nova 3 juga memiliki fitur Potrait yang dilengkapi beberapa tipe pencahayaan, seperti soft, butterfly, split, stage, dan classic. Anda juga bisa membuat foto hitam putih tanpa perlu mengedit-nya terlebih dahulu.

Menu unik lain yang ada di kamera smartphone tersebut adalah AR Lens. Dengan fitur ini, Anda bisa seru-seruan foto bareng teman-teman dengan pilihan animasi menarik, seperti 3D Qmoji, Effects, Background, dan 3D Objects.

Itu adalah fitur-fitur yang dapat Anda peroleh dari Huawei Nova 3i. Bagaimana, tak kalah jauh kan dengan Samsung Galaxy S9 meski harganya jauh lebih terjangkau? Silakan Anda pertimbangkan lagi ponsel mana yang paling sesuai dengan kebutuhan.

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Techno

LAPAN Berburu Alien dan Tempat Layak Huni Selain Bumi di 2021

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) berencana meneliti planet di luar tata surya atau exoplanet pada 2021. Hal ini sebagaimana keterangan dari Peneliti LAPAN Rhorom Priyatikno.

Menurut Rhorom, hal tersebut termasuk dalam rencana strategis penelitian LAPAN. Tujuannya untuk mencari kehidupan lain atau alien dan tempat layak huni selain Bumi.

“Langkah awal dalam pencarian kehidupan lain di luar Bumi adalah mencari planet dengan kondisi yang dinilai layak huni,” ungkapnya, Selasa (26/10).

LAPAN, lanjut Rhorom, akan memulai studi fenomena transien,m, yang mana exoplanet salah satu bentuknya.

“Dalam rencana strategis penelitian kami, tahun depan LAPAN akan memulai studi fenomena transien, yakni fenomena yang terjadi secara insidental. Salah satu tujuannya adalah deteksi dan karakterisasi exoplanet,” jelas dia.

Baca juga : Upaya Google Untuk Mendidik Pemilih Menjelang Pilkada

Sebagai informasi, benda langit transien tak memiliki cahaya tetap–seperti nova, supernova, semburan sinar gamma dan suar dari inti galaksi. Demikian pula dengan exoplanet, karena ia bisa dideteksi ketika melewati bintang induknya

“Saat ini LAPAN belum ada program penelitian exoplanet. Namun, dengan beroperasinya Observatorium Nasional Timau di NTT, kami berharap untuk dapat melakukan deteksi dan karakterisasi exoplanet,” ujar Rhorom.

Untuk diketahui, riset exoplanet sudah banyak dilakukan di negara-negara lain. Namun, Indonesia belum memulainya kendati telah memiliki lembaga antariksa LAPAN.

rencana LAPAN untuk meneliti exoplanet betul dilakukan, maka mereka menyejajarkan diri dengan lembaga penelitian antariksa lainnya.

(LH)

Continue Reading

Techno

Upaya Google Untuk Mendidik Pemilih Menjelang Pilkada

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Pilkada 2020 segera digelar pada Desember mendatang. Menimbang hal ini, Google akan mempersiapkan sejumlah fitur dan informasi yang mendidik pemilih agar tak percaya berita bohong atau hoaks.

Head of Corporate Communications Google Indonesia Jason Tedjasukmana menuturkan pihaknya berharap para pemilih mengerti, mengikuti dan berpartisipasi dalam proses demokrasi.

“Kami melakukannya dengan lebih menampilkan informasi penting di Search, mendukung jurnalis lewat pelatihan verifikasi dan cek fakta, serta dengan membantu menularkan keterampilan itu lewat partner-partner kami, kepada guru, murid dan anggota keluarga,” terang Jason melalui konferensi virtual, Senin (26/10).

Untuk itu, Jason memaparkan, Google harus menata informasi itu agar pihaknya bisa menginformasikan informasi yang paling relevan dari sumber resmi. “Lalu, kami bekerjasama dengan komunitas jurnalis untuk memberikan pelatihan verifikasi dan cek fakta bagi jurnalis dan pengecek fakta,” kata Jason.

Baca juga : Keren, Google Persiapkan Fitur Anti-Hoaks di Pilkada 2020

Lebih lanjut, Jaosn menuturkan Google pada 2017 memulai Google News Initiative (GNI) Indonesia Training Network yang merupakan hasil kerja sama Google, Internews dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Tujuannya untuk meningkatkan kualitas berita dan informasi yang disampaikan kepada warga Indonesia

“Program ini melatih keterampilan jurnalis, blogger dan pelajar dalam memerangi disinformasi dan misinformasi,” tutur Jason. Menurutnya, keterampilan ini penting untuk menyediakan informasi berkualitas bagi para pemilih selama pemilu di Indonesia pada 2018 dan 2019 lalu.

“Sejak 2017 jaringan ini hampir melatih 11.000 jurnalis di 51 kota,” tambah Jason.

Tak hanya itu, Jason mengatakan pihaknya juga mendukung peluncuran Cek Faktaz yakni proyek verifikasi dan cek fakta yang melibatkan GNI, Asosiasi Media Siber Indonesia, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), AJI dan Internews

Jason menjelaskan warga Indonesia harus diberi kemampuan dan alat tepat untuk mengenali berita hoaks. Hal ini penting agar mereka tak mudah percaya pada berita hoaks dan menyebarkannya. “Kami harap kemampuan ini bahkan bisa membantu mereka membongkar hoaks yang mungkin mereka terima pada aplikasi chat atau media sosial mereka,” sambungnya.

(LH)

Continue Reading

Techno

Keren, Google Persiapkan Fitur Anti-Hoaks di Pilkada 2020

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Google persiapkan Pilkada serentak 2020 dari serangan berita bohong atau hoaks. Google akan mempersiapkan berbagai fitur dan informasi yang mendidik pemilih agar tak percaya berita bohong.

Head of Corporate Communications Google Indonesia, Jason Tedjasukmana menuturkan pihaknya bertujuan agar para pemilih mengerti, mengikuti dan berpartisipasi dalam proses demokrasi.

“Kami melakukannya dengan lebih menampilkan informasi penting di Search, mendukung jurnalis lewat pelatihan verifikasi dan cek fakta, serta dengan membantu menularkan keterampilan itu lewat partner-partner kami, kepada guru, murid dan anggota keluarga,” kata Jason dalam konferensi virtual, Senin (26/10).

Jason menuturkan ada tiga cara yang dilakukan oleh Google. Pertama, Google bekerja sama dengan sumber resmi, lokal untuk menampilkan informasi tentang tata cara pengambilan suara selama pemilu informasi ini di tata dalam format yang lebih mudah dipahami, informasi akan muncul di atas Search.

Kedua, Jason menuturkan pengguna akan seri melihat panel yang berisi hasil pencarian Google Search. Panel itu berisi ringkasan informasi penting dan link ke referensi.

Ketiga, Jason mengatakan ada banyak sekali halaman web yang mungkin berisi informasi yang relevan untuk pencarian umum.

Baca juga: Google Maps Hadirkan Navigasi Untuk Pesepeda

Jason menjelaskan Google harus menata informasi itu agar sebisa mungkin menyampaikan hasil yang paling relevan dari sumber resmi.

“Lalu, kami bekerjasama dengan komunitas jurnalis untuk memberikan pelatihan verifikasi dan cek fakta bagi jurnalis dan pengecek fakta,” kata Jason.

Jason menuturkan Google pada 2017 memulai Google News Initiative (GNI) Indonesia Training Network yang merupakan hasil kerjasama dengan Google, Internews dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI). GNI Indonesia bertujuan meningkatkan kualitas berita dan informasi yang disampaikan kepada warga Indonesia

“Program ini melatih keterampilan jurnalis, blogger dan pelajar dalam memerangi disinformasi dan misinformasi,” tutur Jason. Ia  mengungkap keterampilan ini penting untuk menyediakan informasi berkualitas bagi para pemilih selama pemilu di Indonesia pada 2018 dan 2019 lalu.

“Sejak 2017 jaringan ini hampir melatih 11.000 jurnalis di 51 kota,” kata Jason.

Jason menuturkan Google juga mendukung peluncuran Cek Fakta. Cek Fakta adalah sebuah proyek verifikasi dan cek fakta yang melibatkan GNI, Asosiasi Media Siber Indonesia, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), AJI dan Internews

Jason menjelaskan warga Indonesia harus diberi kemampuan dan alat yang tepat untuk mengenali berita hoaks.  Jason menjelaskan hal ini penting agar mereka tidak percaya pada berita hoaks dan menyebarkannya.

“Kami harap kemampuan ini bahkan bisa membantu mereka membongkar hoaks yang mungkin mereka terima pada aplikasi chat atau media sosial mereka,” kata Jason.

IG

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC