Channel9.id, Bekasi. Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi anak dari keluarga kurang mampu. Program ini menyediakan pendidikan berasrama dengan fasilitas belajar yang ditanggung pemerintah.
Salah satu peserta program tersebut adalah Alma Rasya, siswi kelas 10 SMA Sekolah Rakyat 13 Bekasi. Alma berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas. Ayahnya bekerja sebagai tukang pijat dan pekerja serabutan, sedangkan ibunya ibu rumah tangga.
Alma mengaku sempat khawatir tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA karena keterbatasan biaya.
“Saya sempat berpikir tidak bisa lanjut sekolah karena orang tua sudah kesulitan biaya,” ujar Alma.
Saat duduk di bangku SMP, Alma mengatakan dirinya sempat memiliki tunggakan biaya pendidikan hingga Rp11 juta. Meski demikian, ia tetap menyelesaikan sekolah sambil memperdalam pendidikan agama dan menghafal Al-Qur’an.
Menurut Alma, program Sekolah Rakyat membantunya melanjutkan pendidikan tanpa harus memikirkan biaya sekolah dan kebutuhan sehari-hari di asrama.
Di Sekolah Rakyat, siswa mendapatkan fasilitas seperti seragam, alat tulis, laptop, makan, dan tempat tinggal di asrama. Alma menilai fasilitas tersebut membuatnya lebih fokus belajar.
“Semua kebutuhan sekolah sudah tersedia sehingga saya bisa lebih fokus belajar,” katanya.
Selain kegiatan akademik, siswa juga mengikuti kegiatan asrama, organisasi, dan ekstrakurikuler. Alma menilai lingkungan sekolah turut membentuk kedisiplinan dan kemandirian siswa.
Ia juga mengaku mulai terbiasa mengurangi penggunaan telepon genggam selama tinggal di asrama dan lebih banyak menghabiskan waktu untuk membaca.
“Saya jadi lebih fokus belajar dan lebih sering membaca,” ujarnya.
Saat ini Alma bercita-cita melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri. Ia juga ingin bekerja di bidang pendidikan atau media.
Program Sekolah Rakyat ditujukan untuk memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui sistem sekolah berasrama dengan dukungan fasilitas belajar dan kebutuhan dasar siswa.
Kisah Alma ditampilkan dalam program Sinergi Indonesia di kanal YouTube Badan Komunikasi Pemerintah RI.





