Channel9.id – Sumba Barat Daya. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan setahun disebut tidak berdampak pada penurunan usaha makanan milik Adriana Hedmunrewa, warga Desa Kaliwano, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia menyatakan para siswa tetap membeli jajanan di kantin dan pendapatannya stabil sebelum maupun setelah adanya program tersebut.
“Kalau lagi laku, dapat sekitar Rp650 ribu sebulan,” kata Adriana, ditemui Jumat (13/2/2026).
Adriana juga menuturkan perubahan pada anaknya, Antonio Adrian Stefanus, yang kini duduk di kelas 6 di sekolah tempat ia berjualan. Menurutnya, sejak rutin menerima MBG, anaknya menjadi lebih aktif dan lebih mandiri dalam belajar, termasuk pada pelajaran matematika.
“Ya, saya sempat lihat dia punya nilai waktu terima rapor. Cuma satu yang nilainya tujuh. Semuanya rata-rata delapan,” kata Adriana.
Ia menilai program MBG memberi manfaat, terutama bagi orang tua yang tidak selalu mampu memberikan uang jajan kepada anak. Adriana berharap program tersebut dapat terus dilanjutkan karena dianggap membawa perubahan positif bagi keluarganya.
“Ada keuntungan buat kita yang tidak mampu kasih uang jajan anak. ‘Biar tidak ada uang jajan, yang penting ada MBG,’ mereka bilang begitu,” katanya.
HT





