Shanghai Batasi Aktivitas Turis Untuk Cegah Penyebaran Covid-19
Internasional

Shanghai Batasi Aktivitas Turis Untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Channel9.id-Cina. Kota pusat keuangan Cina, Shanghai, telah membatasi beberapa aktivitas turis sebagai langkah pencegahan merebaknya penularan Covid-19 di saat kota tersebut juga tengah menghadapi kasus Covid-19 dari para pendatang luar negeri, Jumat (14/1/2022).

Otoritas turisme dan kebudayaan Shanghai menyebutkan kalau badan travel dan perusahaan turis online sekali lagi harus berhenti mengorganisir kelompok tur dari Shanghai dan provinsi, daerah atau kotamadya lainnya. Hal ini diambil setelah Shanghai mencatat ada lima kasus Covid-19 lokal pada hari Kamis lalu.

Baca juga: Kota Xian di Cina Kesulitan dalam Menghadapi Kasus Covid-19

Perintah tersebut, yang sejalan dengan ketentuan nasional dalam memotong aktivitas turis di daerah provinsi terdampak, keluar setelah kurang dari sebulan lalu Shanghai mencabut pembatasan dari bulan November, ungkap pernyataan otoritas lokal.

Risiko virus yang masuk dari luar negeri tengah naik di Shanghai, dengan kasus impor dalam 10 hari pertama bulan Januari sudah melebihi total kasus Desember, menurut kalkulasi data Reuters. Masih belum diketahui berapa banyak jumlah tersebut yang disebabkan oleh varian Omicron.

Otoritas lokal menyebutkan, ketika turis luar negeri menyelesaikan karantina dua minggunya dan masuk ke komunitas lokal selama seminggu untuk “pengawasan kesehatan”, mereka disarankan untuk tidak keluar rumah jika tak ada kepentingan, dilarang menggunakan transportasi umum, mengunjungi tempat ramai seperti restoran dan supermarket.

Selain itu, Shanghai dikabarkan juga akan mengetatkan prokes Covid-19nya menjelang tahun baru Cina.

Mereka yang datang ke Shanghai dari daerah yang kasus Covid-19nya kecil, harus mengurangi kegiatan-kegiatan perkumpulan dalam minggu pertamanya, dan penduduk disarankan untuk tidak keluar kota saat libur tahun baru Cina.

Cina melaporkan total 143 kasus baru, dan empat kasus lokal yang tertular pada 13 Januari.

Dalam gelombang terbaru ini, Cina belum mencatat adanya korban meninggal.

(RAG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3  +  7  =