Connect with us

Techno

Sillicon Valley Habis Rp 339 Miliar untuk Lindung Bos Facebook

Published

on

Sillicon Valley Habis Rp 339 Miliar untuk Lindung Bos Facebook

Channel9.id-Jakarta. Anggaran untuk melindungi bos teknologi meningkat, meski pembatasan wilayah yang membatasi mobilitas diberlakukan.

Protocol merilis laporan terkait anggaran keamanan yang dihabiskan Silicon Valley untuk melindungi petinggi mereka pada tahun lalu. Secara keseluruhan, mereka menghabiskan $46 juta (setara dengan Rp666 miliar).

Dari angka itu, $23,4 juta (atau Rp339 miliar) dihabiskan untuk keamanan pribadi CEO Facebook Mark Zuckerberg. Angka ini naik dari $20,4 juta (atau Rp295 miliar) pada 2019.

Perusahaan mengaitkan peningkatan anggaran itu dengan protokol COVID-19 dan perlindungan tambahan selama pemilihan presiden tahun lalu. Anggaran itu juga mencakup tunjangan sebelum pajak sebesar $10 juta (Rp144 miliar) dan tambahan $13,4 juta (Rp194 miliar) untuk keamanan pribadi pendiri Facebook.

Dengan anggaran keamanan itu, Zuckerberg jauh melampaui orang terkaya di dunia, seperti Jeff Bezos yang membayar $ 1,6 juta (atau Rp23 miliar) untuk biaya keamanan pribadi.

Menimbang betapa waspadanya Facebook, COO Sheryl Sandberg berada di posisi kedua dengan keamanan senilai $7,6 juta (atau Rp110 miliar) di 2020.

Hal itu mencerminkan pertumbuhan elit teknologi, yang kian dikenal bersamaan dengan pasar yang semakin membengkak karena layanan Facebook, yang menyediakan layanan populer secara global. Ketenaran ini membikin perusahaan yang terlibat menjadi sorotan.

Untuk diketahui, Facebook dituding melakukan banyak hal mulai dari mempolarisasi wacana publik hingga menyebarkan informasi yang salah tentang vaksin. Sementara, aktor perusahaan punya hak untuk bersikap defensif.

Perusahaan sebelumnya mencatat bahwa Zuckerberg identik dengan sentimen negatif. Pada April, Facebook mencatat bahwa penilaian tahunannya mendapati ancaman khusus untuk Zuckerberg.

Selain Zuckerberg, para pemimpin teknologi lainnya juga menanggung karena ketenaran mereka. Pada 2020, terungkap bahwa ponsel Bezos diretas melalui WhatsApp dua tahun sebelumnya, diduga oleh putra mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman.

Sebagai informasi, laporan biaya keamanan itu mencakup total 11 orang. Di tempat ketiga adalah Google Sundar Pichai ($5,4 juta dalam biaya perlindungan), diikuti oleh pendiri dan presiden Lyft John Zimmer ($2,06 juta), Larry Ellison dari Oracle ($1,71 juta), Evan Spiegel dari Snap ($ 1,67 juta), Bezos, bos Salesforce Marc Benioff ($ 1,31 juta), Dara Khosrowshahi dari Uber ($ 849.000), CEO Lyft Logan Green ($ 599.000) dan Tim Cook dari Apple ($470.000).

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Techno

Kominfo Klarifikasi Soal Tudingan Kebocoran Data di PeduliLindungi

Published

on

By

Kominfo Klarifikasi Soal Tudingan Kebocoran Data di PeduliLindungi

Channel9.id-Jakarta. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menegaskan tak ada kebocoran data aplikasi PeduliLindungi. Sebab data para penggunanya disimpan di cloud.

“Tak terjadi kebocoran data di PeduliLindungi, karena data-datanya berada di cloud di dalam negeri, baik di cloud Kominfo maupun di cloud mitra Kementerian Kesehatan yang menangani PeduliLindingi”, pungkas Menkominfo Johnny G Plate, saat rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Gedung DPD, Jakarta, Selasa (21/9).

Baca juga: DPR Desak Kominfo Serius Lindungi Data Strategis Milik Negara

Johnny mengklarifikasi tuduhan kebocoran data sejumlah tokoh nasional di PeduliLindungi. Menurutnya, data itu bukan diambil paksa dari platform tersebut, melainkan data tersebut sudah jadi public domain secara tanpa hak.

Untuk itu, ia menegaskan perlunya penyelesaian secara hukum karena aksi tersebut dinilainya ilegal. “Ini masalahnya adalah tindakan-tindakan kriminal atau tindakan yang tidak sesuai aturan, ilegal terhadap data pribadi masyarakat oleh oknum-oknum yang perlu mendapat penegakan hukum di ruang fisik,” tutur dia.

“Kalau dibiarkan, maka semua pejabat publik yang diamanatkan oleh undang-undang agar data pribadinya dengan konsennya masing-masing dipublish kepada publik akan mengalami masalah yang sama,” sambungnya.

Sebagai antisipasi, kata Johnny, pemerintah telah meminta Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) untuk meningkatkan sumber daya teknologi, serta melindungi dan menjamin keamanan data pribadi.

Ia juga menegaskan bahwa Undang-Undang Dasar Republik Indonesia (UUD RI) mengamanatkan negara harus hadir menjamin pelindungan terhadap masyarakat, baik terhadap hal-hal yang bersifat fisik maupun pribadi.

“Dalam rangka melaksanakan kewajiban itu, penugasan-penugasan diberikan, termasuk kepada PSE untuk melaksanakan tugas-tugasnya,” tandas Johnny.

(LH)

Continue Reading

Techno

Apple Kembangkan Pendeteksi Kesehatan Mental

Published

on

By

Apple Kembangkan Pendeteksi Kesehatan Mental

Channel9.id-Jakarta. Apple tengah mengembangkan cara untuk mendeteksi dan mendiagnosis kondisi kesehatan mental, seperti depresi, kecemasan, dan penurunan kognitif, menggunakan iPhone.

The Wall Street Journal mengatakan bahwa para peneliti berharap analisis data bisa menunjukkan perilaku yang berkaitan dengan kondisi kesehatan mental tersebut. Adapun data yang dimaksud seperti mobilitas, pola tidur, dan bagaimana karakter seseorang.

Selain itu, pengukuran lain mencakup analisis ekspresi wajah, detak jantung, dan pernapasan. Semua pemrosesan akan dilakukan di perangkat, tanpa mengirim data ke server Apple.

Apple saat ini sedang mengerjakan proyek penelitian demi pengembangan fitur-fitur ini. Bersama dengan University of California, Los Angeles (UCLA), mereka mempelajari tentang stres, kecemasan, dan depresi, dengan data Apple Watch dan iPhone. Penelitian yang dimulai sejak awal 2021 ini melibatkan 3.000. Sebelumnya, pada 2020 lalu, dilakukan tahap percontohan yang melibatkan 150 peserta.

Para peneliti akan membandingkan data dari sensor iPhone dan Watch—di mana peserta harus mengisi kuesioner terkait perasaan mereka. Mereka juga mengukur tingkat hormon stres kortisol di folikel rambut peserta.

Perihal penelitian itu, Apple dan UCLA mengumumkan pada Agustus 2020 bahwa studi bisa memakan waktu, paling tidak, tiga tahunan.

Proyek penelitian lain juga sedang dilakukan Apple bersama perusahaan farmasi Biogen. Pada Januari lalu, mereka mengatakan sedang melakukan penetilian—yang mungkin memakan waktu dua tahun—untuk memantau fungsi kognitif dan mungkin menemukan gangguan kognitif ringan, yang berpotensi berkembang menjadi Alzheimer. Dalam penelitian ini, mereka akan melibatkan sekitar 20.000 peserta, di mana setengahnya berisiko tinggi mengalami gangguan kognitif.

Jika data dari studi memang sejalan dengan gejala depresi atau kecemasan, maka Apple bisa memanfaatkan data tersebut. Data ini bisa menjadikan patokan dalam membuat fitur pendeteksi kondisi kesehatan mental. Hasil deteksi ini nantinya memungkinkan iPhone akan mendorong penggunanya mencari perawatan, yang mana deteksi dini ini bisa meningkatkan kualitas hidup seseorang dalam jangka panjang.

Apple dan mitranya masih dalam tahap awal pekerjaan ini, jadi mungkin perlu beberapa tahun sebelum akhirnya perusahaan menambahkan fitur pemantauan kesehatan mental ke iPhone. Jadi, belum bisa dipastikan apakah penelitian akan mengarah ke fitur ini.

Sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa setiap orang yang terlibat di penelitian menggunakan perangkat dengan cara yang berbeda-beda. Mengingat hal ini, belum jelas apakah pengembang bisa membangun algoritme yang bisa mendeteksi kondisi kesehatan mental secara andal dan akurat.

Meski begitu, dalam beberapa tahun terakhir ini, Apple fokus pada masalah kesehatan. Jadi, ada kemungkinan fitur berdasarkan penelitian itu akan muncul.

(LH)

Continue Reading

Techno

YouTube Uji Coba Unduh Video di Web

Published

on

By

YouTube Uji Coba Unduh Video di Web

Channel9.id-Jakarta. Selama ini, tak ada fitur resmi untuk menangkap video dari YouTube di web. Biasanya seseorang datang ke situs web berisiko atau merekam video dari desktop, untuk mendapat video. Namun, YouTube kini menghadirkan tombol unduh video untuk para pengguna komputer.

Android Police melaporkan bahwa fitur tersebut masih dalam tahap uji coba untuk para pelanggan Premium. Pembaruan ini bukan hal mengejutkan, sebab YouTube sendiri sudah menawarkan unduhan video seluler juga.

Baca juga:  Izinkan Kreator Kecil Gunakan Fitur Community

Dilandir dari Engadget (22/9), nantinya pengguna akan melihat tombol unduh tepat di sebelah opsi “bagikan” di bawah video, atau di samping menu tiga titik saat sedang berselancar. Setelah mengunduh video, unduhan akan ditempatkan di “library” YouTube offline. Pengguna bisa memilih resolusi dari 144p hingga 1080p. Pada titik ini, tampaknya atau ada batasan ukuran apa pun—terlepas dari ruang penyimpanan yang tersedia.

Entah pengguna suka mengunduh atau tidak, setidaknya pembaruan itu menjadi hal yang bagus untuk perjalanan di masa mendatang.

(LH)

Continue Reading

HOT TOPIC