Nasional

Soroti Inovasi Layanan Pendaftaran, FSGI Sebut Jakarta Paling Siap Gelar SPMB 2026

Channel9.id – Jakarta. Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menilai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi daerah yang paling siap dalam penyelenggaraan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.

Hasil pemantauan FSGI menunjukkan pelaksanaan SPMB di Jakarta semakin tertata pada setiap jalur dan jenjang pendidikan serta mampu mengantisipasi berbagai persoalan yang muncul.

Pemantauan dilakukan sejak tahap pra pendaftaran yang dimulai pada 19 Mei 2026 hingga pelaksanaan yang dijadwalkan berakhir pada 10 Juli 2026.

Menurut FSGI, berbagai pengaduan yang masuk melalui kanal layanan dapat ditangani dengan baik berkat petunjuk teknis dan prosedur operasional yang telah disiapkan sebelum pelaksanaan SPMB dimulai.

Ketua Umum FSGI Fahriza Marta Tanjung mengatakan DKI Jakarta menunjukkan keseriusan dalam menyiapkan pelaksanaan SPMB secara transparan dan akuntabel. Ia menilai berbagai layanan yang disediakan memudahkan masyarakat mengakses proses pendaftaran.

“Pelaksanaan SPMB DKI Jakarta semakin tertata di setiap jalur dan jenjang serta paling siap mengantisipasi permasalahan yang muncul. Meski kanal pengaduan banyak menerima pengaduan, namun permasalahannya yang diadukan dapat tertangani dengan baik karena Juknis dan SOP yang dirancang jauh hari sebelum SPMB 2026 dimulai,” kata Fahriza dalam keterangan tertulis, Sabtu (21/6/2026).

FSGI mencatat DKI Jakarta memiliki sejumlah inovasi yang tidak dimiliki daerah lain, antara lain SPMB Bersama dan SPMB Satuan Pendidikan Swasta Penerima Pendanaan Pendidikan. Program tersebut memungkinkan sebagian atau seluruh biaya pendidikan peserta didik di sekolah swasta ditanggung oleh APBD DKI Jakarta hingga lulus.

Selain itu, Dinas Pendidikan DKI Jakarta menerapkan pendaftaran secara bertahap berdasarkan jenjang dan jalur untuk menjaga stabilitas sistem. Posko layanan juga dibuka di kantor dinas, seluruh wilayah kota dan kabupaten, serta di masing-masing sekolah guna membantu calon peserta didik yang mengalami kendala.

Ketua FSGI Jakarta Idris menyebut kolaborasi antara posko SPMB dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil mempermudah penyelesaian masalah administrasi kependudukan. Menurut dia, layanan informasi melalui kanal daring dan media sosial turut memperluas akses masyarakat.

“Pantauan FSGI di setiap Posko Sudin pendidikan wilayah kota/kabupaten semakin efektif kolaborasi dengan Sudin Dukcapil wilayah yang membuka posko bersama dengan Sudin pendidikan sesuai wilayah kerjanya,” ujar Idris.

“Hal ini sangat membantu para pendaftar ketika memiliki masalah ketidaksinkronan data kependudukannya karena berbagai sebab, karena terlayani di posko tanpa harus ke kantor Dukcapil,” lanjutnya.

Di sisi lain, FSGI mencatat sejumlah persoalan dalam pelaksanaan SPMB MAUNG di Jawa Barat. Permasalahan yang ditemukan meliputi gangguan pada situs pendaftaran, dugaan perubahan skor seleksi, polemik Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB), hingga laporan dugaan maladministrasi yang disampaikan orang tua kepada Ombudsman RI Perwakilan Jawa Barat.

FSGI juga menyoroti evaluasi DPRD Jawa Barat terhadap sistem yang digunakan dalam SPMB MAUNG. Menurut hasil pemantauan, aplikasi dan mekanisme yang digunakan dinilai belum matang sehingga memicu berbagai keluhan dari masyarakat.

Ketua Dewan Pakar FSGI Retno Listyarti mengatakan pemantauan terhadap pelaksanaan SPMB Jakarta masih akan terus dilakukan hingga seluruh tahapan selesai pada 10 Juli 2026. FSGI juga akan terus mengawasi berbagai layanan agar proses penerimaan murid baru berjalan sesuai ketentuan.

“FSGI Jakarta akan terus melakukan pemantauan SPMB 2026 di Jakarta hingga berakhir pada 10 Juli 2026,” kata Retno.

HT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4  +  1  =