Channel9.id, Aceh Utara – Aksi ligat pemerintah dengan komando Presiden Prabowo Subianto dalam pemulihan pascabencana tampak pada ketersediaan stok beras yang mumpuni. Beras bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) masih dapat memenuhi hingga 6 bulan depan.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkannya saat berkunjung ke Aceh Utara, Aceh pada Kamis (15/1/2025) bersama Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau akrab dipanggil Titiek Soeharto dan juga Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah.
“Perlu kami sampaikan, stok (beras) kita hari ini 3,2 juta ton, (itu) semua di Indonesia. Termasuk Aceh, stoknya sangat kuat. Bisa (untuk) 3 sampai 6 bulan ke depan. Tersedia. Jadi, saudaraku, sahabatku, yang terdampak bencana, pangan tidak ada masalah, di 3 provinsi. Bahkan seluruh Indonesia,” kata Amran.
“Untuk sektor pertanian, insya Allah kami akan lakukan akselerasi, percepatan pemulihan. Dan yang terpenting adalah pangan dijamin aman. Khusus Aceh, pangannya masih ada 70 ribu ton di Bulog dan sekarang sudah mulai pembelian lagi. Jadi tidak ada masalah. Sekarang ini, alhamdulillah, satu tahun sudah swasembada, yang itu tercepat atas gagasan besar Bapak Presiden,” ujar Kepala Bapanas Amran.
Mengenai ketersediaan beras yang diampu Perum Bulog di gudang-gudang di seluruh Aceh, Sumut, dan Sumbar totalnya hingga 14 Januari masih terdapat sebanyak 106,7 ribu ton. Ini terdiri dari 71,3 ribu ton di Provinsi Aceh. Lalu di Provinsi Sumut ada hingga 25,7 ribu ton dan untuk Provinsi Sumbar 9,7 ribu ton beras.
Sementara stok beras Bulog secara nasional per 14 Januari, dalam catatan Bapanas totalnya masih sangat kuat di angka 3,35 juta ton. Ini terdiri dari stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 3,23 juta ton dan sisanya sejumlah 128 ribu ton untuk stok komersial.
“Kemudian ada bantuan dari Bapanas. Kami ditunjuk sebagai Kepala Bapanas, itu ada dari perintah Bapak Presiden (untuk) kirim bantuan. Jangan menunggu ada surat, belakangan suratnya menyusul. Bantuannya adalah 44 ribu ton (beras) untuk 3 provinsi. Kemudian minyak goreng 6 ribu ton untuk 3 provinsi. Tetapi hampir separuh itu ada di Aceh,” kata Kepala Bapanas Amran lagi.
Secara akumulatif, total bantuan pangan yang telah tersalurkan sampai 14 Januari untuk masyarakat di Aceh, Sumut, dan Sumbar telah mencapai 51,1 ribu ton beras dan 6,4 juta liter minyak goreng. Rinciannya 19,1 ribu ton beras dalam program CBP bencana alam. Kemudian 32 ribu ton beras dan 6,4 juta liter minyak goreng dalam program bantuan pangan.
Di samping itu, Kepala Bapanas Amran juga menuturkan bahwa pihaknya bersama keluarga besar Kementerian Pertanian dan Bapanas serta mitra strategis telah menggalang donasi yang terkumpul hingga Rp 75 miliar. Hari ini sebanyak 200 truk dilepas bersama untuk membantu masyarakat terdampak bencana.
“Kami meminta seluruh pegawai Kementerian Pertanian dan mitra-mitra mengeluarkan sedekah terbaiknya untuk Aceh. Aceh adalah duka kita semua. Masalah Aceh adalah masalah kita semua. Alhamdulillah terkumpul Rp 75 miliar. Itu adalah dari gaji saudara-saudara kita dan sedekah dari saudara-saudara kita kementerian, termasuk Ibu Ketua Komisi IV,” pungkas Kepala Bapanas Amran.
Dukungan agar pemerintah terus konsisten membantu pemulihan masyarakat terdampak bencana di Sumatera turut diutarakan oleh Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto. Titiek mengatakan program bantuan pemerintah harus menyasar secara benar dan tepat ke masyarakat yang membutuhkan.
“Kami dari Komisi IV bersama pemerintah bahu-membahu memulihkan dampak dari bencana ini. Dan kami hadir di sini untuk memastikan juga bahwa bantuan-bantuan pemerintah, program pemerintah ini benar-benar sampai bisa dirasakan oleh masyarakat,” ucap legislator Titiek.
“Mudah-mudahan segala sesuatunya bisa segera teratasi dan bapak ibu sekalian bisa hidup kembali normal seperti sediakala. Walaupun banyak yang kehilangan sanak keluarga, namun kita tidak boleh berlarut-larut bersedih. Kita harus bangkit untuk masa depan anak-anak kita, masa depan Aceh selanjutnya,” kata Titiek.
Titiek Soeharto juga memastikan Komisi IV DPR RI akan senantiasa memberikan dukungan persetujuan terhadap tambahan program pemerintah yang berkaitan dengan pemulihan pascabencana di Sumatera. DPR akan terus mendorong kerja nyata pemerintah untuk membantu masyarakat di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah mengaku telah menanyakan secara langsung mengenai kepastian pasokan beras untuk masyarakat Aceh. Hal ini pun telah dijawab Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman bahwa stok beras masih mumpuni sampai 6 bulan ke depannya.
“Tadi saya menyampaikan kepada Pak Mentan. Pak Mentan, kami perlu satu kepastian, karena kami tahu bahwa banyaknya beras di Bapak ini dan di Bulog, 6 bulan ke depan agar ada satu jaminan kepada pengungsi kami agar disediakan beras,” ungkap Wagub Fadhlullah.
Adapun kepastian pasokan beras tersebut dapat pula tercermin pada proyeksi peningkatan produksi beras secara nasional. Dalam Proyeksi Neraca Pangan Nasional Tahun 2026 update per Januari, produksi beras nasional di Januari dapat berada di 1,79 juta ton dan Februari dapat mencapai 2,98 juta ton. Sementara puncak panen raya diperkirakan di Maret dan April yang dapat mencapai hingga 5 juta ton untuk masing-masing bulannya.
Sementara produksi beras untuk Provinsi Aceh, dalam data Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS) amatan November 2025, tercatat ada penurunan produksi beras namun tidak terlalu signifikan, yakni hanya sekitar -4,45 persen. Pada 2024, Aceh mencatatkan produksi beras setahun 956,3 ribu ton, sedangkan di 2025 menjadi 913,7 ribu ton.





