Channel9.id – Jakarta. Indikator merilis hasil survei yang menunjukkan sejumlah program pemerintah dinilai membantu masyarakat selama mudik Lebaran 2026. Program mudik gratis menjadi yang paling dirasakan manfaatnya, disusul bantuan pangan, diskon transportasi, hingga jaminan harga BBM tetap stabil.
Hasil survei mencatat 86,9 persen responden merasa terbantu oleh program mudik gratis, diikuti bantuan pangan berupa beras 10 kilogram dan minyak goreng 2 liter dengan tingkat kepuasan 83,5 persen.
Program lain yang juga dinilai membantu yakni diskon tarif angkutan umum sebesar 82,6 persen dan jaminan harga BBM tidak naik sebesar 81,9 persen.
Penilaian positif juga diberikan terhadap diskon tarif jalan tol yang mencatat kepuasan 79,1 persen serta peningkatan anggaran THR sebesar 74,5 persen.
Sementara itu, kebijakan bekerja dari mana saja (Work From Anywhere/WFA) bagi aparatur sipil negara memperoleh tingkat kepuasan 63,4 persen.
Peneliti utama Indikator Hendro Prasetyo menyebut program mudik gratis menjadi yang paling populer sekaligus paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ia mengatakan bantuan pangan menempati posisi kedua dengan tingkat kepuasan yang tidak terpaut jauh dari program mudik gratis.
“Yang dianggap membantu itu program mudik gratis. Meskipun menjadi program paling populer, bantuan pangan itu nomor dua (tingkat kepuasan), meskipun tidak terlalu beda ya, dianggap membantu,” kata Hendro dalam jumpa pers hasil survei Evaluasi Publik Terhadap Penyelenggaraan Mudik Lebaran 2026, Selasa (7/4/2026).
Ia menambahkan tingkat kepuasan terhadap program-program tersebut dipengaruhi oleh tingkat popularitas dan luasnya cakupan penerima manfaat. Program dengan jangkauan lebih luas cenderung mendapatkan penilaian lebih positif dibandingkan kebijakan yang terbatas pada kelompok tertentu.
“Ternyata orang yang tahu tentang program-program itu cenderung lebih memiliki sikap positif dibandingkan masyarakat secara umum,” jelas Hendro.
Menurut Hendro, angka kepuasan terhadap berbagai program pemerintah selama mudik Lebaran 2026 secara umum tergolong positif. Hal ini menunjukkan sebagian besar masyarakat merasakan langsung manfaat dari kebijakan yang diterapkan pemerintah.
“Angkanya cukup positif untuk beberapa program pemerintah,” kata Hendro.
Adapaun survei ini dilakukan pada 29 Maret hingga 4 April 2026 melalui wawancara tatap muka dengan 1.200 responden yang memiliki hak pilih. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,9 persen.
HT





