Politik

Survei Indikator Politik Ungkap Elektabilitas PDIP Turun Gara-Gara Jokowi

Channel9.id – Jakarta. Survei Indikator Politik terbaru mengungkap bahwa elektabilitas PDIP mencapai 19,1 persen. Angka ini hampir disusul oleh Partai Gerindra yang tercatat memiliki elektabilitas mencapai 18,2 persen. Salah satu fenomena yang memicu turunnya elektabilitas PDIP adalah perubahan orientasi pemilih Jokowi.

Data Indikator Politik pada periode survei 16-20 Oktober 2023, menunjukkan bahwa ada dua alasan terkuat orang memilih PDIP yakni karena terbiasa memilih PDIP sebanyak 28,4 persen dan suka dengan Jokowi sebanyak 23,9 persen.

Sedangkan, pada periode survei terbaru, 23-24 Desember 2023, angka responden yang memilih PDIP karena suka terhadap Jokowi hanya tersisa 7,4 persen. Basis suara tradisional atau orang yang terbiasa memilih PDIP juga tergerus menjadi 23,7 persen.

Kendati demikian, alasan responden yang memilih PDIP karena suka dengan tokoh (calon) atau partai mengalami kenaikan dari 5,1 persen pada periode survei 16-20 Oktober 2023, menjadi 14,8 persen pada periode survei terakhir.

“Secara umum kami temukan pola pemilih PDI Perjuangan dan Gerindra itu statistik cukup unggul,” ujar Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam agenda rilis Indikator: Peta Elektoral Pasca-debat Capres dan Cawapres, Selasa (26/12/2023).

Burhanuddin pun memerinci bahwa untuk di posisi kedua ada Gerindra yang mendapatkan suara hingga 18,2% dan disusul oleh partai Golongan Karya (Golkar), yaitu di 9,3%. Posisi selanjutnya adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di 7,8% dan posisi kelima, yaitu Nasional Demokrat (NasDem) di 6,2%. Kemudian, Partai Keadilan Sosial (PKS) di 6%, Partai Amanat Nasional (PAN) di 4,5%, dan Demokrat di angka 4,4%.

Meskipun masih dipercaya duduk di bangku di Senayan, dia menjelaskan bahwa secara tren hasil suara yang ditorehkan oleh partai berlogo moncong banteng putih itu terus mengalami penurunan.

“Secara tren poling tertinggi PDIP berada pada Juli, yaitu 25,7% yang terus mengalami penurunan suara, misalnya pada Oktober yang berada di 22,5% dan Desember 19,1%,” katanya.

Lebih lanjut, dia melihat bahwa Gerindra justru mengalami kenaikan tren suara sejak Juli yang hanya meraup 14,2% dan meningkat pada Oktober di 17,3% dan pada akhir tahun 2023 yang mencapai 18,2%. Adapun, survei ini menggunakan sampel sebanyak 1.217 responden yang dipilih melalui kombinasi metode random digit dialing (RDD) dan double sampling dengan margin of error survei diperkirakan kurang lebih 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.

Baca juga: Bahlil Sebut PDIP Akan Hadapi Siklus 10 Tahunan, Ganjar: Justru Membakar Semangat Kader PDIP

IG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2  +  1  =