Channel9.id – Jakarta. Lembaga survei Poltracking Indonesia merilis hasil survei bertajuk “Evaluasi Kinerja Pemerintah dan Program Prioritas Prabowo-Gibran.” Berdasarkan survei tersebut, sebanyak 74,1 persen masyarakat menyatakan puas dengan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Angka tersebut merupakan gabungan dari 7,6 persen publik yang merasa sangat puas dan 66,5 persen cukup puas dengan kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Temuan ini saya kira cukup menarik juga di tengah banyak kondisi, misalnya barangkali berpotensi sebenarnya untuk menurunkan ekspektasi kepercayaan, termasuk kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah. Apalagi misalnya dampak dari ketegangan geopolitik global,” kata peneliti utama Poltracking Indonesia Masduri Amrawi saat memaparkan hasil survei yang disiarkan secara langsung di kanal Youtube Poltracking TV, Senin (13/4/2026).
Di sisi lain, sebanyak 24,1 persen publik merasa tidak puas dengan pemerintahan Prabowo-Gibran. Dari angka ini, sebanyak 21,4 persen publik menjawab kurang puas dan 2,7 persen lainnya sangat tidak puas. Sementara itu, 1,8 persen publik tidak tahu/tidak jawab.
Poltracking juga memaparkan hasil temuannya soal alasan publik merasa puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran. Dari 74,1 persen publik yang menjawab sangat puas dan cukup puas, sebanyak 23,0 persen merasa puas dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah.
“Program ini selain sebagai program prioritas juga program paling fenomenal, paling disoroti publik, baik oleh mereka yang mendukung ataupun mereka yang kontra terhadap program MBG ini,” ujar Masduri.
“Jadi di tengah kontroversi dan perbedaan pandangan berkaitan dengan program ini, tapi ternyata oleh publik secara umum mendapatkan perhatian yang cukup baik, tentu dengan tidak menafikan kelompok-kelompok yang kritis terhadap kebijakan ini,” imbuhnya.
Di bawah program MBG kemudian disusul dengan bantuan pemerintah tepat sasaran di angka 13,8 persen, kepemimpinan tegas dan berwibawa 10,2 persen, dan ekonomi yang stabil 7,8 persen.
Adapun survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka langsung pada 2-8 Maret 2026. Jumlah sampel 1.220 responden dengan margin of error 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%. Metode sampel survei menggunakan multistage random sampling.
HT





