Internasional

Tentang Tinggal di Rumah, Gelombang Protes Merebak di AS

Channel9.id-Jakarta. Gelombang protes menentang perintah tinggal di rumah sementara, kembali merebak di Amerika Serikat (AS). Mereka menuntut agar roda ekonomi segera membuka kembali.

Dilansir Reuters, sekurangnya 2,500 orang berunjuk rasa di ibu kota negara bagian Washington di Olimpia, memprotes Gubernur Jay Inslee terkait perintah tinggal di rumah, serta menentang larangan berkumpul 50 orang atau lebih.

Meski panitia demo meminta peserta untuk menggunakan masker, namun imbauan tersebut tidak terlalu diindahkan. Banyak peserta terlihat tidak menggunakan masker, tidak menjaga jarak, bahkan membawa anak di bawah umur.

“Menghentikan bisnis dengan memilih pemenang dan pecundang dimana ada hal yang esensial dan non esensial adalah pelanggaran konsitusi federal,” ujar coordinator Tyler Miller, kepada Reuters, Minggu (19/04).

Di Denver, ratusan orang berdemo di ibu kota degara bagian menuntut penghentian tinggal di rumah dihentikan. Pemrotes menutup jalanan dengan mobil.

Aturan untuk tinggal di rumah yang dinilai para ahli sangat penting untuk menahan laju penyebaran virus corona, telah mengguncang ekonomi AS. Sedikitnya 22 juta warga telah mengajukan tunjangan pengangguran dalam sebulan terakhir. Demo serupa sebelumnya juga terjadi di beberapa negara bagian yakni Texas, Wisconsin dan ibu kota Ohio, Minnesota, Michigan, dan Virginia.

Kota New York yang menjadi episentrum Covid-19, jumlah pasien rawat inap akibat terpapar corona terus menurun. Saat ini tercatat 16.000 orang dirawat, dari sebelumnya yang berjumlah 18.000 pasien. Begitu pula dengan jumlah pasien yang menggunakan ventilator. Pasien Covid-19 meninggal tercatat 507 dalam satu hari, turun dari jumlah tertinggi sebelumnya yakni 700 orang per hari.

“Jika data ini bertahan dan terus menurun, artinya kita telah melewati titik tertinggi,” ujar Gubernur New York Andrew Cuomo seraya mendesak warganya untuk tetap tinggal di rumah dan melanjutkan social distancing.

Untuk mendapatkan data baru terkait orang terinfeksi virus corona, Cuomo bakal menggelar tes anti bodi secara acak pada minggu ini.

Berdasarkan data Reuters, AS sejauh ini menjadi peringkat pertama dunia untuk kasus Covid-19 terkonfirmasi, yakni 750.000 terinfeksi dan lebih dari 40.500 orang meninggal.

Cuomo bersama gubernur lainnya, menuntut lebih banyak tes untuk mendeteksi infeksi baru serta menguji kekebalan sebagai bagian rencana membuka kembali negara bagian.

Gubernur Maryland, Larry Hogan saat di wawancara CNN mengatakan, klaim Presiden Donald Trump dan Wakilnya, Mike Pence bahwa negara bagian memiliki banyak test adalah pernyataan yang salah.

Pernyataan senada dari Gubernur Virginia, Ralph Northam yang menyebut jika negara bagian memiliki tes yang cukup adalah “delusi”.

Sebagai informasi, Maryland, Virginia, dan Washington D.C saat ini masih menunjukkan peningkatan kasus Covid-19. Sementara New Jersey dilaporkan memiliki kasus baru Covid- 19 naik hampir 3.900 dan tertinggi dalam dua minggu. Sementara itu, Boston dan Chicago juga muncul hot spot dengan kasus baru dan kematian yang melonjak baru-baru ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

  +  37  =  38