Terinspirasi Iwan Fals, Danes Rabani Sukses Gelar Peluncuran Album ‘Camarosa’
Lifestyle & Sport

Terinspirasi Iwan Fals, Danes Rabani Sukses Gelar Peluncuran Album ‘Camarosa’

Channel9.id-Jakarta. Tak mudah merilis album yang jadi bukti eksistensi penyanyi di industri musik Tanah Air. Demikian dengan musisi muda Danes Rabani yang sukses menggelar showcase untuk merayakan peluncuran album penuh perdananya yang diberi judul ‘Camarosa’. Acara meriah ini diadakan di Coma, Mbloc Space, Jakarta Selatan, pada Jumat (15/5/2026).

Danes yang berada di bawah naungan label FireFly Records membawakan sederet lagu barunya di hadapan para penonton. Tak sendirian, kemeriahan acara ini juga didukung oleh kehadiran grup musik Jelasdeva dan Noord yang tampil sebagai pembuka. Di usianya yang baru 18 tahun, Danes menunjukkan penampilan yang sangat percaya diri di atas panggung.

Karier musik Danes ternyata nggak lepas dari peran sang ayah, Ainur Rofiq. Ayahnya merupakan salah satu pendiri ormas OI, yang membuat Danes sudah terbiasa main ke belakang panggung sejak kecil. Apalagi, ia banyak mendapatkan arahan langsung dari musisi legendaris Iwan Fals dalam mengasah bakatnya.

“Awal main musik juga alasannya karena melihat waktu itu melihat Om Tonton manggung kan, kayak ‘oke ini keren banget’. Di satu sisi saya pengen coba melakukan inilah gitu di diri gue gitu kan,” ujar Danes Rabani saat ditemui di Coma, Mbloc Space, Jakarta Selatan, Jumat (15/3/2026).

Impian Danes untuk menjadi musisi mulai terlihat jalannya saat ia beranjak remaja. Ia sempat aktif membuat konten di media sosial sebelum akhirnya mantap terjun serius sebagai penyanyi profesional.

“Akhirnya tercapai gitu di umur berapa ya, mungkin umur 12 atau 13 tahun, aku coba buka channel YouTube, terus merilis video collab sama Om JJ (Jeje Guitaraddictt). Itu salah satu kolaborator pertama. Langsung hit menurut gue untuk channel yang baru muncul, langsung hit di YouTube,” kata Danes Rabani.

Melalui album Camarosa, Danes ingin menunjukkan eksistensinya. Baginya, punya album penuh adalah langkah awal yang sangat penting supaya dirinya bisa lebih bebas mengeksplorasi musiknya di industri musik Indonesia. Sejak SMP, ia sudah banyak belajar dari berbagai referensi band ternama.

“Udahlah, kayaknya sejak hari itu udah langsung terproklamir bahwa oke kita harus lanjutin nih di industri musik gitu kan. Sampai gue mungkin SMP, SMA, aku jadi melihat banyak band-band, banyak referensi yang gue lihat,” kata Danes.

“Di situ aku mulai punya apa ya, muncul rasa apa ya, taste gitu ya. Muncul taste yang akhirnya muncul perasaan, ‘Oke, ini kalau kita mau di sini, kita harus bikin album dulu’,” sambung Danes.

Danes juga menjelaskan kalau album ini punya pesan soal menerima kenyataan hidup yang tak selalu manis. Lewat lagu-lagunya, ia ingin mengajak pendengar buat tetap tenang menghadapi masalah dan menerima kalau keadaan memang lagi tidak sempurna.

“Aku di album ini menyampaikan hidup itu nggak selalu sempurna gitu ya. Jadi kayaknya kita harus menjadi individu yang ‘nggak apa-apa’ gitu. Aku kayaknya berpesan seperti itu di album, jadi apa pun itu halangan, apa pun itu masalah, ya ‘nggak apa-apa’. Kayaknya lebih ke sana deh pesannya,” jelasnya lagi..

Tak banyak yang tahu, Danes sebenarnya punya latar belakang sebagai atlet. Ia sempat menjadi pemain Timnas Pelajar Indonesia U-13 dan bertanding sampai ke Malaysia hingga Singapura. Namun, ia akhirnya memilih berhenti dan fokus ke musik karena rasa kecewanya pada sistem sepak bola nasional.

“Dalam proses itu ada kekecewaan dari diri Danes, dia ngadu ke Om Iwan gitu. ‘Om, kayaknya saya apa ya, kecewa lah dengan sistem sepak bola Indonesia’ kan gitu. ‘Ya sudah Nes, lu jadi musisi, lu mau serius di situ apa bola?’ gitu. ‘Musik Om’. Ya saat itulah buat saya, Danes memproklamirkan diri sebagai penyanyi,” pungkas sang ayah, Ainur Rofiq.

Kontributor: Akhmad Sekhu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9  +  1  =