Hot Topic

Tertinggi Sepanjang Sejarah! Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Tembus 256 Ribu Kendaraan

Channel9.id – Sukoharjo. Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menyebut sebanyak 256.338 kendaraan menuju ke arah Jakarta dan sekitarnya pada puncak arus balik Lebaran 2026 atau Selasa (24/3/2026). Menurutnya, angka tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah.

“Arus balik puncaknya adalah 256.388, ini juga terbanyak arus balik sepanjang sejarah ini. Karena tahun lalu adalah 223.163, jadi ada peningkatan 14,8 persen,” kata Irjen Agus setelah meninjau pos pengamanan Polres Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (25/3/2026).

Berdasarkan laporan analisis dan evaluasi (anev) Operasi Ketupat 2026 hari ke-12. Hingga Rabu (25/3/2026) pukul 06.00 WIB, akumulasi kendaraan yang kembali ke Jakarta telah mencapai 1.958.838 unit. Angka ini setara dengan 58 persen dari total proyeksi arus balik sebesar 3,4 juta kendaraan.

Agus menegaskan seluruh kebijakan lalu lintas tahun ini dijalankan berbasis data dan pemantauan real-time di lapangan.

Meski puncak arus balik gelombang pertama telah terlewati, Agus menyebut pergerakan kendaraan menuju Jakarta masih akan tinggi dalam beberapa hari ke depan. Hal ini merujuk pada data bahwa masih ada jutaan kendaraan yang berada di kampung halaman.

Sebaliknya, arus kendaraan keluar Jakarta terpantau terus menurun secara signifikan. Hingga H+3, total kendaraan yang meninggalkan ibu kota tercatat sebanyak 2,52 juta unit atau sekitar 72 persen dari proyeksi total 3,5 juta kendaraan.

“Sisa arus balik masih cukup besar, yakni sekitar 1.441.162 kendaraan atau 42 persen lagi. Arus ini diprediksi akan terus mengalir masuk ke Jakarta hingga beberapa hari ke depan,” jelasnya.

Ia menyampaikan, sejumlah jalan arteri juga masih terdapat kepadatan tapi tetap dikelola dengan baik. Jalur arteri yang terdapat kepadatan juga mulai melandai.

“Arteri aglomerasi setelah arus mudik ini juga masih cukup padat, tetapi bisa terkelola dengan baik karena arus mudiknya sudah selesai. Tinggal aglomerasi yang ada di masing-masing wilayah,” tuturnya.

Agus mengimbau sisa 42 persen pemudik yang belum kembali untuk mengatur waktu kepulangan. Masyarakat bisa memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA) yang telah diberikan pemerintah guna mencegah kepadatan di jalur utama.

“Manfaatkan kebijakan WFA ini dengan bijak. Masyarakat tidak perlu terburu-buru pulang secara bersamaan di puncak arus balik. Dengan memecah waktu kepulangan, perjalanan akan jauh lebih nyaman dan terhindar dari kemacetan panjang,” imbau Agus.

HT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  12  =  19