Connect with us

Lifestyle & Sport

Tidur Kacau Saat Ramadan? Ini Akibatnya Bagi Kulit Wajah

Published

on

Tidur Kacau Saat Ramadan? Ini Akibatnya Bagi Kulit Wajah

Channel9.id-Jakarta. Rutinitas sahur selama bulan Ramadan cenderung membuat seseorang jadi kurang tidur. Belum lagi, jika memang harus begadang sebelum sahur. Padahal kurang tidur bisa berdampak buruk bagi kesehatan secara menyeluruh, termasuk pada kulit wajah, lo.

Sementara itu, Lebaran sebentar lagi tiba. Tentunya Kamu ingin nampak glowing di momen besar itu ‘kan?

Maka dari itu, mumpung masih ada waktu beberapa hari sebelum Lebaran, cobalah untuk atur kembali pola tidurmu dan usahakan untuk mencukupi kebutuhan tidur. Sebagaimana saran ahli, orang dewasa disarankan untuk tidur, paling tidak, selama 7-9 jam setiap malam—sebagaimana saran para ahli.

Terlepas dari kiat tidur itu, memangnya apa saja sih dampak kurang tidur bagi kulit wajah? Nah, berikut ini adalah beberapa akibatnya.

1. Kantung mata besar
Pembuluh darah di area bawah mata tipis. Maka dari itu, setiap kali Kamu kelelahan atau kurang tidur, pembuluh darah ini akan melebar dan menghitam. Artinya, semakin sering Kamu begadang dan kurang tidur, semakin nampak jelas pembuluh darah pada area bawah mata.

2. Kulit jadi kusam
Selain itu, kurang tidur pun menyebabkan wajahmu nampak kusam atau tak cerah. Hal ini terjadi karena sistem kekebalan tubuhmu melemah jika kurang tidur. Risiko peradangan kulit pun jadi meningkat.

Hal itu pun akan memengaruhi produksi kolagen dan asam hialuronik yang berfungsi untuk mempertahankan kulit menjadi cerah. Artinya, semakin sedikit zat asam hialuronik yang diproduksi tubuh, kulit akan nampak semakin kusam.

3. Memicu munculnya jerawat
Pola tidur yang kacau bisa membikin Kamu kurang tidur. Hal ini bisa mengganggu kondisi mentalmu hingga Kamu merasa stres. Adapun stres ini akan meningkatkan produksi hormon kortisol, yang membuat tubuh rentan mengalami peradangan, termasuk pada kulit. Nah, Kamu pun jadi mudah berjerawat, bahkan memperparah kondisi jerawat.

Peningkatan produksi hormon kortisol pun akan meningkatkan produksi minyak pada wajah, lo. Ini juga akan memperburuk kondisi jerawat. Nah, tak ayal bila kurang tidur bisa memicu dan memperparah jerawat.

4. Wajah nampak lebih tua
Saat sedang tidur, tubuh akan memproduksi kolagen—yaitu zat yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan peremajaan kulit. Zat ini membantu mencegah tubuh mengalami penuaan dini dengan menghalangi pembentukan kerutan pada wajah.

Sementara, jika Kamu begadang dan kurang tidur, tubuh tak bisa memproduksi kolagen dalam jumlah normal. Hal ini bisa membikin kulit kendur dan lebih banyak kerutan, lo. Maka dari itu, orang yang kurang tidur pada malam hari bisa nampak lebih tua dari umur sesungguhnya.

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle & Sport

Efek Kurang Tidur Pada Kulit Wajah

Published

on

By

Efek Kurang Tidur Pada Kulit Wajah

Channel9.id-Jakarta. Kamu mungkin kesal kulit wajahmu masih bermasalah, meski sudah melakukan perawatan yang intensif—mulai dari cuci wajah, menggunakan masker, hingga menggunakan krim. Bahkan, Kamu kerap mengganti produk perawatan kulitmu karena Kamu pikir produk yang Kamu pakai tak cocok.

Sebelum mengganti produk, ada baiknya Kamu ingat-ingat terlebih dahulu kebiasaan tidurmu. Apakah Kamu sering begadang dan kurang tidur? Jika ya, bisa jadi hal ini yang membuat kulitmu tak kunjung membaik dan malah bermasalah, seperti berjerawat hingga kusam.

Untuk diketahui, menurut para ahli, orang dewasa idealnya tidur selama 7-9 jam setiap malam. Sayangnya, tak semua orang bisa menerapkannya. Padahal tidur cukup juga termasuk sebagai langkah perawatan kulit wajah agar tetap sehat. Nah, jika kurang tidur, Kamu bisa mendapat masalah kulit berikut ini.

1. Wajah tampak tua
Kebiasaan kurang tidur bisa membuat kulit wajahmu kendur dan berkerut, sehingga tampak lebih tua. Ini terjadi karena saat kurang tidur, jumlah kolagen yang diproduksi tubuh tidak optimal. Padahal produksi kolagen akan lebih optimal jika Kamu tidur cukup.

Untuk diketahui, kolagen sendiri merupakan protein yang berperan dalam proses regenerasi kulit serta menjaga kulit tetap elastis dan terhidrasi. Zat ini juga membantu menjaga kesehatan dan peremajaan kulit, sekaligus mencegah penuaan dini. Nah, maka dari itu, usahakan tidur cukup sekitar 7-9 jam per malam.

Kamu tak mau terlihat lebih tua dengan teman sebaya hanya karena kurang tidur ‘kan?

2. Berjerawat
Kurang tidur akan memengaruhi kondisi mentalmu juga, lo. Kamu bisa stres dan depresi. Nah, stres akibat kurang tidur ini bisa memicu peningkatan produksi hormon kortisol—yang juga memengaruhi pada tingkat stres. Jika hormon ini terlalu tinggi, tubuh jadi terhadap peradangan, salah satunya peradangan pada kulit. Jika sudah demikian, risiko munculnya jerawat pada wajah akan semakin besar.

3. Lingkar hitam di mata
Semua orang memiliki pembuluh darah yang tipis di area bawah mata. Jadi setiap kali Kamu kurang tidur atau kelelahan, pembuluh darah tersebut akan melebar dan menghitam secara alami. Dengan demikian, semakin sering Kamu kurang tidur, semakin terlihat pula pembuluh darah di area bawah mata

Tak hanya itu, sering kali mata tampak bengkak saat kurang tidur. Ini terjadi karena adanya retensi cairan pada jaringan lunak di sekitar mata. Terutama jika Kamu mengonsumsi makanan mengandung garam sebelum tidur.

4. Kulit kusam
Kurang tidur juga akan membuat kulitmu tampak kusam. Pasalnya, saat kurang tidur, daya tahan tubuh akan melemah sehingga risiko peradangan kulit meningkat. Hal ini akan memengaruhi produksi kolagen serta asam hialuronik yang berfungsi mempertahankan kecerahan kulit. Semakin sedikit produksi keduanya, kulit akan semakin kusam.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Ahli Tak Lagi Sarankan Penggunaan Masker Kain

Published

on

By

Ahli Tak Lagi Sarankan Penggunaan Masker Kain

Channel9.id-Jakarta. Menggunakan masker merupakan salah satu protokol kesehatan yang wajib dilakukan selama pandemi COVID-19. Cara ini telah terbukti membantu meminimalisasi penularan COVID-19. Para ahli pun terus mengimbau masyarakat untuk selalu disiplin menggunakan masker, terutama saat di tempat publik.

Perlu diketahui, baru-baru ini, para ahli tak lagi menyarankan penggunaan masker kain karena tak efektif melindungi seseorang dari paparan virus Corona. Mereka lebih menyarankan penggunaan masker bedah.

“Masker kain sudah tidak dianjurkan, lagipula masker bedah sudah banyak tersedia dan harganya terjangkau. Gunakan hanya masker berkualitas,” ujar dr Dirga Sakti Rambe, vaksinolog dan spesialis penyakit dalam, Jumat (18/6).

Sebagaimana telah diketahui, masker bedah atau medis terbukti efektif meminimalisasi paparan virus Corona jika digunakan dengan tepat. Adapun masker kain masih bisa digunakan jika hanya untuk melapisi masker tersebut, sehingga lebih kencang dan seseorang bisa lebih terlindungi.

“Saya menyarankan untuk mengganti masker maksimal 6 jam, atau ganti segera setelah masker sudah basah atau kotor,” tambahnya.

Lebih lanjut, dr Dirga juga mengimbau masyarakat agar tak melepas dan membuang masker serampangan. Saat melepas masker, lepas tali elastis dari telinga. Jauhkan masker dari pakaian dan wajah agar tak terpapar permukaan masker yang kemungkinan sudah terpapar virus.

Kemudian buanglah di tempat sampah. Selanjutnya, bersihkan tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer dengan alkohol minimal 70%.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Ingin Sehat dan Berumur Panjang? Coba Jalani Kiat-Kiat Berikut Ini

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Cobalah tengok seberapa banyak orang yang mengalami gejala COVID-19 yang terbilang berat dan parah. Perlu Kamu sadari, tingkat keparahan gejala ini juga bergantung pada pola dan gaya hidupmu. Pasalnya, kedua hal ini akan memengaruhi kesehatan secara menyeluruh.

Jika pola dan gaya hidupmu berantakan, tak hanya daya tahan tubuhmu yang lemah, tetapi Kamu juga jadi berisiko terkena penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, ginjal, stroke, dan lain sebagainya. Adapun orang-orang dengan penyakit ini—disebut dengan komorbid atau penyakit penyerta—berisiko membuat seseorang mengalami gejala yang parah saat terpapar COVID-19.

Baca juga: Pola Makan yang Bikin Bebas Stres

Untuk menghindari masalah kesehatan itu, sekaligus menangkal atau mengurangi tingkat keparahan gejala COVID-19, jalanilah hidup sehat. Hal ini juga memungkinkan Kamu hidup lebih bahagia dan berumur panjang, lo. Nah, untuk mendapat manfaat ini, lakukan tips simpel berikut ini untuk memulai pola hidup sehat.

1. Jaga tubuh tetap terhidrasi
Pastikan tubuhmu tetap terhidrasi dengan minum air putih dua liter atau delapan gelas per hari. Cara ini bakal mencegah Kamu mengalami dehidrasi, yang bisa memicu masalah kesehatan seperti pusing, linglung, kelelahan, kulit kering, bahkan gangguan ginjal.

Selain mencegah dehidrasi saja, minum air putih juga jadi cara ampuh bagi agar Kamu mengonsumsi minuman manis, yang berisiko meningkatkan masalah diabetes.

2. Konsumsi makanan sehat
Penting bagi Kamu untuk memerhatikan asupan gizi setiap hari. Pastikan makanan yang Kamu konsumsi mencangkup karbohidrat, serat, protein, dan lemak baik. Kemudian perhatikan pula porsinya, agar berat badanmu tetap ideal—tak terlalu kurus atau terlalu gemuk. Kamu pun harus bijak dalam mengolahnya. Cobalah mengolah makanan dengan cara yang sehat seperti direbus, dikukus, atau ditumis.

3. Kurangi gula, alkohol, dan rokok
Batasi atau hindarilah asupan gula. Sebab jika dikonsumsi terlalu banyak, bisa memicu diabetes. Kalau sudah demikian, Kamu bisa lebih rentan terkena berbagai penyakit kronis di masa mendatang, penyakit jantung dan stroke.

Selain itu, Kamu juga harus perlahan-lahan kurangi kebiasaan minum alkohol dan merokok.

4. Hindari atau kelola stres
Nyaris semua orang mengalami stres, entah apa pun penyebabnya. Dalam jangka panjang, stres bisa memengaruhi kesehatan secara keseluruhan. Oleh karenanya, usahakan untuk hindari atau kelola stres agar Kamu lebih rileks dan bebas dari stres.

Jika Kamu merasa tertekan, cobalah tenangkan dirimu dan ambil napas dalam-dalam, kemudian embuskan perlahan. Lakukan hal ini hingga Kamu rileks. Cara ini bisa menurunkan produksi hormon kortisol, yang jika kadarnya tinggi bisa memicu stres, sehingga Kamu lebih rileks. Atau, Kamu juga bisa melakukan hal atau hobi yang menyenangkan buatmu.

5. Rutin olahraga
Di masa pandemi seperti ini, Kamu tak perlu olahraga di rumah seperti ke gym atau jogging guna meminimalisasi risiko terpapar virus Corona. Terlebih saat ini varian virus yang diwaspadai di dunia mulai merebak di sejumlah wilayah di Indonesia. Nah, sebagai gantinya, Kamu bisa berolahraga di dalam rumah. Kamu bisa melakukan yoga dan jenis olahraga lainnya, yang memungkinkan Kamu tetap bisa berolahraga meski di rumah. Kuncinya satu, buatlah tubuhmu aktif bergerak setiap hari. Dengan begitu, Kamu bisa lebih bugar, stamina lebih kuar, hingga daya tahan tubuhmu juga kuat.

6. Tidur cukup
Nah, upaya-upaya dia atas bakal sia-sia kalau Kamu tak cukup tidur, lo. Maka dari itu, cukupilah kebutuhan tidurmu. Idealnya sekitar 7-9 jam per malam, menurut National Sleep Foundation.

Menurut ahli, tidur merupakan kebutuhan paling mendasar untuk menuju pola hidup sehat. Aktivitas ini menjadi fondasi pikiran dan tubuh yang sehat. Jika fondasi goyah, kesehatanmu akan terganggu, dari fungsi kekebalan tubuh, energi, selera makan, suasana hati hingga berat badan.

(LH)

Continue Reading

HOT TOPIC