Channel9.id, Jakarta. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan penghargaan kepada enam daerah di Kalimantan yang dinilai berhasil menekan angka pengangguran. Penghargaan tersebut berupa insentif dana sebesar Rp3 miliar untuk peraih Terbaik I, Rp2 miliar bagi Terbaik II, dan Rp1 miliar untuk Terbaik III.
Apresiasi itu diserahkan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Kalimantan yang berlangsung di Balikpapan pada Selasa, 5 Mei 2026. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait hadir mewakili Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian untuk menyerahkan penghargaan secara simbolis.
Pada kategori provinsi, Kalimantan Utara meraih posisi pertama berkat keberhasilannya menurunkan tingkat pengangguran. Untuk kategori kabupaten, Barito Utara memperoleh predikat Terbaik I, disusul Tabalong sebagai Terbaik II, dan Murung Raya di posisi Terbaik III. Sementara itu, pada tingkat kota, Bontang berhasil menjadi yang terbaik dan Palangka Raya menempati posisi kedua.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan bahwa tren penurunan tingkat pengangguran layak mendapatkan apresiasi. Berdasarkan data yang ada, tingkat pengangguran terbuka di Indonesia turun hingga sekitar 4,74 persen pada November 2025, yang disebutnya sebagai salah satu capaian terendah dalam lima tahun terakhir.
Meski demikian, Tito menilai masih terdapat tantangan struktural, terutama tingginya jumlah tenaga kerja di sektor informal yang mencapai lebih dari 57 persen. Menurutnya, daerah yang sukses menekan angka pengangguran umumnya mampu menyelaraskan kebijakan dan anggaran di bidang ketenagakerjaan, mulai dari perencanaan, penempatan tenaga kerja, pelatihan vokasi, hingga pengembangan kompetensi lainnya. Upaya tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang bertujuan memperluas kesempatan kerja dan mempermudah investasi.
Bupati Murung Raya, Heriyus Midel Yoseph, mengatakan pemerintah daerahnya terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengurangan angka pengangguran. Menurut dia, fokus pemerintahannya adalah membangun ekosistem yang mampu memberikan keterampilan sekaligus akses pekerjaan bagi para pencari kerja.
Untuk mencapai tujuan itu, Murung Raya menjalankan berbagai program, seperti peningkatan kemampuan tenaga kerja melalui pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri, serta memperkuat fasilitasi penempatan kerja dan pendampingan agar masyarakat lebih cepat memperoleh pekerjaan. Selain itu, pemerintah daerah juga memperkuat keterlibatan dunia usaha dan sektor UMKM.
Dalam penilaian Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026, Murung Raya dinilai berhasil menurunkan angka pengangguran secara terukur dan berkelanjutan. Penilaian tersebut mencakup kualitas perencanaan program, dukungan anggaran, hingga hasil nyata dalam pengurangan pengangguran. Inovasi daerah juga menjadi faktor penting dalam menciptakan solusi yang efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Heriyus menyebut penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas kerja sama berbagai pihak dalam menekan pengangguran di Murung Raya.
Di sisi lain, Kabupaten Tabalong mengusung visi Tabalong SMaRT, singkatan dari Sejahtera, Maju, Religius, dan Terdepan, yang diyakini mampu mendorong penurunan angka pengangguran. Bupati Tabalong Muhammad Noor Rifani menjelaskan bahwa pemerintah daerah fokus menjalankan tujuh program prioritas, salah satunya peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk tenaga kerja dan wirausaha.
Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah mencetak 15 ribu tenaga kerja terampil melalui kerja sama balai latihan kerja, Dinas Tenaga Kerja, organisasi nonpemerintah, dan dunia usaha. Program tersebut bertujuan membekali masyarakat dengan keterampilan yang dapat digunakan untuk bekerja maupun berwirausaha.





