Channel9.id, Jakarta. Kementerian Keuangan mencatat penerimaan negara mencapai Rp358 triliun hingga akhir Februari 2026. Angka ini tumbuh 12,8 persen dibandingkan Rp317,4 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan penerimaan pajak menjadi kontributor utama pertumbuhan tersebut. Hingga Februari, pemerintah mengumpulkan pajak sebesar Rp245,1 triliun atau naik 30,4 persen secara tahunan.
“Kinerja ini terutama didorong penerimaan perpajakan yang tetap solid. Penerimaan pajak mencapai Rp245,1 triliun dengan pertumbuhan sangat kuat, yaitu 30,4 persen,” kata Purbaya dalam konferensi pers, Rabu (11/3).
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menambahkan, pertumbuhan pajak pada Februari melanjutkan tren yang sudah terlihat sejak Januari. Pada bulan tersebut, penerimaan pajak juga tumbuh 30,7 persen secara tahunan.
Jika dirinci, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) mencatat pertumbuhan paling tinggi, yakni 97,2 persen secara tahunan. Hingga Februari, kedua jenis pajak ini menyumbang Rp85,9 triliun atau sekitar 35,05 persen dari total penerimaan pajak.
Suahasil menjelaskan bahwa PPN dan PPnBM muncul dari transaksi di sektor formal. Karena itu, kenaikan penerimaan dari kedua pajak tersebut mencerminkan meningkatnya aktivitas transaksi dan konsumsi domestik.
“Kalau transaksi terjadi dan PPN dibayar, itu menunjukkan aktivitas ekonomi kita terus berjalan,” ujarnya.
Kinerja penerimaan negara yang kuat pada awal tahun juga memberi ruang bagi pemerintah untuk mempercepat belanja negara. Hingga akhir Februari 2026, pemerintah telah merealisasikan belanja sebesar Rp493,8 triliun, naik 41,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Suahasil mengatakan pemerintah sengaja mempercepat belanja pada awal tahun, berbeda dengan pola pada tahun-tahun sebelumnya. Langkah ini bertujuan meratakan pola belanja sepanjang tahun sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama.
“Percepatan belanja ini diharapkan bisa membantu mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal I,” pungkas Suahasil.





