Connect with us

Hukum

Tunggu Gelar Kasus Selesai, UI: Laporan Dugaan Fitnah Politikus PKS Paling Lambat Keluar Senin Depan

Published

on

Channel9.id – Jakarta. Civitas Akademika UI Reni Suwarso menegaskan, pihaknya telah mengunjungi Bareskrim Polri dan bertemu dengan Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Slamet Uliandi pada 21 September 2020.

Pertemuan itu dalam rangka melaporkan Politikus PKS Al Muzammil atas tuduhan fitnah, pembunuhan karakter, dan kebohongan publik terkait pernyataan materi Ospek atau Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Indonesia (UI).

Pernyataan ini menindaklanjuti pemberitaan Media Indonesia berjudul Polri: Belum Ada Laporan UI Soal Dugaan Fitnah Politikus PKS, beberapa waktu lalu.

“Di dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa tahapan pelaporan akan diawali melalui gelar kasus terlebih dahulu yang akan dilangsungkan antara Direktorat Siber dengan pihak kami sebagai pelapor untuk memperdalam dan memposisikan duduk perkara yang akan melibatkan ahli baik dari Polri maupun dari kami. Dan alhamdulillah diskusi telah berhasil dilaksanakan dengan baik pada hari ini pada tanggal 23 September 2020 yang dipimpin oleh Kasubdit II Dit Siber Kombes (Pol) Himawan,” kata Reni, Kamis (24/9).

Reni melanjutkan, atas selesainya diskusi di atas, Direktorat Siber akan melaksanakan gelar kasus sekali lagi secara internal.

“Dan kami pastikan dengan telah selesainya gelar kasus tersebut, Insyaa Allah paling lambat pada hari Senin, 28 September 2020 akan ditindaklanjuti dengan laporan polisi,” pungkasnya.

Diketahui, kasus tersebut berawal dari video “Kupas Tuntas: Pakta Integritas Universitas Indonesia & Pendidikan Sexual Consent” dengan pembicara tunggal Al Muzzammil Yusuf.

Muzzammil menyebut “UI mengajarkan kepada mahasiswa/mahasiswi baru terkait pendidikan consensual sex, seks dengan persetujuan antara mahasiswa/ mahasiswi, seks yang dianggap tanpa kekerasan yaitu consensual sex dengan kesadaran, dianggap itu seks yang sehat yang sah. Dengan konsep consensual sex barat maka itu dianggap bukan kekerasan. Saya kira ini sangat tidak patut untuk dikembangkan diajarkan kepada mahasiswa kita di mana pun berada di Indonesia ini.”

Menurut UI, tuduhan Muzzammil jelas telah menyerang, mempermalukan, dan mencemarkan nama baik UI. Sebab apa yang dituduhkan sangat tidak benar dan tidak berdasar.

(HY)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum

Seorang Ustadz Ditusuk Saat Ceramah, Pelaku Pecatan Polri

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Ustaz Muhammad Zaid Maulana mengalami penusukan ketika sedang ceramah Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Husna Kandang Blang Mandiri, Kecamatan Lawe Bulan, Aceh Tenggara, Kamis (29/10). Ustadz Muhammad Zaid ditusuk oleh seorang berinisial MA.

Polres Aceh Tenggara pun sudah berhasil menangkap MA. MA ditangkap di Desa Kandang Blang, Kecamatan Lawe Bulan.

Kapolres Aceh Tenggara AKBP Wanito Eko Sulistyo menjelaskan kronologi kasus tersebut. Awalnya MA masuk ke dalam masjid melalui jendela. Kemudian, MA langsung menyergap dan memegang kepala Ustadz Zaid Maulana yang sedang menyampaikan ceramahnya.

Pelaku pun langsung nekat menusukkan pisau ke tubuh korban. Kejadian berlangsung sekitar pukul 21.30 WIB.

Saat mendapat penyerangan dari pelaku, korban sempat menghindar dan hanya mengalami luka pada bagian tangan sebelah kiri karena terkena senjata tajam pelaku.

“Korban sempat menyelamatkan diri dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Nurul Hasanah untuk pengobatan,” katanya, Jumat (30/10).

Sedangkan Polisi sudah mengamankan pelaku sekitar satu jam pasca kejadian.

Pelaku sendiri merupakan pecatan polisi. Dia dipecat 3 tahun lalu karena desersi. Sebelumnya dia berdinas pada Polres Aceh Tenggara.

“Dipecat karena tidak masuk dinas tahun 2017,” pungkasnya.

(HY)

Continue Reading

Hukum

Terungkap, Habib Bahar Jadi Tersangka Karena Menganiaya Sopir Online

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Meski masih di penjara, secara mengejutkan Habib Bahar ditetapkan sebagai tersangka gara-gara kasus lain yang serupa yakni soal penganiayaan terhadap sopir taksi online.

Kronologi bertumpuknya hukuman kepadanya itu, berawal dari laporan seorang sopir taksi online yang mengaku dianiaya Habib Bahar.

Habib Bahar kemudian menjadi tersangka berdasarkan laporan polisi nomor LP/60/IX/2018/JBR/Resta Bgr/Sek Tansa pada 4 September 2018 dengan pelapor Andriansyah.

Mendengar kabar dirinya ditetapkan sebagai tersangka, Habib Bahar seketika mengamuk di dalam penjara dan merobek surat penetapan tersangka yang ia terima.
Kuasa Hukum Habib Bahar Bin Smith, Aziz Yanuar membenarkan penetapan itu.

“Iya benar, Habib jadi tersangka lagi. Itu kejadian di Bogor waktu itu udah lama tahun 2018,” katanya (29/10) dikutip Suara.com.

Menurut dia, kasus ini kesalapahaman. “Bukan (kasus yang lama), lain lagi. Jadi kalau ini permasalahan salah paham saja, dan itu aneh karena pelapornya itu sama kuasa hukumnya sudah dicabut laporan, dan sudah damai sama kita sama Habib Bahar juga,” jelasnya.

Habib Bahar bin Smith sendiri saat ini masih mendekam di penjara setelah divonis 3 tahun bui akibat menganiaya dua pemuda di Ponpes Tajul Alawiyin, Bogor pada tahun 2019 silam.

Sebelumnya, Bahar bin Smith dikenal sebagai ulama dan pendakwah dengan deretan kontroversi. Penasaran dengan sosoknya? Berikut ini profil Bahar Smith lengkap dengan deretan kontroversi Habib Bahar.

Bahar bin Smith adalah seorang ulama dan pendakwah yang lahir di Manado, 23 Juli 1985. Bahar berasal dari keluarga keturunan Arab Hadhrami golongan Alawiyyah bermarga Aal bin Sumaith.

Pemilik nama lengkap Sayyid Bahar bin Ali bin Smith ini merupakan anak pertama dari enam bersaudara pasangan alm. Sayyid Ali bin Alwi bin Smith dan Isnawati Ali.
Pada 2009 lalu, Bahar menikahi Fadlun Faisal Balghaits yang merupakan seorang Syarifah bermarga Aal Balghaits. Dari pernikahannya ini, Bahar dan Fadlun dikaruniai empat orang anak.

Pada 2007, Bahar bin Smith mendirikan Majelis Pembela Rasulullah yang berkantor pusat di Pondok Aren, Tangerang Selatan. Bersama dengan anggota organisasi pimpinannya ini, Bahar sering melakukan razia dan penutupan paksa sejumlah tempat hiburan di Jakarta.

Selain Majelis Pembela Rasulullah, Bahar bin Smith juga merupakan pendiri Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin. Tak hanya itu, Bahar juga dekat dengan sejumlah ormas Muslim lainnya.

Hal ini terlihat dalam setiap dakwahnya, Bahar selalu didampingi Laskar Pembela Islam, Front Pembela Islam, maupun Barisan Ansor Serbaguna.
Habib Bahar bin Smith juga memicu kontroversi dari ceramah yang ia bawakan dalam beberapa kesempatan.

Salah satu ceramah kontroversial Bahar terjadi pada 2018 lalu. Dalam ceramah viral tersebut, Bahar berkata bahwa Jokowi merupakan pengkhianat bangsa, negara, dan rakyat.

Ia bahkan menuduh Jokowi sebagai pemimpin yang hanya menyejahterakan kaum non-Muslim, orang Tionghoa-Indonesia, dan perusahaan asing. Pernyataan kontroversial ini lantas mendapat kecaman dari tim kampanye Jokowi-Ma’ruf.

Kontroversi Bahar bin Smith selanjutnya adalah tuduhan atas penganiayaan dua remaja yang menjadi sorotan pada akhir 2018 lalu. Tuduhan tersebut dilengkapi dengan bukti rekaman video yang diunggah ke Youtube.

Atas tindakannya tersebut, Bahar dijatuhi pasal berlapis dan divonis hukuman tiga tahun penjara.

IG

Continue Reading

Hot Topic

KPK Berhasil Ringkus Buron Penyuap Eks Petinggi MA

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis, telah menangkap Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto (HSO) yang sebelumnya telah dimasukkan dalam status Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak Februari 2020 dalam kasus dugaan suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA).

“Benar, penyidik KPK hari ini berhasil menangkap DPO KPK atas nama tersangka HSO dalam perkara tindak pidana korupsi dugaan suap pengurusan perkara MA Tahun 2011-2016,” kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, di Jakarta, Kamis (29/10/2020).

QqSaat ini, kata Ali, tersangka Hiendra sudah berada di Gedung KPK dan masih menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik KPK.

“Info lengkapnya akan disampaikan dalam konferensi pers malam ini sekitar pukul 18.30 WIB,” ujar Ali.

Sebelumnya, Hiendra bersama mantan Sekretaris MA Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono telah dimasukkan dalam status DPO.

Nurhadi dan menantunya telah terlebih dahulu ditangkap tim KPK di salah satu kediaman di Jakarta Selatan, Senin (1/6).
KPK sebelumnya telah menetapkan tiga orang tersebut sebagai tersangka pada 16 Desember 2019.

Untuk Nurhadi dan menantunya saat ini dalam proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.
Keduanya didakwa menerima suap Rp45,726 miliar dari Hiendra terkait pengurusan dua gugatan hukum.

Selain itu, keduanya juga didakwa menerima gratifikasi senilai Rp37,287 miliar pada periode 2014-2017.

IG

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC