Channel9.id-Jakarta. Usia tua tak menghalangi aktris senior untuk tetap membintangi sebuah film. Kali ini, aktris senior Tutie Kirana yang kembali berkarya dalam perannya di film ‘Desember Jani’ sebagai Oma. Bahkan ia sangat bersemangat saat bicara mengenai perjalanannya sebagai seorang aktris.
Pada kesempatan itu ia berkata perannya sebagai Oma ini membuatnya menemukan sesuatu yang berbeda yaitu keluarga yang tak bisa lepas dari permasalahan.
“Bicara tentang film Desember Jani ini, dalam kurun waktu perjalanan karier saya yang sudah lumayan panjang, memang saya menemukan sesuatu yang lain. Artinya gini, Sebuah keluarga tidak pernah lepas dari sebuah permasalahan setiap hari, setiap saat,” kata Tutie dalam acara konferensi pers teaser film ‘Desember Jani’ dan Music Video Release Kopi Kaleng, yang dilaksanakan di kawasan Kuningan, Jakarta pada (14/9/2026).
Lebih lanjut, Tutie menerangkan dengan berkata bahwa hal yang sama terjadi pula padanya.
“Yang terjadi di saya sendiri juga begitu, tapi itu bukan sebuah permasalahan dalam tanda kutip untuk menjadikan keluarga itu semakin broken ya,” terang Tutie.
Sebagai Oma dirinya menyebut bahwa ia selalu membawa anak dan cucunya dalam yang diistilahkan dengan ‘rasa’.
“Kalau saya selalu mengistilahkan rasa, saya sebagai ibu, sebagai Oma di film ini ya khususnya, tapi sehari-hari bahkan sebagai buyut dari cicit-cicit saya, itu saya selalu membawa rasa. Di mana pun saya selalu membawa anak-anak saya, cucu-cucu saya itu dalam rasa saya,” ucap Tutie.
Tutie menambahkan, perannya sebagai Oma bukan hanya peran semata, tetapi ruang lain yang sama-sama mengalirkan kasih sayangnya.
“Jadi di film ini ketika saya membaca skripnya lalu bergabung bersama mereka, saya juga gak merasa bahwa ini sebuah peran. Tapi ini adalah sebuah tempat lain di mana saya merasakan hal yang seperti itu,” ungkap Tutie.
Tutie ikut membawa hal yang ia sebut dengan ‘rasa’ saat baru kenal dengan para pemain Desember Jani.
“Kepada Winnie, padahal saya baru kenal loh yang namanya Sigi Wimala di film ini, juga dengan Chempa, Mika, saya coba raih mereka pertama kali itu dengan rasa saya. sehingga mungkin tidak ada batasan-batasan, apalagi sebatas sebagai ‘Ah, Oma senior’ itu enggak sama sekali,” tutur Tutie.
Tutie juga menyebut bahwa generasinya tak hanya mengungkapkan rasa kasih sayang dengan kata-kata tetapi membawa keluarga dalam ‘rasa’.
“Semuanya tuh mengalir dan kalau melihat poinnya di peran Oma ini, generasi seumur saya itu tidak cuma mengekspresikan cintanya hanya dengan ucapan I love you atau apa, tapi justru dengan rasa itu,” kata Tutie.
Tutie Kirana tak lupa menyampaikan pesannya kepada para nenek untuk tidak gentar menghadapi keluarga dengan ‘rasa’ yang selalu dibawa dan memeluk mereka.
“Untuk nenek-nenek, bilanglah nenek-nenek kalian di rumah, jangan gentar menghadapi anak, cucu, citcit siapa pun. Selama kita ya itu tadi, rasa kita memeluk mereka, sehingga itu kita salurkan dengan segala tindakan,” pesan Tutie.
Film ‘Desember Jani’ berkisah tentang keluarga Jani yang terdiri dari Jani, Julia (Kakak Jani), Winnie (Ibu Jani), dan Oma. Jani memiliki sebuah keinginan untuk Julia setelah kakaknya itu pergi meninggalkan rumah tanpa bilang terlebih dahulu, yaitu kepulangan sang kakak.
Hubungan Jani dan sang ibu merenggang hingga membuat Jani menyalahkan ibunya lantaran perginya Julia dari rumah. Winnie, sang ibu pun terus merasa bersalah dalam kegiatannya bekerja.
Merenggangnya hubungan ibu dan anak itu menjadikan Oma yang berkeseharian berjualan lumpia menjadi satu-satunya teman nyaman bagi Jani di rumah. Namun di sisi lain yang tidak diketahui orang rumah, Julia tidak putus komunikasi, pasalnya Jani masih berkomunikasi dengan Julia secara diam-diam.
Dalam empat hari di bulan Desember, sebuah rahasia menyeret keluarga ini ke dalam diskusi yang sekian lama mereka hindari. Jani harus menentukan sikap yakni tetap menyembunyikan rahasia kakaknya atau mengungkapkan kenyataan yang ada.
Kontributor: Akhmad Sekhu



