Connect with us

Hot Topic

Unggul Sementara, Biden: Pemilu Belum Usai

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Kandidat Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat Joe Biden untuk sementara mengungguli saingannya Donald Trump. Biden pun meminta para pendukungnya untuk bersabar menanti hasil final pengumuman pemenang pemilihan presiden AS.

“Pemilu belum berakhir sampai semua suara dihitung. Kami merasa kami dalam posisi baik,” tuturnya, dikutip dari Reuters, Rabu (04/11).

Dilansir New York Times, Biden untuk sementara unggul dengan 225 suara elektoral atau 49,8 persen pada Selasa (3/11) malam waktu setempat. Sementara itu, Presiden AS petahana Donald Trump menempel ketat dengan 213 suara elektoral atau 48,5 persen.

Diketahui, pemilihan presiden AS tidak ditentukan oleh jumlah suara yang diperoleh secara keseluruhan. Melainkan ditentukan oleh dengan peraihan lebih banyak suara di negara bagian yang tepat. Kandidat mana pun yang akhirnya memenangkan kontes yang menghasilkan 270 suara elektoral adalah pemenangnya.

Baca juga: Menjelang Pilpres AS, Twitter Akan Tandai Klaim Kemenangan Prematur

Warga AS antusias dengan pemilihan presiden AS ini, terbukti dengan banyaknya antrean di sejumlah negeri sepanjang hari untuk mencoblos. Lebih dari 101 juta pemilih lainnya memberikan suara lebih awal dalam beberapa pekan terakhir. Sebagian pemilih menghindari memberi suara langsung pada hari pemilu di tengah pandemi virus corona yang tidak terkendali di AS.

Penghitungan suara awal berfokus di dua negara bagian pesisir Atlantik, yaitu Florida, negara bagian saat ini Trump berdomisili, dan North Carolina. Keduanya negara bagian yang dimenangkan Trump pada 2016 atas Hillary Clinton dari Demokrat. Namun jajak pendapat terakhir menunjukkan Trump dan Biden bersaing ketat.

Para analis menyatakan kedua negara bagian itu penting bagi Trump untuk kembali memenangkan masa jabatan kedua dan terhindar untuk menjadi presiden AS ketiga yang kalah dalam pemilihan kembali dalam empat dekade terakhir.

Sementara itu, bagi Biden, kemenangan akan secara signifikan berpeluang untuk memenangkan kursi kepresidenan dalam percobaan ketiga kalinya. Biden kalah dalam pencalonan presiden dari Partai Demokrat pada 1988 dan 2008.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Pelaku Penyebar Video Azan ‘Hayya Alal Jihad’ Ditangkap Polisi

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Polda Metro Jaya menangkap pria berinisial H yang menyebarkan video azan dengan lafaz ‘hayya alal jihad’.

Kadiv Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyampaikan, H mendapatkan video tersebut dari grup WhatsApp Forum Muslim Cyber One (FMCO News).

“Modus operandi pelaku memang masuk dalam satu group WhatsApp FMCO News (Forum Muslim Cyber One), kemudian dia menemukan adanya unggahan video-video yang ada di group tersebut,” katanya, Kamis (3/12).

Kemudian, video yang diperoleh itu diunggah oleh tersangka H ke akun media sosial miliknya @hashophasan. H pun menyebarkan video itu secara masif di media sosial.

“Kemudian dia menyebarkan secara masif, hasil profiling yang dilakukan teman-teman Subdit Cyber Polda Metro Jaya, yang kemudian setelah kita lakukan profiling yang bersangkutan diketahui saudara H pemilik akun tersebut kemudian diamankan dan dilakukan pemeriksaan dan memang betul akun itu milik saudara H sendiri,” ujarnya.

H ditangkap di rumahnya di Cakung, Jakarta Timur, Rabu (2/12). Sejumlah barang bukti seperti handphone hingga akun Instagram milik H disita polisi.

H saat ini sudah ditahan oleh Polda Metro Jaya. Pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.

(HY)

Continue Reading

Hot Topic

Ketua DPR Minta Pemerintah Evaluasi Total Strategi Penanganan Covid-19

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Ketua DPR Puan Maharani meminta Pemerintah melakukan evaluasi total strategi penanganan Covid-19 menyusul tetap tingginya jumlah kasus Covid-19.

Puan menyatakan, jumlah penularan Covid-19 belum juga turun seperti yang diharapkan. Bahkan, akhir November 2020 menembus rekor baru yakni 6000 kasus per hari. Puan pun mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi tersebut.

“Dengan tembusnya rekor baru, Pemerintah harus evaluasi menyeluruh strategi penanganan pandemi ini untuk menemukan bagian apa lagi yang harus kita gencarkan,” kata Puan dalam keterangan resmi, Kamis (3/12).

Kendati begitu, Puan mengapresiasi kerja keras dan gotong royong yang sudah dilakukan pemerintah, tenaga kesehatan, relawan, dan masyarakat dalam melawan Pandemi Covid-19. Namun, perlu menjadi catatan bagi Pemerintah bahwa jumlah kasus baru per hari telah mencetak rekor baru.

“Selama ini upaya penanggulangannya sudah luar biasa, termasuk peran tenaga kesehatan dan masyarakat. Tapi Pemerintah harus jadi motor penggerak untuk melahirkan usaha yang lebih dari luar biasa,” ungkap Puan.

Puan menyampaikan, anggaran sangat besar sudah dialokasikan untuk penanggulangan Covid-19 dan untuk mengurangi dampaknya. Langkah tracing, testing, treatment (3T) juga sudah ditingkatkan. Kesadaran masyarakat sudah meningkat untuk mengenakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak (3M).

Tetapi, kata Puan, pemerintah harus menangkap kekhawatiran masyarakat akibat pandemi ini. Terlebih angka penularan dan korban jiwa sangat tinggi, termasuk catatan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang menyebutkan 180 dokter meninggal akibat Covid-19 hingga awal Desember 2020.

“Ada baiknya kita mawas diri, introspeksi langkah penanggulangannya. Jangan sampai masyarakat lelah dan tidak mau lagi mematuhi protokol kesehatan,” ujar Puan.

Puan pun mendorong Pemerintah menguatkan pencegahan dari sisi hulu. Misalnya dengan memperluas bantuan vitamin dan jamu agar kesehatan dan daya imunitas masyarakat terjaga. Langkah ini dinilai penting dilakukan sambil menunggu tersedianya vaksin sebagai salah satu langkah penanggulangan Covid-19.

“Negara harus hadir membantu masyarakat. Pertimbangkan lakukan pencegahan dengan meningkatkan imunitas, berikan vitamin dan jamu herbal pada masyarakat untuk meningkatkan daya imunnya,” kata Puan.

Tak kalah penting, pemerintah perlu menguatkan sinergi birokrasi, pemerintah pusat dan pemerintah daerah, untuk mengoptimalkan penanganan pandemi Covid-19. Puan mengingatkan agar kebijakan yang diambil harus berdasarkan data akurat dan mempertimbangkan berbagai masukan.

“Ini tentang kemanusiaan, maka sinergi sangat penting. Utamakan kesehatan dan keselamatan masyarakat, jangan politisasi keadaan,” pungkasnya.

(HY)

Continue Reading

Hot Topic

KPK Kembali OTT, Kali Ini Bupati Banggal Laut

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini tim penindakan mengamankan Bupati Banggai Laut Wenny Bukamo.

“Benar (penangkapan Bupati Banggai Laut),” ujar Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, Jakarta, Kamis (3/12/2020).

KPK masih belum bersedia menjelaskan lebih detail terkait kasus yang menjerat WB. Termasuk barang bukti apa saja yang diamankan saat penindakan.

KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan statua hukum mereka yang diamankan dalam penindakan kali ini.

Ketua KPK Firli Bahuri menyebut tim penindakan masih bekerja di lapangan.

Baca juga: Wali Kota Cimahi Ditangkap, KPK Sita Uang dan Dokumen

“Kami masih menunggu hasil kerja rekan-rekan penindakan ya. Berikan waktu untuk kawan-kawan saya bekerja dulu. Nanti pada saanya akan diberikan penjelasan kepada publik,” kata Filri.

Dilansir detikcom, seorang sumber menyebutkan total ada 6 orang yang ditangkap, termasuk Wenny. Wenny diamankan bersama pihak lain yang diduga kontraktor dan tim sukses pemenangannya dalam Pilkada 2020. Wenny diketahui maju lagi dalam pilkada untuk periode keduanya bersama Ridaya La Ode Ngkowe.

“Dugaan suap bupati meminta sejumlah uang dari para kontraktor yang digunakan untuk kepentingan kampanye pemenangan,” katanya.

“Diamankan di Banggai dan sejumlah pihak diduga kontraktor, ada juga timses si bupati ikut diamankan. Barang bukti yang didapat sementara 2 kardus berisi uang sejumlah lebih dari Rp 1 miliar,” ucapnya.

IG

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC