Connect with us

Nasional

UNJ Gelar Wisuda Virtual Tahun Akademik 2020/2021

Published

on

Channel9.id – Jakarta. Pada Rabu, 13 Oktober 2021 diselenggarakan Wisuda Virtual UNJ kedua pada semester 114 Tahun Akademik 2020/2021. Pada Wisuda Virtual UNJ ini disiarkan secara live streaming melalui kanal YouTube Edura TV. Pelaksanaan wisuda UNJ yang masih dilakukan secara virtual sebagai bentuk respon atas pandemi COVID-19 yang masih melanda Indonesia dan dunia.

Pada Wisuda Virtual Tahun Akademik 2020/2021 ini, UNJ mewisuda 3.069 lulusan yang berasal dari Program Ahli Madya (D3), Sarjana (S1), Magister (S2) hingga Doktoral (S3). Dengan rincian, (1) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), jumlah wisudawan sebanyak 304 wisudawan; (2) Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) , jumlah wisudawan sebanyak 381 wisudawan; (3) Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA), jumlah wisudawan sebanyak 215 wisudawan; (4) Fakultas Ilmu Sosial (FIS), jumlah wisudawan sebanyak 483 wisudawan; (5) Fakultas Teknik (FT), jumlah wisudawan sebanyak 565 wisudawan; (6) Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), jumlah wisudawan sebanyak 322 wisudawan; (7) Fakultas Ekonomi (FE), jumlah wisudawan sebanyak 391 wisudawan; (8) Fakultas Pendidikan Psikologi (FPPsi), jumlah wisudawan sebanyak 209 wisudawan; dan (9) Pascasarjana, jumlah wisudawan sebanyak 199 wisudawan.

Baca juga: UNJ Kukuhkan 3 Guru Besar di Bidang Ekonomi dan Manajemen

Walaupun dilakukan secara virtual, Wisuda Tahun Akademik 2020/2021 dapat diselenggarakan dengan baik, penuh khidmat dan semarak serta menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

Pada Wisuda Virtual UNJ Tahun Akademik 2020/2021 ini mengangkat tema “Strategi Percepatan Universitas Negeri Jakarta Menuju PTNBH”. Tema ini diangkat dalam rangka meneguhkan identitas UNJ dalam menghadapi lima tantangan besar, yaitu: pandemi COVID-19 dengan segala derivasinya; Revolusi Industri 4.0; Society 5.0; Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM); dan Global Competitiveness Index (GCI).

Rektor UNJ, Prof. Dr. Komarudin, M.Si menyampaikan dalam sambutannya bahwa untuk menjadi perguruan tinggi yang besar, terdepan, dan bereputasi tinggi, segenap civitas akademika UNJ harus mempunyai cita-cita dan pandangan yang jauh ke depan. UNJ harus mampu beradaptasi dan merespon lima tantangan tersebut, salah satunya melalui transformasi menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH).

Lebih lanjut Prof. Dr. Komarudin, M.Si menambahkan bahwa sebagai Perguruan Tinggi Negeri yang berada di Ibukota dan memperoleh Akreditasi Unggul, UNJ memiliki potensi yang besar untuk menjadi PTNBH.

“Untuk mewujudkan harapan ini, dibutuhkan komitmen, sinergitas, dan strategi yang tepat,” ungkap Prof. Dr. Komarudin, M.Si.

Sejalan dengan asa untuk menjadi PTNBH, UNJ dari hari ke hari semakin memantapkan diri dengan berbagai raihan prestasi yang ditorehkan. Seperti, pengukuhan 25 Guru Besar terbanyak secara nasional dan mendapatkan berbagai apresisasi dari masyarakat.

Dari sisi kemahasiswaan, pada periode Januari-September Tahun 2021 prestasi mahasiswa UNJ sebanyak 401 Prestasi. Pada Pagelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang dilaksanakan pada 2 Oktober 2021 sampai dengan 15 Oktober 2021 ada sebanyak 78 Mahasiswa, 84 Alumni dan 23 Dosen UNJ yang berpartisipasi pada kegiatan tersebut.

“Pada gelaran PON XX 2020 Papua ini, berdasarkan perhitungan medali secara perorangan, mahasiswa dan alumni UNJ telah menyumbangkan 49 Medali Emas, 31 Perak, dan 34 Perunggu,” tutur Prof. Dr. Komarudin, M.Si.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Komarudin, M.Si menyampaikan pesan kepada para wisudawan bahwa tugas pendidikan sesungguhnya adalah membangun keteladanan-kebijaksanaan (Akhlaq). Hal ini harus diposisikan di atas IPTEKS, terlebih dalam menghadapi tantangan era disrupsi saat ini.

“Dengan kesarjanaan yang diraih dan dikukuhkan hari ini, semoga semakin menguatkan keluhuran akhlaq kita, terdepan dalam membela kaum yang lemah-membutuhkan, dan dapat berkontribusi untuk bangsa serta negara. Selanjutnya, semoga Allah SWT meridhoi niat dan langkah kita memajukan UNJ menuju kampus PTNBH yang bereputasi di Kawasan Asia,” tutup Prof. Dr. Komarudin, M.Si.

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Update Covid-19 RI, Positif 723

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Indonesia mencatat penambahan 723 kasus positif Covid-19 pada hari ini, Kamis (28/10). Dengan demikian total positif Covid-19 berjumlah 4.242.532.

Sebanyak 984 pasien dinyatakan bebas dari Covid-19, sehingga total pasien Corona yang dinyatakan sembuh hingga saat ini berjumlah 4.086.759.

Baca juga: Kasus Covid-19 Menurun, Menkeu: Stabilitas Sistem Keuangan Normal 

Namun, 34 pasien Corona dinyatakan meninggal dunia, naik dari sehari sebelumnya yang mencatat 29 kematian.  Sehingga total pasien wafat terpapar Covid-19 berjumlah 143.333.

Adapun kasus aktif hari ini tercatat 12.440. Kasus aktif artinya pasien yang dinyatakan masih positif Corona hingga hari ini. Kasus aktif Covid-19 hari ini turun 295 dari hari sebelumnya. Jumlah suspek yang dipantau hari ini. Ada 7.248 suspek yang dipantau. Sedangkan jumlah spesimen yang diuji hari ini sebanyak 259.541.

Continue Reading

Nasional

Mendagri Lantik Sejumlah Pejabat di Kemendagri dan BNPP

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian melantik pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, dan Fungsional Ahli Utama di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP). Pelantikan dilakukan di Sasana Bhakti Praja, Kantor Kemendagri pada Rabu (27/10/2021).

Dalam sambutannya, Tito menjelaskan mutasi perpindahan jabatan merupakan hal yang biasa dalam pemerintahan, termasuk di Kemendagri dan BNPP. Tujuannya adalah untuk penyegaran, regenerasi, mengisi kekosongan, dan lain-lain.

“Diharapkan dengan adanya pergantian jabatan akan dapat lebih memicu dan memacu kinerja organisasi kita, baik Kemendagri maupun BNPP,” ujarnya.

Baca juga: Kemendagri Pantau Pilkades Serentak di 6 Kabupaten 

Tito mengungkapkan, para pejabat yang dilantik merupakan hasil dari seleksi. Karena itu, ia mengimbau para pejabat yang terpilih untuk melaksanakan amanahnya dengan baik sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.

“Jalankan amanah ini secara maksimal dengan hati yang tulus. Dan yang belum berkesempatan terpilih saya minta tetap saja bekerja, ada waktunya dan ada masanya, sambil tentunya berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,”ucapnya.

Lebih lanjut Tito meminta para pejabat yang sudah dilantik untuk menjaga hubungan komunikasi baik dari jajaran atas hingga bawah. Menurutnya, Mendagri, hubungan personal menjadi sangat penting, karena dapat menembus batas-batas formal. Untuk itu, upaya membangun hubungan baik dengan semua pihak di internal Kemendagri, BNPP maupun eksternal menjadi kewajiban.

“Sekali lagi selamat bertugas bagi rekan-rekan yang terpilih dan saya selaku pimpinan Kemendagri dan BNPP menunggu hasil kinerja yang terbaik dari rekan-rekan,” tandasnya.

 

Continue Reading

Hot Topic

Polri: Pelanggar Karantina Terancam Penjara 1 Tahun dan Denda Rp100 Juta

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono menyatakan, masyarakat yang melanggar kegiatan kekarantinaan kesehatan bisa mendapatkan sanksi penjara selama 1 tahun dan/atau denda Rp100 juta.

“Apabila masyarakat melanggar Undang-Undang tentang Kekarantinaan Kesehatan, itu bisa dikenakan sanksi penjara 1 tahun dan/atau denda Rp100 juta,” kata Rusdi Hartono dalam program Dialog Produktif Kabar Kamis bertajuk Karantina Wajib untuk Semua, demi Indonesia Bebas Pandemi yang disiarkan secara langsung di kanal YouTube FMB9ID_IKP, Kamis 28 Oktober 2021.

Selain diatur di dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, ketidaktertiban masyarakat terhadap penanganan wabah penyakit menular juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular.

Baca juga: Polda Metro Jaya Ungkap Praktik Mafia Lolos Karantina Covid-19

Warga yang tidak tertib terhadap penanganan wabah penyakit menular, kata Rusdi, dapat memperoleh sanksi berupa hukuman penjara 1 tahun dan/atau denda setinggi-tingginya 1 juta rupiah. Sanksi tersebut merujuk pada Pasal 14 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984.

“Ini dua undang-undang dan beberapa pasal yang digunakan. Sekarang bagaimana memastikan bahwa aturan-aturan itu bisa berjalan dengan baik,” kata Rusdi.

Mengutip ucapan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Rusdi menyatakan bahwa penting untuk memastikan kenyamanan warga yang menjalani karantina guna mencegah munculnya tindakan-tindakan yang tidak diinginkan, seperti meloloskan diri dari lokasi karantina sebelum durasi karantina berakhir.

Selain itu, dia juga mengingatkan agar setiap wilayah harus mampu memastikan penerapan protokol kesehatan oleh seluruh kalangan masyarakat dengan sesuai dan mengikuti aturan-aturan yang sudah ada.

Jika seluruh masyarakat berkomitmen untuk mencegah Covid-19 kembali menyebar di Indonesia, tentunya aturan-aturan dan arahan yang tertuang di dalam surat edaran dari Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 harus dilakukan dengan sungguh-sungguh oleh masyarakat.

“Dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19, khususnya bagi masyarakat yang datang dari luar negeri,” ujar Rusdi.

HY

Continue Reading

HOT TOPIC