Channel9.id – Jakarta. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan data per Sabtu (29/11/2025) sore menunjukkan jumlah korban tewas dalam bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara (Sumut) mencapai 166 jiwa. Jumlah tersebut berasal dari delapan wilayah terdampak di Sumut.
“Sumatera Utara korban jiwa yang kemarin 116 jiwa sekarang menjadi 166 jiwa meninggal dunia,” kata Kepala BNPB Letjen Suharyanto dalam jumpa pers secara daring yang disiarkan di kanal Youtube BNPB Indonesia, Sabtu (29/11/2025).
Kemudian, ia menyampaikan sebanyak 143 orang dilaporkan masih hilang.
“Rinciannya banyak. Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Humbang Hasundutan, Kota Padang Sidempuan, Papak Barat dan Mandailing Natal. Tidak ada perubahan Kabupaten/Kota yang terdampak masih delapan,” jelasnya.
Suharyanto menyampaikan terbaru Kabupaten Langkat juga mengalami banjir. Namun tidak menetapkan status kedaruratan karena Pemkab Langkat masih bisa mengatasinya.
“Meskipun di media, Langkat, Kabupaten Langkat ini banjir, tapi sampai sekarang kami informasikan kabupaten langkat tidak menetapkan status kedaruratan. Pemeritah kabupaten langkat bisa mengatasi kondisi yang tadi diberitakan ada banjir di wilayah tersebut,” imbuhnya.
Suharyanto kemudian merincikan jumlah pengungsi di Sumut akibat bencana banjir dan longsor. Ia menyampaikan, jumlah pengungsi di Tapanuli Utara sebanyak 600 kepala keluarga (KK), Tapanuli Tengah 1.100 KK, Tapanuli Selatan 4.661 KK, Humbang Hasundutan 1.712 jiwa, dan Mandailing Natal 1.378 jiwa.
Pendistribusian logistik ke Kota Sibolga sampai saat ini belum bisa diakses melalui jalur darat. Bantuan ke kota tersebut terpaksa dikirim melalui jalur udara.
“Tentu saja logistik di Kota Sibolga masih belum cukup, tetapi kami yakinkan secara berangsur, secara terus menerus, ini kami kirim terus setiap ada kesempatan melalui jalur udara,” ujarnya.
Ia mengatakan, saat ini Sumut telah memasuki hari ketiga bencana banjir dan longsor. Suharyanto mengatakan cuaca selama dua hari terakhir di tiga provinsi terdampak bencana, yakni Aceh, Sumut, dan Sumatera Barat (Sumbar), cerah tanpa hujan.
“Mudah-mudahan ini berlangsung terus setiap hari sehingga membantu penanganan tanggap darurat bencana. Ini juga berkat telah dilaksanakannya operasi modifikasi cuaca, ini sudah masuk hari ketiga dan kami akan perpanjang terus,” tuturnya.
Baca juga: 173 SPPG di Sumut Alihkan Lebih dari 340 Ribu Paket MBG untuk Korban Bencana
HT





