Nasional

Wamendagri Bima Minta Peran Aktif Kepala Daerah Bangun Ekosistem Industri Halal

Channel9.id-Jakarta. Wamendagri Bima Arya Sugiarto mendorong kepala daerah berperan aktif memperkuat ekosistem industri halal secara terstruktur dan berkelanjutan guna meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

Hal tersebut disampaikan Bima saat menjadi keynote speaker dalam Kadin Sharia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Rabu (28/1/2026). Menurutnya, keberhasilan negara-negara lain dalam mengembangkan industri halal tak lepas dari dukungan kuat pemerintah dan strategi nasional yang jelas.

“Negara-negara yang sukses itu karena beberapa faktor. Ada dukungan pemerintah, dicanangkan sebagai program nasional, ada badan khusus, fokus pada diferensiasi, dan strategi nasional yang betul-betul terstruktur,” kata Bima.

Bima menilai Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah, khususnya dalam menentukan keunggulan kompetitif dan menyamakan paradigma antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Ia mencontohkan Brasil sebagai pemasok daging unggas halal terbesar ke Timur Tengah serta Thailand dengan konsep dapur halal dunia.

“Pertanyaannya adalah keunggulan kompetitif kita di mana? Playing field-nya di mana?” ujarnya.

Meski demikian, Bima menegaskan Indonesia memiliki potensi besar karena merupakan pasar konsumen halal terbesar dunia dengan pertumbuhan ekonomi syariah yang terus meningkat. Ia juga menekankan bahwa konsep halal kini tidak lagi terbatas pada makanan.

“Halal itu bukan hanya soal memotong atau makanan saja, tapi juga higienis, transparansi, akuntabilitas, etika, dan lain-lain,” jelasnya.

Dalam konteks penguatan di daerah, Bima menegaskan peran strategis Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk memastikan pengembangan industri halal masuk dalam perencanaan pembangunan daerah. “Kita pastikan kepala daerah memasukkan ini di RPJMD. Kalau enggak di RPJMD, enggak bisa,” tegasnya.

Ia menambahkan, Kemendagri juga mendorong alokasi anggaran daerah untuk mendukung pelatihan pelaku usaha, fasilitasi perizinan, sertifikasi halal, serta sinkronisasi dengan agenda nasional seperti UMKM, industri kreatif, dan ekonomi syariah. “Intinya, kita dorong kepala daerah menguatkan ekosistem halal bersama pengusaha dan seluruh stakeholder,” pungkas Bima.

Baca juga: BUMD Diminta Lebih Gesit, Wamendagri Soroti Peran Strategis Daerah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  8  =  17