Nasional

4.922 Sekolah Terdampak Bencana di Sumatera Kembali Belajar, Tito Minta 97 Sekolah Segera Direlokasi

Channel9.id – Jakarta. Sebanyak 4.922 sekolah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) kini kembali melaksanakan pembelajaran. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta pemulihan fasilitas pendidikan terus dipercepat, termasuk untuk sekolah yang harus direlokasi.

Hal itu disampaikan Tito selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera dalam rapat koordinasi perkembangan pemulihan pendidikan di tiga provinsi tersebut di Posko Satgas PRR, Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Tito menyebut keberlanjutan kegiatan belajar mengajar menjadi salah satu capaian penting dalam pemulihan pascabencana. Dari ribuan sekolah yang terdampak, hampir seluruhnya sudah tidak lagi sepenuhnya bergantung pada tenda sebagai tempat belajar.

“Tadi good news-nya tidak ada yang total semuanya di tenda seperti dulu. Sudah selesai, tinggal dua saja yang masih sebagian di tenda karena tidak mencukupi,” kata Tito.

Namun, proses rehabilitasi dan rekonstruksi masih menghadapi sejumlah kendala. Kondisi geografis, kerusakan akses, ketersediaan material hingga potensi bencana susulan membuat kecepatan pemulihan berbeda di tiap daerah.

“Jadi memang sekali lagi jumlahnya karena jumlahnya masif yang 4.922 [sekolah], tidak mungkin diselesaikan dalam waktu yang sangat cepat,” ujarnya.

Tito meminta pendampingan intensif diberikan kepada sekolah yang progres pembangunan fisiknya masih di bawah 50%. Satgas PRR juga akan mengoordinasikan berbagai kendala yang dihadapi pemerintah daerah dengan kementerian dan lembaga terkait.

Selain itu, terdapat 97 sekolah yang membutuhkan relokasi karena lokasi sebelumnya dinilai tidak lagi layak atau berada di kawasan rawan bencana. Tito meminta pemerintah daerah segera menyediakan lahan agar pembangunan sekolah baru dapat dimulai.

“Ini memerlukan sekali lagi dukungan dari rekan-rekan kepala daerah yang 97 yang perlu dilakukan relokasi,” katanya.

Pemda juga diminta mengidentifikasi kerusakan akses menuju sekolah, termasuk jalan dan jembatan. Data tersebut nantinya dikoordinasikan dengan kementerian/lembaga terkait untuk mempercepat perbaikan akses.

Dalam rapat tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memaparkan hingga 22 September 2026 sebanyak 4.922 sekolah terdampak telah kembali melaksanakan pembelajaran.

Sebanyak 4.821 sekolah sudah kembali belajar di gedung asal. Sementara 99 sekolah masih menggunakan ruang kelas darurat dan dua sekolah masih menumpang di bangunan lain.

“Dari 99 sekolah yang belajar di ruang kelas darurat, terdapat dua sekolah yang masih memanfaatkan tenda belajar yang ada untuk menambah kekurangan jumlah kelas darurat yang sudah disiapkan,” ujar Mu’ti.

Pemulihan pendidikan, kata Mu’ti, tidak hanya menyangkut pembangunan kembali sekolah, tetapi juga memastikan hak belajar siswa tetap terpenuhi. Pemerintah sejauh ini mengalokasikan sekitar Rp5,6 triliun untuk mendukung pemulihan pendidikan di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Anggaran tersebut digunakan untuk revitalisasi sekolah, penyediaan sarana dan peralatan pendidikan, ruang kelas darurat, dukungan psikososial dan kesiapsiagaan bencana, serta bantuan bagi siswa dan tenaga kependidikan yang terdampak.

Baca juga: Jembatan Krueng Tingkeum Kembali Beroperasi, Jalur Logistik Aceh-Sumut Normal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

48  +    =  52