Channel9.id, Jakarta – Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) membatalkan rencana aksi unjuk rasa yang semula dijadwalkan pada Jumat, 29 Agustus 2025. Koordinator Forum Perempuan BEM SI wilayah BSJB (BEM se-Jabodetabek dan Banten), Fatin Humairo, menyebut aksi tersebut akan digeser ke awal September.
“Kami masih menyusun ulang. Rencananya di awal September, tapi tanggal pastinya belum ditentukan,” ujar Fatin saat dikonfirmasi, Kamis (28/8/2025).
Menurut Fatin, perubahan jadwal dilakukan karena aksi di tanggal 28–29 Agustus dikhawatirkan akan ditunggangi pihak-pihak tertentu. “Ada potensi kepentingan lain yang menunggangi, sehingga kami putuskan untuk ditunda. Saat ini konsolidasi masih berjalan,” katanya.
Sebelumnya, BEM SI sempat memastikan akan turun ke jalan pada 29 Agustus, berbeda dengan kelompok buruh dan mahasiswa lain yang menggelar aksi pada 28 Agustus. Aksi tersebut mengusung tema “Indonesia Cemas 2025”, melanjutkan rangkaian demonstrasi 28 Juli lalu.
Dalam agenda aksi mendatang, BEM SI tetap membawa sembilan tuntutan lama dan menambahkan dua poin baru. Salah satunya menolak praktik dwifungsi jabatan serta mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset.
Adapun sembilan tuntutan yang sebelumnya dikawal, meliputi:
Mengkaji ulang Inpres Nomor 1 Tahun 2025 terkait efisiensi belanja APBN dan APBD.
Transparansi status pembangunan dan pajak rakyat.
Evaluasi program makan bergizi gratis.
Menolak revisi UU Minerba yang dinilai bermasalah.
Menolak dwifungsi TNI.
Mendesak pengesahan UU Perampasan Aset.
Peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan nasional.
Menolak impunitas serta menuntaskan kasus pelanggaran HAM berat.
Menolak cawe-cawe Jokowi dalam pemerintahan Prabowo Subianto.