Channel9.id – Jakarta. Presiden RI Prabowo Subianto bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer untuk membahas penguatan kerja sama lintas sektor antara kedua negara. Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menekankan pentingnya kemitraan strategis Indonesia–Inggris di tengah tantangan dinamika global.
Prabowo menilai Inggris sebagai mitra penting yang dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui keunggulan teknologi dan kekuatan finansial. Menurutnya, potensi tersebut dapat saling melengkapi dengan sumber daya dan peluang besar yang dimiliki Indonesia.
“Kita memandang UK sebagai suatu partner yang nanti bisa juga berpartisipasi di dalam ekonomi kita. Mereka punya teknologi, mereka punya keuangan sangat kuat, mereka berminat untuk investasi di Indonesia, dan kita merasa bisa mendapat manfaat dari teknologi mereka, dari kemampuan keuangan mereka,” ujar Prabowo dalam keterangannya, di London, Inggris, yang ditayangkan di kanal Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (21/1/2026).
“Jadi saya kira partnership ini akan sangat menguntungkan kedua belah pihak,” sambungnya.
Kemitraan pertumbuhan ekonomi Indonesia–Inggris mencakup kerja sama di berbagai sektor, mulai dari energi terbarukan hingga pertanian dan pangan. Kolaborasi ini juga meliputi bidang kesehatan dan sains, jasa keuangan, ekonomi digital, infrastruktur, transportasi, serta pendidikan.
Salah satu fokus utama kerja sama tersebut adalah dukungan Inggris terhadap pengembangan energi hijau di Indonesia, khususnya energi pasang surut. Inggris menyatakan kesiapan mendukung pengembangan kapasitas energi pasang surut di Indonesia hingga 40 megawatt yang ditargetkan beroperasi pada 2028.
Kerja sama energi ini sejalan dengan rencana Indonesia menambah kapasitas pembangkit energi baru dan terbarukan sebesar 42,6 gigawatt dalam RUPTL PT PLN 2025–2034. Selain itu, kedua negara juga menjajaki pengembangan jaringan transmisi listrik terintegrasi berbasis energi terbarukan untuk wilayah Jawa-Bali dan Jawa-Sumatera.
Dalam dokumen EGP yang dipublikasikan Selasa (20/1), Indonesia dan Inggris menyambut peningkatan peran lembaga keuangan dan sektor swasta dalam mendukung transisi energi nasional. Kerja sama juga diperluas ke sektor keuangan syariah, ekonomi digital lintas negara, serta perdagangan produk pertanian.
Kemitraan ini turut mendorong penguatan ekosistem e-commerce dan integrasi UMKM Indonesia dalam perdagangan global. Hubungan diplomatik Indonesia dan Inggris yang terjalin sejak 1949 pun memasuki fase baru yang lebih strategis di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
HT





