Nasional

Pascabencana Sumatera, 90% RS Sudah Beroperasi: Menkes Ajukan Tambahan Anggaran

Channel9.id, Jakarta. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memaparkan progres pemulihan fasilitas kesehatan pascabencana di Sumatera dalam rapat “Progres Penanganan Pascabencana Sumatera” yang digelar di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (26/1/2026). Menkes menegaskan bahwa mayoritas fasilitas kesehatan kini kembali beroperasi, meski sejumlah kendala struktural masih menjadi catatan.

Budi mengungkapkan, bencana yang melanda Sumatera menyebabkan 87 RSUD terdampak, dengan 9 rumah sakit sempat berhenti beroperasi per 1 Desember 2025. Namun per Senin ini, 90% rumah sakit telah kembali beroperasi secara bertahap.

“Untuk 867 puskesmas terdampak, 152 sempat berhenti beroperasi. Sekarang tinggal dua puskesmas yang belum beroperasi di Aceh Timur dan Aceh Tenggara. Itu pun sudah dibangun oleh KemenPUPR dan mudah-mudahan segera bisa beroperasi,” ujar Budi.

Tak hanya fasilitas, 6.000 tenaga relawan kesehatan dari Kemenkes dan organisasi lain turut digerakkan untuk mempercepat pemulihan layanan medis di lapangan, terutama untuk 1.000-an titik posko kesehatan.

“Target kami Maret sudah normal,” kata Budi.

Menkes juga mengungkapkan Pemerintah telah memperkuat imunisasi tambahan, termasuk untuk mencegah penularan campak yang meningkat di lokasi pengungsian. Selain itu, program trauma healing untuk anak-anak turut dijalankan.

“Kita kirim psikiater, satu batch 30 orang. Mereka tidak bisa datang ke puskesmas karena kampungnya terisolasi, jadi kita jemput bola,” jelasnya.

Rumah Dinas Nakes & Armada Ambulans Jadi Isu Kritis

Budi menyoroti persoalan rumah dinas tenaga kesehatan (nakes) yang rusak akibat bencana, mengakibatkan banyak nakes tak dapat bekerja optimal.

“Kalau rumahnya belum beres mereka tidak bisa kerja dengan baik. Target kami sebelum puasa rumah nakes sudah selesai,” ujarnya.

Dari 3.200 unit rumah nakes yang diusulkan, baru 607 unit yang sudah masuk dan siap dicairkan setelah terbit SK dari pemerintah daerah. Menkes mendorong agar percepatan dilakukan minggu ini sebagai contoh percepatan bagi daerah lain.

Selain itu, sekitar 200 unit ambulans rusak akibat banjir. Sejumlah pihak swasta telah berpartisipasi memberikan donasi armada maupun perbaikan teknis.

“Sudah ada 23 ambulans donasi, termasuk dari Astra, Indomobil, dan KIA,” ungkapnya.

Hingga kini, kata Budi, banyak perusahaan swasta ikut berkontribusi dalam pendanaan dan dukungan logistik di lapangan.

Untuk mempertahankan percepatan pemulihan, Menkes mengonfirmasi telah mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp529 miliar.

“Saya sudah ajukan surat 22 Januari untuk tambahan Rp529 miliar, rinci by rumah sakit dan puskesmas. Mudah-mudahan bisa keluar approval-nya sebelum Maret, agar faskes bisa 100% pulih,” jelasnya.

Ia juga menyebut adanya tekanan fiskal karena DAK fisik daerah berkurang setengah triliun, sehingga daerah banyak mengeluh soal keterbatasan anggaran renovasi faskes.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam forum yang sama menyampaikan bahwa proses pemulihan membutuhkan koordinasi lintas kementerian agar data penerima bantuan tepat sasaran dan tidak terjadi duplikasi.

Menurut Tito, pemerintah menerapkan sistem “by name by address” untuk bantuan rumah bagi tenaga kesehatan, divalidasi oleh pemda, BPS, dan Dukcapil.

“Setelah verifikasi, baru kita kirim ke BNPB. Ada dua skema: bantuan karir rumah dan bantuan perabot sebesar Rp3 juta, stimulan Rp5 juta, dan lauk-pauk Rp15 ribu per hari,” kata Tito.

Tito juga menyoroti beberapa fasilitas kesehatan seperti RS di Aceh Tamiang dan Aceh Timur yang masih membutuhkan perbaikan alat.

Di tingkat pusat, kata Tito, payung hukum Instruksi Presiden (Inpres) sudah terbit dan sekarang anggarannya berada di Kemenkeu. Tito meminta agar alur pencairan tidak terhambat di tahap administrasi.

“Ini harus diupayakan agar tidak macet di situ,” tegasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

32  +    =  42