Channel9.id – Subang. Pemerintah mempercepat perbaikan jalan rusak dan berlubang di sejumlah titik strategis, terutama di jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa menjelang arus mudik Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi jalan lebih aman dan nyaman sebelum puncak pergerakan pemudik.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menjadikan ruas-ruas utama mudik sebagai prioritas penanganan dengan target H-10 Lebaran 2026 tercapai kondisi “Zero Potholes” atau bebas lubang. Target tersebut ditetapkan seiring perkiraan peningkatan volume kendaraan di jalur Pantura yang setiap tahun menjadi jalur utama pergerakan masyarakat.
Perbaikan juga dilakukan di Jembatan Cilamaya yang berada di Kabupaten Subang, Jawa Barat, sebagai salah satu simpul penting lalu lintas kendaraan berat dan pribadi. Pekerjaan di titik ini mencakup penanganan badan jalan di atas jembatan dengan metode scraping dan pelapisan ulang menggunakan aspal AC-WC PG 70.
“Kami telah melakukan pekerjaan penanganan jalan dan jembatan di ruas Karawang, Cikampek, Pamanukan, di Jembatan Cilamaya, tepatnya di KM 107,” kata salah satu petugas Kementerian PU dalam laporannya, Kamis (26/2/2026).
Tahap scraping dilakukan dengan mengupas lapisan aspal lama yang kualitasnya menurun sebelum dilapisi ulang sebagai lapis aus untuk meningkatkan kekuatan dan kerataan permukaan jalan. Material AC-WC PG 70 digunakan karena dirancang untuk menahan beban lalu lintas berat dan kondisi iklim panas.
“Pekerjaan ini dilakukan dalam kurang waktu satu hari bisa tereselesaikan,” tambah petugas PU itu.
Pemerintah berharap percepatan perbaikan ini dapat menekan risiko kecelakaan akibat jalan rusak selama periode mudik.
Upaya tersebut juga ditujukan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jarak jauh saat Lebaran.
HT





