Ali K tewas ada peran
Nasional

Iran Klaim Sistem Pemerintahan Tetap Solid Meski Dihantam Serangan

Channel9.id, Jakarta. Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menjelaskan prosedur konstitusional terkait suksesi kepemimpinan tertinggi Iran di tengah laporan wafatnya sejumlah pejabat senior, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, akibat serangan yang diklaim dilakukan Israel.

Dalam keterangannya, Boroujerdi menerangkan bahwa konstitusi Iran telah mengatur langkah yang harus ditempuh apabila Pemimpin Tertinggi tidak lagi dapat menjalankan tugas, baik karena meninggal dunia, sakit, maupun sebab lain. Dalam kondisi tersebut, akan dibentuk dewan kepemimpinan sementara.

Penjelasan itu disampaikan saat konferensi pers di Kediaman Duta Besar Iran di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026), ketika ia menjawab pertanyaan mengenai proses pemilihan pemimpin tertinggi berikutnya serta langkah menghadapi potensi serangan lanjutan.

“Berdasarkan undang-undang di Iran, apabila dikarenakan alasan apa pun seorang pemimpin agung tidak ada, misalkan terbunuh, sakit, meninggal dunia, atau tidak aktif lagi sebagai pemimpin tertinggi, maka akan dibentuk sebuah dewan kepemimpinan yang bersifat sementara,” ujar Boroujerdi.

Ia memaparkan, dewan tersebut terdiri dari tiga unsur utama, yakni Presiden Iran, Ketua Kekuasaan Yudikatif, dan seorang anggota dari Dewan Ahli. Saat ini, posisi presiden dijabat oleh Masoud Pezeshkian, sedangkan Ketua Kekuasaan Yudikatif adalah Gholam-Hossein Mohseni-Ejei.

“Yang pertama adalah Presiden Masoud Pezeshkian, Presiden Republik Islam Iran. Yang kedua adalah Bapak Ejei, Ketua Kekuasaan Yudikatif di Iran. Dan yang ketiga adalah seorang ahli dari Dewan Ahli menjadi pihak ketiga dalam dewan kepemimpinan ini,” jelasnya.

Menurut Boroujerdi, dewan tersebut hanya bersifat sementara hingga Dewan Ahli—lembaga yang anggotanya dipilih langsung oleh rakyat—menggelar sidang untuk menentukan Pemimpin Tertinggi yang baru sesuai mekanisme konstitusi.

“Dewan ini akan mengadakan sidang atau pertemuan, kemudian melalui mekanisme yang terdefinisi akan menentukan pemimpin tertinggi yang berikutnya,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa dinamika politik maupun militer yang terjadi tidak akan menggoyahkan stabilitas Iran. Menurutnya, sebagai negara dengan sejarah panjang dan struktur pemerintahan yang mapan, Iran memiliki sistem yang mampu menjaga kesinambungan kekuasaan.

“Iran merupakan negara yang kuat, negara yang tua yang telah berada di wilayah tersebut. Tidak mungkin dapat digoyahkan dengan perkembangan-perkembangan seperti ini,” tegasnya.

Boroujerdi menambahkan, mekanisme pergantian pejabat tinggi telah diatur secara jelas sehingga kekosongan jabatan dapat segera diisi.

“Apabila terjadi ketidakaktifan atau dikarenakan alasan apapun seorang pejabat tinggi negara tidak ada, maka dengan mudah bisa digantikan oleh pejabat lain. Hal ini juga berlaku bagi Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran,” ujarnya.

Menanggapi kemungkinan serangan lanjutan dari Amerika Serikat maupun Israel, ia menyebut pemerintah Iran memiliki sistem yang solid dan terorganisasi.

“Pemerintah kami merupakan sebuah pemerintah yang terorganisir dengan baik dan juga memiliki kemampuan yang luar biasa,” tandas Boroujerdi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7  +  3  =