Bahan pangan
Ekbis

IKAPPI Proyeksikan Puncak Kenaikan Harga Pangan Jelang Idulfitri

Channel9.id, Jakarta. Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) memproyeksikan puncak kenaikan harga bahan pokok akan terjadi menjelang Idulfitri tahun ini. Sejumlah komoditas pangan tercatat mengalami kenaikan harga di berbagai pasar.

Sekretaris Jenderal DPP IKAPPI Reynaldi Sarijowan mengatakan, kenaikan harga terutama terjadi pada komoditas hortikultura dan protein hewani.

IKAPPI mencatat harga sejumlah bahan pokok saat ini berada pada level tinggi. Harga cabai rawit merah mencapai Rp105.000 per kilogram, cabai merah besar Rp69.000 per kilogram, dan bawang merah Rp56.000 per kilogram.

Sementara itu, harga bawang putih tercatat Rp45.000 per kilogram. Harga ayam berada di kisaran Rp50.000 per ekor, sedangkan telur mencapai Rp32.000 per kilogram. Adapun minyak goreng curah dijual sekitar Rp21.000 per kilogram.

MinyaKita Mulai Mendekati HET

IKAPPI juga mencatat adanya upaya pemerintah untuk menstabilkan harga minyak goreng kemasan sederhana, yakni MinyaKita. Harga komoditas tersebut mulai mendekati Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter.

Meski demikian, harga MinyaKita di sejumlah daerah, khususnya di Pulau Jawa, masih tergolong tinggi.

IKAPPI mengapresiasi langkah pemerintah, khususnya Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang mendorong penggunaan produk pangan dan hasil bumi dalam negeri sebagai parsel Idulfitri.

Menurut Reynaldi, kebijakan tersebut menjadi langkah baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

“IKAPPI mengapresiasi kebijakan Presiden yang menggunakan hasil pangan dan produk dalam negeri sebagai parsel Lebaran. Ini menjadi bentuk keberpihakan terhadap produksi lokal,” ujarnya.

Waspadai Kenaikan Harga Pascalebaran

Meski demikian, IKAPPI mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai potensi kenaikan harga pangan setelah Idulfitri, khususnya pada periode H+3 hingga H+7.

Reynaldi menjelaskan, kenaikan harga berpotensi terjadi karena banyak pedagang pasar yang belum kembali dari mudik, sehingga dapat mengganggu rantai pasok di sejumlah daerah.

“Pemerintah perlu mengantisipasi kondisi ini agar distribusi tetap berjalan dan harga tidak kembali melonjak setelah Lebaran,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

19  +    =  25