Channel9.id-Jakarta. Eksistensi sebuah band tentu dengan menghadirkan karya musik di industri musik Tanah Air. Demikian dengan Band Mantrika terus menunjukkan eksistensinya di industri musik dengan terus menghadirkan karya bagi para pendengarnya. Band asal Jakarta ini baru saja merilis EP (extended play) berjudul ‘Ritus Jalanan’, yang sekaligus menjadi penanda identitas mereka.
EP Ritus Jalanan menjadi gambaran identitas musikalitas Mantrika. EP ini tidak hanya berfungsi sebagai kumpulan lagu, tetapi rangkaian cerita yang saling terhubung.
“Kami ingin orang tidak hanya mendengar satu lagu, tapi masuk ke satu ruang yang utuh. ‘Ritus Jalanan’ itu seperti perjalanan setiap track punya peran dalam cerita,” ujar Krist sang vokalis, beberapa waktu yang lalu.
Di dalam EP tersebut, ‘Partikel Dosa’ menjadi salah satu titik yang merepresentasikan arah tematik Mantrika. Lagu ini berbicara tentang pergulatan manusia modern antara iman, kesalahan, dan upaya memahami diri sendiri.
Melalui metafora sederhana seperti napas, nadi, dan “dosa yang menempel”, Mantrika menggambarkan kesalahan kecil dapat terus hidup dalam keseharian manusia. Tema ini dinilai relevan dengan kondisi generasi saat ini yang kerap menghadapi konflik identitas dan tekanan emosional.
“Dosa di lagu ini bukan sesuatu yang besar dan dramatis. Justru yang kecil-kecil, yang sering kita abaikan, tapi diam-diam tinggal dan ikut membentuk kita,” jelas Krist.
Secara musikalitas, Mantrika mengusung perpaduan antara rock dan elemen elektronik yang atmosferik. Karakter ini membentuk warna musik yang cenderung gelap, namun tetap memberikan ruang bagi pendengar untuk masuk dan menafsirkan maknanya.
Meski terbilang baru, Band Mantrika digawangi oleh musisi berpengalaman. Ari salah satunya, yang dikenal sebagai eks bassist sekaligus punggawa utama dari Letto.
“Kami datang dengan pengalaman, tapi tidak ingin terjebak nostalgia. Mantrika adalah ruang baru untuk eksplorasi yang lebih jujur,” kata Ari.
Selain itu, Fendi berperan dalam membangun atmosfer melalui keyboard dan synthesizer, sementara Krist menjadi vokalis sekaligus penulis lagu yang membentuk arah kreatif Mantrika.
Tampaknya tak berlebihan, Mantrika berharap, EP ‘Ritus Jalanan’ dapat diterima oleh para penikmat musik di Tanah Air.
Melalui EP ini, Mantrika mencoba menempatkan diri sebagai band yang tak hanya merilis karya, tetapi juga membangun pengalaman mendengar yang lebih utuh.
Kontributor: Akhmad Sekhu





