Prabowo Lebaran di Aceh
Hot Topic Nasional

Prabowo Kawal Pemulihan Sumatera, Layanan Publik Berangsur Normal

Channel9.id, Jakarta. Pemerintah mempercepat pemulihan wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dengan fokus pada normalisasi layanan publik dan kesehatan.

Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi tetap menjadi prioritas utama pemerintah.

Ia menyampaikan Presiden Prabowo Subianto terus memantau langsung progres pemulihan di lapangan, termasuk saat melaksanakan salat Idulfitri bersama penyintas di Masjid Darussalam, kawasan hunian sementara (huntara) Karang Baru, Aceh Tamiang, Sabtu (21/3/2026).

Menurut Tito, kehadiran Presiden di tengah pengungsi menjadi simbol kuat komitmen pemerintah dalam memastikan pemulihan berjalan optimal.

“Presiden ingin hadir langsung bersama masyarakat terdampak sebagai bentuk solidaritas,” ujar Tito.

Infrastruktur dan Ekonomi Berangsur Pulih

Tito memastikan berbagai sektor mulai pulih. Akses jalan nasional dan provinsi kembali terbuka, listrik dan jaringan komunikasi berfungsi normal, serta layanan kesehatan dan pendidikan kembali berjalan.

Aktivitas ekonomi juga menunjukkan pemulihan. Pasar-pasar di wilayah terdampak kembali ramai, menandakan daya beli masyarakat mulai bangkit.

“Pemulihan sudah mendekati normal. Kami akan lanjutkan perbaikan infrastruktur dan fasilitas publik yang masih tersisa,” kata Tito.

Fasilitas Kesehatan Pulih Lebih Cepat

Satgas PRR mencatat sebanyak 3.476 fasilitas kesehatan terdampak bencana, terdiri dari 87 rumah sakit, 867 puskesmas, dan 2.522 puskesmas pembantu (pustu).

Saat ini, seluruh rumah sakit dan puskesmas telah kembali beroperasi. Pemerintah juga mempercepat pemulihan pustu yang tersisa.

Tito mengapresiasi langkah cepat Kementerian Kesehatan yang langsung mengerahkan tenaga cadangan kesehatan ke lokasi terdampak.

“Fasilitas kesehatan pulih paling cepat dibanding sektor lain,” ujarnya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut sebagian besar rumah sakit kembali beroperasi dalam dua minggu, sementara puskesmas pulih dalam waktu sekitar satu bulan.

Dukungan untuk Tenaga Kesehatan

Selain memulihkan fasilitas, pemerintah juga membantu tenaga kesehatan yang terdampak bencana. Lebih dari 3.000 rumah tenaga kesehatan mengalami kerusakan.

Pemerintah menyalurkan bantuan perbaikan rumah melalui BNPB, dengan nilai hingga Rp60 juta untuk rumah rusak berat.

Selain itu, tenaga kesehatan juga menerima bantuan sosial, termasuk uang lauk-pauk, perabot rumah tangga, dan stimulan ekonomi.

“Tenaga kesehatan harus kami dukung agar bisa kembali melayani masyarakat secara optimal,” kata Budi.

Satgas PRR juga mempercepat relokasi pengungsi ke hunian tetap (huntap). Saat ini, tersisa 26 kepala keluarga yang masih berada di tenda pengungsian di Aceh Tamiang.

Pemerintah menargetkan seluruh pengungsi segera menempati hunian layak setelah Lebaran.

Selain itu, pemerintah juga mempercepat rehabilitasi tambak dan lahan pertanian untuk memulihkan ekonomi masyarakat.

“Kami akan percepat pembangunan huntap, baik skema insitu maupun komunal,” ujar Tito.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6  +  4  =