Channel9.id-Tegal. Orang Tegal secara tradisi dekat dengan budaya kuliner. Karenanya, orang Tegal sangat akrab dengan “food safety” dan Warteg di Jakarta pernah menjadi “food shelter” saat Krismon 1997/1998.
Hal ini disampaikan oleh Edy Budiyarso, Pembina Himpunan Pedagang Warung Tegal Indonesia (HIPWIN) dalam acara halal bi halal pedagang Warteg di Hotel Bahari Inn, kota Tegal, Kamis, (26/3/2026).
Dihadapan ratusan pedagang warteg se-Jabodetabek yang sedang mudik pulang kampung ini Edy menyampaikan sumbangsih pedagang warteg yang memberi makan kelompok menengah ke bawah di Ibu Kota Jakarta.
“Sekarang warteg sudah naik kelas, beberapa pengurus Hipwin mensupport program utama Presiden mengelola MBG. Bahkan baru-baru utusan HIPWIN ikut pemeran kuliner dan mengenalkan Warteg di Melbourne Australia,” kata Edy.
Hadir dalam acara halal bi halal Ketua Umum HIPWIN Rojikin, Johari tokoh Tegal yang juga mantan kepala pendapatan daerah Jakarta, serta para koordinator wilayah HIPWIN se-Jabodetabek.
Edy yang juga Staf Ahli Ketua MPR ini mengatakan, “Puji syukur dapur MBG yang dikelola orang Tegal zero accident. Karena secara tradisi orang Tegal erat dengan budaya kuliner. Dengan sendirinya sangat peduli pada food safety,” ujarnya.
Edy pun mencontohkan warteg-warteg sekarang ini memiliki tampilan menarik, bersih, dan higienis. Tetapi tetap ramah di kantong warga kelas menengah ke bawah Jakarta.
Mantan wartawan senior yang juga penulis buku “Warteg Galau” ini pun menceritakan pada krisis moneter 1997/1998 Warteg membantu saudara kita yang banyak kehilangan pekerjaan khususnya di Jakarta. Warteg menjadi food shelter. “Kita masih ingat orang makan di warteg cukup bawa kupon makan,” katanya.
Baca juga: Perantau Tegal Jakarta Bakti Sosial di Sekitar Guci





