Channel9.id-Jakarta. Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) pascabencana Sumatera terus mengakselerasi pembersihan lumpur serta rehabilitasi lahan sawah di wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Langkah ini dilakukan untuk memulihkan aktivitas masyarakat sekaligus memastikan fasilitas publik kembali berfungsi normal. Selain itu, rehabilitasi sawah juga menjadi kunci menjaga pasokan beras dan mempercepat pemulihan ekonomi petani.
Berdasarkan data Satgas per 28 Maret 2026, progres pembersihan lumpur menunjukkan capaian signifikan. Di Aceh, dari total 476 lokasi terdampak, sebanyak 396 lokasi telah dibersihkan, sementara 80 lokasi masih dalam proses.
Di Sumatera Utara, dari 24 lokasi, sebanyak 20 lokasi telah rampung dibersihkan. Sementara di Sumatera Barat, pembersihan lumpur telah selesai 100 persen di seluruh 29 lokasi terdampak.
Capaian tersebut sejalan dengan progres rehabilitasi lahan sawah. Dari total 42.702 hektare lahan yang menjadi target, sebanyak 991 hektare telah direhabilitasi dan 5.333 hektare lainnya masih dalam proses pengerjaan.
Rinciannya, di Aceh dari 31.464 hektare target, baru 42 hektare yang telah direhabilitasi. Di Sumatera Utara, dari 7.336 hektare, sebanyak 170 hektare telah diperbaiki. Sedangkan di Sumatera Barat, dari 3.902 hektare target, 779 hektare telah selesai direhabilitasi.
Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian sebelumnya menegaskan pembersihan lumpur menjadi fokus utama percepatan pemulihan, terutama di wilayah dataran rendah.
“Lumpur ini menjadi problem yang paling utama di lowland. Total yang sudah diselesaikan lebih kurang 84 persen, tinggal 16 persen lagi,” ujar Tito dalam konferensi pers di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Selain pembersihan lumpur, pemerintah juga tengah menormalisasi sungai yang mengalami sedimentasi di tiga provinsi terdampak. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah banjir susulan sekaligus mendukung sistem irigasi bagi sawah dan tambak masyarakat.
Baca juga: Satgas PRR Siapkan Penanganan Bertahap Sungai Terdampak





