Channel9.id-Jakarta. Setelah menyutradarai film ‘Ave Maryam’ dan ‘Jakarta vs Everybody’, sineas Razka Robby Ertanto menggarap film ‘Yohanna’. Sebuah film yang peran Yohanna dibintangi aktris peraih dua Piala Citra, Laura Basuki dan dijadwalkan tayang di bioskop mulai 9 April 2026.
Film ‘Yohanna’ mengisahkan tentang biarawati muda bernama Yohanna, yang dikirim dalam misi kemanusiaan ke Sumba, Nusa Tenggara Timur, pasca Badai Tropis Seroja.
Misi berubah jadi perjalanan penuh ujian saat truk berisi bantuan yang ia bawa dicuri. Insiden ini memaksa Yohanna menghadapi realitas sosial yang keras dan bersentuhan dengan banyak problem. Problem yang dimaksud yakni kemiskinan, korupsi, hingga eksploitasi anak, yang perlahan mulai mengguncang imannya.
Film ‘Yohanna’ debut di International Film Festival Rotterdam ke-53 pada Januari 2024 dalam kompetisi VPRO Big Screen Award. Lalu, ia melanjutkan perjalanan ke berbagai festival internasional, termasuk Jakarta Film Week 2024 sebagai pemutaran perdana di Indonesia dan meraih Best Direction Award di sana.
Prestasi gemilang diraih di Jogja-NETPAC Asian Film Festival ke-19 dengan membawa pulang lima penghargaan, yakni Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Storytelling Terbaik, Akting Terbaik, dan Sinematografi Terbaik. Yohanna juga menembus Official Selection Adelaide Film Festival 2025 di Australia.
Dalam film ‘Yohanna’, Laura Basuki meraih penghargaan Best Actress di Asian Film Festival 2025 di Roma, Italia. Februari 2025, Yohanna dinobatkan sebagai Film Pilihan Tempo 2024 sekaligus mengantarkan Laura Basuki meraih gelar Aktris Pilihan Tempo dalam ajang yang sama.
Razka Robby Ertanto menyampaikan, bahwa perjalanan Yohanna ke festival-festival dunia adalah proses yang berarti. Tujuan akhirnya bukan soal menang atau kalah melainkan bertemu sebanyak mungkin penonton.
“Film ini refleksi tentang kemanusiaan, tentang apa yang terjadi ketika keyakinan kita diuji oleh kenyataan yang tidak selalu hitam putih,” katanya.
Razka Robby Ertanto juga mengaku Yohanna bukan sekadar kisah seorang biarawati.
Yohanna tentang respons manusia saat menghadapi berbagai realitas. Sejak awal, Razka Robby Ertanto ingin Yohanna terasa dekat dengan audiens. Beragam masalah sosial bisa saja mengguncang iman dan hati nurani manusia.
“Banyak hal yang kita anggap benar bisa goyah ketika berhadapan langsung dengan kehidupan. Lewat film ini, saya mengajak penonton melihat di balik semua itu, selalu ada ruang untuk memahami, berempati, dan memilih terhadap apa yang kita yakini,” beber Razka Robby Ertanto.
Adapun, Laura Basuki berpendapat karakter Yohanna salah satu yang paling berkesan dalam kariernya. Peran ini membawa Laura Basuki ke pengalaman baru baik secara fisik maupun emosional. Ia pun berinteraksi sangat dekat dengan anak-anak di Sumba.
“Tapi dari semua proses itu, saya dapat pelajaran berharga untuk memahami sisi kemanusiaan Yohanna. Dia bukan sosok sempurna, melainkan terus belajar memahami hubungan dengan Tuhan dan kehidupan di sekitarnya,” pungkas Laura Basuki.
Kontributor: Akhmad Sekhu





