Kayu Hanyutan Disulap Jadi Hunian, Satgas PRR Genjot Pemanfaatan
Nasional

Kayu Hanyutan Disulap Jadi Hunian, Satgas PRR Genjot Pemanfaatan

Channel9.id-Jakarta. Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera memanfaatkan kayu hanyutan akibat banjir sebagai bagian dari strategi pemulihan di wilayah terdampak.

Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian mengatakan, kayu yang terbawa arus banjir tersebut kini dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pembangunan hunian hingga mendukung sektor industri.

“Kemudian juga (bisa) dipakai masyarakat membangun (hunian) sendiri juga silakan,” ujar Tito dalam konferensi pers di Kantor Staf Presiden, Jakarta.

Berdasarkan data per 2 April 2026, pemanfaatan kayu hanyutan telah berjalan di sejumlah daerah. Di Kabupaten Aceh Utara, Aceh, sebanyak 2.112,11 meter kubik kayu telah digunakan untuk pembangunan hunian sementara (huntara).

Sementara di Aceh Tamiang, terdapat 572,4 meter kubik kayu yang masih menunggu penetapan peruntukan oleh pemerintah daerah.

Di Sumatera Utara, tepatnya di Tapanuli Selatan, sebanyak 329,24 meter kubik kayu dimanfaatkan untuk pembangunan huntara, fasilitas sosial, dan fasilitas umum. Adapun di Tapanuli Tengah, 93,39 meter kubik kayu telah digunakan untuk membantu pemulihan rumah warga.

Sedangkan di Sumatera Barat, Kota Padang mencatat 1.996,58 meter kubik kayu telah diserahkan ke pemerintah daerah untuk mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi.

Tito menjelaskan, pemanfaatan kayu hanyutan ini sejalan dengan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 191 Tahun 2026 yang mengatur penggunaan kayu terdampak bencana sebagai material penanganan darurat hingga rekonstruksi.

Selain untuk kebutuhan utama, kayu berukuran kecil dan kurang ekonomis juga didorong untuk dimanfaatkan menjadi sumber pendapatan daerah.

“Mekanismenya (melalui) kerja sama dan pendapatannya menjadi PAD (Pendapatan Asli Daerah),” katanya.

Menurut Tito, kayu tersebut bisa diolah menjadi bahan baku batu bata hingga sumber energi seperti bahan bakar pembangkit listrik.

Ia memastikan percepatan pemanfaatan kayu hanyutan terus dilakukan hingga seluruh tumpukan kayu di wilayah terdampak dapat tertangani.

“Kayu (hanyutan) di Aceh sekitar 70 persen sudah ditangani, di Sumbar 99 persen tertangani, dan di Sumut sudah 90 persen,” ungkapnya.

Baca juga: Pembangunan Huntara Pascabencana Sumatera Capai 81 Persen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  89  =  96