Channel9.id-Jakarta. Dunia entertainment Indonesia melahirkan grup musik independen yang memberi warna baru yang melankolis dalam industri musik Tanah Air. Kali ini, grup musik beraliran sadcore/folk, Mantra Angin, yang secara resmi menandai awal perjalanan musikal mereka dengan merilis lagu perdananya berjudul ‘Sampai Gelap Mengepung’.
Lagu ini bukan sekadar perkenalan, melainkan sebuah pernyataan artistik mengenai arah musik dan gagasan yang akan mereka usung ke depan. Terbentuk sejak Agustus 2025, Mantra Angin lahir dari dorongan kolektif untuk merespons berbagai kegelisahan yang berkelindan dalam keseharian masyarakat urban.
Vokalis sekaligus gitaris Mantra Angin, Huda R Alam, mengungkapkan bahwa lagu ini merupakan bentuk penyerahan diri sekaligus upaya mencari ruang aman di tengah ketidakpastian.
“Semoga ini menjadi jalan penyerahan kami menuju temuan-temuan baru. Bisa berupa teman baru, jalan tikus baru yang memberi gairah untuk mencari jalan keluar, atau sekadar tempat istirahat di tengah banyak hal yang tidak menentu: musim, pekerjaan, negara, hingga diri sendiri,” ujar Huda, beberapa waktu yang lalu.
Secara musikal, lagu ‘Sampai Gelap Mengepung’ dibangun di atas fondasi folk yang intim dengan aransemen minimalis. Gitar akustik Huda menjadi tulang punggung melodi, diperkuat oleh dentuman bas Fernando Oktora yang tertahan namun menghanyutkan.
Sentuhan piano dari M. Iqbal memberikan dimensi ruang, sementara harmoni vokal ganda antara Huda dan Genevieve Ribka Wowor memberikan nuansa yang saling berkelindan.
Pendekatan ini secara sadar merujuk pada tradisi slowcore dan sadcore era 1990-an. Mantra Angin mengambil inspirasi dari dinamika sunyi kelompok Bedhead, minimalisme spiritual milik Low, hingga nuansa melankolia pedesaan ala Mojave 3.
Bagi mereka, keheningan dan tempo lambat justru memberikan bobot lebih pada setiap kata yang dilantunkan.
Secara konseptual, lagu ini terinspirasi dari suasana distopia—gambaran dunia yang menekan, repetitif, dan penuh ketakutan sosial.
Proses kreatifnya memakan waktu sekitar lima bulan di sela kesibukan para personel, hingga akhirnya mereka memilih “Sampai Gelap Mengepung” sebagai draf yang paling layak diproduksi secara serius.
Dalam pengerjaannya, Mantra Angin mempercayakan Adi Alam sebagai produser. Adi dinilai berhasil menerjemahkan visi band dan memberikan karakter bunyi yang kuat sebagai identitas awal Mantra Angin.
“Tempat kami berusaha melupakan mimpi, melupakan ketakutan dari berbagai bentuk yang menggebu. Sampai mungkin, Mantra Angin turut menjadi mimpi itu sendiri, lalu menjadi ketakutan itu sendiri,” tambah Huda mengenai filosofi di balik nama dan karya mereka.
Kini, lagu ‘Sampai Gelap Mengepung’ sudah dapat dinikmati di berbagai platform layanan streaming digital (DSP).
Lagu ini menjadi undangan bagi pendengar untuk sejenak berhenti dan merasakan pengalaman mendengarkan yang kontemplatif di tengah hiruk-pikuk dunia.
Kontributor: Akhmad Sekhu





